Aspelindo Imbau Masyarakat Beli Pelumas di Toko Online Resmi

Untuk minimalisir kemungkinan tertipu oli palsu, Aspelindo imbau konsumen beli pelumas di toko online resmi

Aspelindo Imbau Masyarakat Beli Pelumas di Toko Online Resmi
Serafina Ophelia

TRENOTO – Peredaran pelumas palsu masih harus diwaspadai oleh produsen oli maupun konsumen. Sekarang pemalsuan semakin marak dan unit palsunya hampir tidak bisa dibedakan dengan versi orisinil.

Memusnahkan distribusi oli palsu tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Namun ada beberapa langkah bisa dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan tertipu.

Hal ini disampaikan oleh Yomie Harlin, Wakil Ketua Umum Aspelindo (Asosiasi Pelumas Indonesia). Bicara solusi jangka pendek ia menyebutkan dua langkah bisa dilakukan konsumen.

Aspelindo Imbau Masyarakat Beli Pelumas di Toko Online Resmi
Photo : Istimewa

“Konsumen ini kan banyak ya, kalau bicara kemampuan mereka menilai produk itu bervariasi. Tapi mereka semua kita arahkan beli (pelumas) di bengkel resmi, maksudnya dikelola oleh merek kendaraannya,” ucap Yomie di Manhattan Hotel Jakarta, Kamis (24/8).

Ia menegaskan membeli pelumas di bengkel resmi memudahkan ‘tracking’ jika ada produk palsu.

Pembelian secara daring juga perlu lebih hati-hati. Yomie mengimbau masyarakat untuk beli pelumas di toko online resmi.

“Belanjalah di bengkel yang termasuk ke dalam distributor resmi. Biar ketahuan siapa saja memiliki pengalaman jualan oli dengan jaminan kualitas serta track record bagus, dan kalau belanja ke e-commerce beli di Official Store,” tegasnya.

Produsen Perlu Tingkatkan Fitur pada Kemasan

Meski konsumen sudah berhati-hati ini juga perlu didukung oleh fitur keamanan dari setiap produsen oli. Misalnya beberapa merek membubuhkan barcode, dapat di-scan untuk cek keaslian oli.

“Kita juga minta kepada seluruh pihak (merek) yang menghadapi intensitas pemalsuan tinggi untuk memperbaiki fitur teknologi pada packaging, karena itu solusi paling cepat,” ucap Yomie.

Yomie mengungkapkan sudah ada beberapa produsen mulai memperbaiki fitur untuk kemasan botol oli, hal tersebut diklaim efektif untuk bantu cegah pemalsuan.

Cara mendeteksi Oli Palsu
Photo : Pertamina Lubricants

Pada akhirnya peredaran pelumas palsu tidak sekadar merugikan produsen tapi juga konsumen. Meski perjalanan masih panjang Aspelindo mengklaim berkomitmen lebih menekan angka pemalsuan oli di Indonesia.

Namun hingga saat ini penanganan tepat masih dalam kajian dan diskusi. Sebab mempublikasi cara membedakan oli asli dan palsu juga dapat jadi ‘contekan’ buat para pemalsu untuk beraksi.


Terkini

news
Farizon V8E

Farizon Siap Terima Orderan Untuk MBG, Andalkan Van Listrik V8E

Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah

mobil
Smart #2

Smart #2 Siap Debut, Rival Air ev Racikan Geely dan Mercedes-Benz

Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern

motor
Presiden Prabowo Subianto

Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged

Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia

mobil
Wuling Aira ev

10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer

Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi

mobil
Suzuki XL7

Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya

Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen

mobil
Mobil listrik nasional

Prabowo Pastikan Mobil Listrik Nasional Mengaspal pada 2028

Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia

mobil
Farizon V8E

Farizon Investasi 50 Miliar Untuk Produksi V8E di Purwakarta

Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E