Strategi Motul dan Ipone Edukasi Pentingnya Merawat Kendaraan
12 Juni 2026, 21:33 WIB
Untuk minimalisir kemungkinan tertipu oli palsu, Aspelindo imbau konsumen beli pelumas di toko online resmi
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Peredaran pelumas palsu masih harus diwaspadai oleh produsen oli maupun konsumen. Sekarang pemalsuan semakin marak dan unit palsunya hampir tidak bisa dibedakan dengan versi orisinil.
Memusnahkan distribusi oli palsu tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Namun ada beberapa langkah bisa dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan tertipu.
Hal ini disampaikan oleh Yomie Harlin, Wakil Ketua Umum Aspelindo (Asosiasi Pelumas Indonesia). Bicara solusi jangka pendek ia menyebutkan dua langkah bisa dilakukan konsumen.
“Konsumen ini kan banyak ya, kalau bicara kemampuan mereka menilai produk itu bervariasi. Tapi mereka semua kita arahkan beli (pelumas) di bengkel resmi, maksudnya dikelola oleh merek kendaraannya,” ucap Yomie di Manhattan Hotel Jakarta, Kamis (24/8).
Ia menegaskan membeli pelumas di bengkel resmi memudahkan ‘tracking’ jika ada produk palsu.
Pembelian secara daring juga perlu lebih hati-hati. Yomie mengimbau masyarakat untuk beli pelumas di toko online resmi.
“Belanjalah di bengkel yang termasuk ke dalam distributor resmi. Biar ketahuan siapa saja memiliki pengalaman jualan oli dengan jaminan kualitas serta track record bagus, dan kalau belanja ke e-commerce beli di Official Store,” tegasnya.
Meski konsumen sudah berhati-hati ini juga perlu didukung oleh fitur keamanan dari setiap produsen oli. Misalnya beberapa merek membubuhkan barcode, dapat di-scan untuk cek keaslian oli.
“Kita juga minta kepada seluruh pihak (merek) yang menghadapi intensitas pemalsuan tinggi untuk memperbaiki fitur teknologi pada packaging, karena itu solusi paling cepat,” ucap Yomie.
Yomie mengungkapkan sudah ada beberapa produsen mulai memperbaiki fitur untuk kemasan botol oli, hal tersebut diklaim efektif untuk bantu cegah pemalsuan.
Pada akhirnya peredaran pelumas palsu tidak sekadar merugikan produsen tapi juga konsumen. Meski perjalanan masih panjang Aspelindo mengklaim berkomitmen lebih menekan angka pemalsuan oli di Indonesia.
Namun hingga saat ini penanganan tepat masih dalam kajian dan diskusi. Sebab mempublikasi cara membedakan oli asli dan palsu juga dapat jadi ‘contekan’ buat para pemalsu untuk beraksi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Juni 2026, 21:33 WIB
07 Juni 2026, 20:47 WIB
02 Mei 2026, 07:00 WIB
18 Maret 2026, 21:45 WIB
10 Februari 2026, 14:00 WIB
Terkini
02 Juli 2026, 20:00 WIB
Changan Deepal S05 REEV dan EV masih akan berstatus impor utuh dari Thailand, baru akan CKD apabila laris
02 Juli 2026, 19:03 WIB
Buat kaum urban, Hyundai New Creta diklaim cocok untuk menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari di perkotaan
02 Juli 2026, 16:19 WIB
All New TVS Callisto 110 menawarkan berbagai ubahan demi memanjakan para konsumen dan dijual Rp 19 jutaan
02 Juli 2026, 13:55 WIB
Mazda akan merilis 6e sedan ev terbaru yang dikembangkan bareng Changan Automobile dengan jarak tempuh 560 km
02 Juli 2026, 09:00 WIB
Mini Overland yang dilakukan Kagama 4X4 Adventure kali ini diikuti sekitar 70 mobil peserta di hari jadi kelima
02 Juli 2026, 07:01 WIB
Astra Daihatsu Motor mengusung empat pilar dalam menjalan komitmen mereka dala program CSR perusahaan
02 Juli 2026, 06:20 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta hari ini 2 Juli 2026 kembali diberlakukan untuk bisa sedikit memecah kebuntuan
02 Juli 2026, 06:02 WIB
SIM keliling Bandung bisa jadi opsi bagi masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara dengan mudah