Jangan Coba-coba Mengubah Viskositas Oli Mobil, Bisa Cepat Rusak
29 Januari 2026, 10:00 WIB
Masih marak, polisi keluhkan produsen oli yang kurang terlibat dalam pemberantasan oli palsu di Indonesia
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Pemberantasan oli palsu tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tapi kerja sama antar pemerintah, kepolisian, produsen serta edukasi ke masyarakat.
Polisi sendiri menyebut bahwa kasus pemalsuan oli bisa diungkap berdasarkan delik aduan alias menunggu laporan dari pihak terdampak baik itu konsumen maupun produsen.
Sehingga jika tidak ada pengaduan terkait oli dipalsukan maka akan sulit menemukan barang tiruannya. Polisi mengimbau produsen untuk turut ambil bagian memberantas pemalsuan oli.
Indra Lutrianto Amstono, Kasubdit 1 Kombes Pl Bareskrim Polri sebut ada usaha mengajak produsen untuk ikut mencari solusi atas permasalahan yang terlanjur mengakar tersebut.
“Kemarin kita mengundang beberapa pemilik merek yang dipalsukan. Yang datang hanya satu (produsen) lainnya tidak. Jangan bebankan ke kami padahal pemilik sendiri (merasa) tidak ada masalah,” ujar Indra di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dalam kasus terdahulu Indra menjelaskan polisi berhasil mengungkap wilayah pemalsuan oli seperti di Gresik dan Sidoarjo. Bisnis pemalsuan di wilayah itu berjalan sejak lama mulai dari pembuatan oli sampai stiker kemasan botol.
Produsen dan distributor oli palsu juga perlahan terungkap. Menurut Indra beberapa kasus sedang dalam proses dan terduga tersangka sudah diserahkan ke Kejaksaan.
“Tidak sampai di situ kita sudah dapat beberapa distributor ada di NTB dan sekitar, ada peminat. Proporsinya cukup besar dan kita sedang lakukan pengembangan terhadap kasus ini,” ujar Indra.
Penambahan kode QR juga sudah mulai dipalsukan oleh distributor oli tiruan. Hal itu tentu membuat masyarakat semakin kesusahan membedakan oli asli dan palsu.
“Terakhir ditemukan QR code-nya mengarahkan ke laman tertentu keluar seperti dirilis oleh produsen, padahal link tersebut tidak benar,” ujar Tri Yuswidjajanto Zaenuri, Ketua Umum Masyarakat Pelumas Indonesia (MASPI).
Ia menegaskan kerusakan timbul pada kendaraan saat memakai oli palsu bisa menelan biaya besar.
Namun selain perbaikan botol kemasan oli, masyarakat juga harus diedukasi untuk tidak langsung tergiur harga murah terlebih jika dijual melalui e-commerce.
“Penawaran harga oli ‘miring’ di marketplace bengkel itu sudah jadi indikasi, jangan-jangan bukan oli asli,” ucap Tri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Januari 2026, 10:00 WIB
18 Desember 2025, 17:07 WIB
09 Desember 2025, 13:00 WIB
18 November 2025, 13:00 WIB
13 November 2025, 20:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales menggelar seremoni pengukuhan ketua umum baru Karimun Club Indonesia di IIMS 2026
14 Februari 2026, 16:00 WIB
Jetour Dashing Inspira hadir di IIMS 2026 untuk menggoda para keluarga muda di daerah urban atau perkotaan
14 Februari 2026, 15:00 WIB
Tiga pemenang kompetisi desain VW ID Buzz yang digelar bersama Kementerian Ekraf telah resmi diumumkan