Ramaikan IIMS 2026, Motul Hadirkan Sejumlah Inovasi
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Masih marak, polisi keluhkan produsen oli yang kurang terlibat dalam pemberantasan oli palsu di Indonesia
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Pemberantasan oli palsu tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tapi kerja sama antar pemerintah, kepolisian, produsen serta edukasi ke masyarakat.
Polisi sendiri menyebut bahwa kasus pemalsuan oli bisa diungkap berdasarkan delik aduan alias menunggu laporan dari pihak terdampak baik itu konsumen maupun produsen.
Sehingga jika tidak ada pengaduan terkait oli dipalsukan maka akan sulit menemukan barang tiruannya. Polisi mengimbau produsen untuk turut ambil bagian memberantas pemalsuan oli.
Indra Lutrianto Amstono, Kasubdit 1 Kombes Pl Bareskrim Polri sebut ada usaha mengajak produsen untuk ikut mencari solusi atas permasalahan yang terlanjur mengakar tersebut.
“Kemarin kita mengundang beberapa pemilik merek yang dipalsukan. Yang datang hanya satu (produsen) lainnya tidak. Jangan bebankan ke kami padahal pemilik sendiri (merasa) tidak ada masalah,” ujar Indra di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dalam kasus terdahulu Indra menjelaskan polisi berhasil mengungkap wilayah pemalsuan oli seperti di Gresik dan Sidoarjo. Bisnis pemalsuan di wilayah itu berjalan sejak lama mulai dari pembuatan oli sampai stiker kemasan botol.
Produsen dan distributor oli palsu juga perlahan terungkap. Menurut Indra beberapa kasus sedang dalam proses dan terduga tersangka sudah diserahkan ke Kejaksaan.
“Tidak sampai di situ kita sudah dapat beberapa distributor ada di NTB dan sekitar, ada peminat. Proporsinya cukup besar dan kita sedang lakukan pengembangan terhadap kasus ini,” ujar Indra.
Penambahan kode QR juga sudah mulai dipalsukan oleh distributor oli tiruan. Hal itu tentu membuat masyarakat semakin kesusahan membedakan oli asli dan palsu.
“Terakhir ditemukan QR code-nya mengarahkan ke laman tertentu keluar seperti dirilis oleh produsen, padahal link tersebut tidak benar,” ujar Tri Yuswidjajanto Zaenuri, Ketua Umum Masyarakat Pelumas Indonesia (MASPI).
Ia menegaskan kerusakan timbul pada kendaraan saat memakai oli palsu bisa menelan biaya besar.
Namun selain perbaikan botol kemasan oli, masyarakat juga harus diedukasi untuk tidak langsung tergiur harga murah terlebih jika dijual melalui e-commerce.
“Penawaran harga oli ‘miring’ di marketplace bengkel itu sudah jadi indikasi, jangan-jangan bukan oli asli,” ucap Tri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Februari 2026, 20:00 WIB
29 Januari 2026, 10:00 WIB
18 Desember 2025, 17:07 WIB
09 Desember 2025, 13:00 WIB
18 November 2025, 13:00 WIB
Terkini
16 September 2026, 19:39 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk melanjutkan raih kemenangan pada gelaran MotoGP Austria 2026 akhir pekan nanti
16 September 2026, 19:38 WIB
Belum lama seorang masyarakat bernama Jangkung Sido Sentosa mengaku keberatan jika SIM mati harus bikin baru
16 September 2026, 09:00 WIB
Shell harus menggelontorkan investasi cukup besar, hingga Rp 1,2 triliun untuk membuat pabrik gemuk di Marunda
16 September 2026, 06:00 WIB
Pengguna mobil pribadi dengan pelat ganjil hari ini wajib waspada karena ada aturan Ganjil Genap Jakarta
16 September 2026, 06:00 WIB
Berikut adalah daftar lokasi serta jadwal SIM keliling Jakarta yang beroperasi hari ini, simak syaratanya
16 September 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara hari ini bisa lebih mudah dengan mendatangi salah satu lokasi SIM keliling Bandung
15 September 2026, 17:00 WIB
Penjualan mobil diesel yang menjadi salah satu andalan GWM sempat terganggu karena kenaikan harga solar
15 September 2026, 15:00 WIB
Chery Group terus memperluas potensi pengembangan robot humanoid menggunakan berbagai skenario menarik