Enduro Service Hadir di SPBU Pertamina Daan Mogot, Ini Layanannya
30 Desember 2025, 09:00 WIB
Untuk minimalisir kemungkinan tertipu oli palsu, Aspelindo imbau konsumen beli pelumas di toko online resmi
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Peredaran pelumas palsu masih harus diwaspadai oleh produsen oli maupun konsumen. Sekarang pemalsuan semakin marak dan unit palsunya hampir tidak bisa dibedakan dengan versi orisinil.
Memusnahkan distribusi oli palsu tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Namun ada beberapa langkah bisa dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan tertipu.
Hal ini disampaikan oleh Yomie Harlin, Wakil Ketua Umum Aspelindo (Asosiasi Pelumas Indonesia). Bicara solusi jangka pendek ia menyebutkan dua langkah bisa dilakukan konsumen.
“Konsumen ini kan banyak ya, kalau bicara kemampuan mereka menilai produk itu bervariasi. Tapi mereka semua kita arahkan beli (pelumas) di bengkel resmi, maksudnya dikelola oleh merek kendaraannya,” ucap Yomie di Manhattan Hotel Jakarta, Kamis (24/8).
Ia menegaskan membeli pelumas di bengkel resmi memudahkan ‘tracking’ jika ada produk palsu.
Pembelian secara daring juga perlu lebih hati-hati. Yomie mengimbau masyarakat untuk beli pelumas di toko online resmi.
“Belanjalah di bengkel yang termasuk ke dalam distributor resmi. Biar ketahuan siapa saja memiliki pengalaman jualan oli dengan jaminan kualitas serta track record bagus, dan kalau belanja ke e-commerce beli di Official Store,” tegasnya.
Meski konsumen sudah berhati-hati ini juga perlu didukung oleh fitur keamanan dari setiap produsen oli. Misalnya beberapa merek membubuhkan barcode, dapat di-scan untuk cek keaslian oli.
“Kita juga minta kepada seluruh pihak (merek) yang menghadapi intensitas pemalsuan tinggi untuk memperbaiki fitur teknologi pada packaging, karena itu solusi paling cepat,” ucap Yomie.
Yomie mengungkapkan sudah ada beberapa produsen mulai memperbaiki fitur untuk kemasan botol oli, hal tersebut diklaim efektif untuk bantu cegah pemalsuan.
Pada akhirnya peredaran pelumas palsu tidak sekadar merugikan produsen tapi juga konsumen. Meski perjalanan masih panjang Aspelindo mengklaim berkomitmen lebih menekan angka pemalsuan oli di Indonesia.
Namun hingga saat ini penanganan tepat masih dalam kajian dan diskusi. Sebab mempublikasi cara membedakan oli asli dan palsu juga dapat jadi ‘contekan’ buat para pemalsu untuk beraksi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Desember 2025, 09:00 WIB
23 Desember 2025, 16:27 WIB
19 Desember 2025, 16:00 WIB
18 Desember 2025, 17:07 WIB
17 Desember 2025, 17:00 WIB
Terkini
31 Desember 2025, 12:00 WIB
Pemprov DKI Jakarta akan menempatkan beberapa panggung dalam menyambut perayaan malam tahun baru 2026
31 Desember 2025, 12:00 WIB
Aismoli menuturkan kalau pasar motor listrik tetap menunjukan pertumbuhan secara bertahap dan moderat
31 Desember 2025, 11:00 WIB
Kinerja pasar motor baru di Indonesia pada 2025 terbilang cukup stabil meski banyak rintangan menghadang
31 Desember 2025, 10:00 WIB
Pemerintah dinilai perlu lebih mempertegas aturan soal TKDN EV penerima insentif mobil listrik impor
31 Desember 2025, 09:00 WIB
Dinas Perhubungan telah menyiapkan kantong parkir Car Free Night untuk memudahkan masyarakat yang bawa kendaraan
31 Desember 2025, 08:00 WIB
Dinas Perhubungan bakal rekayasa lalu lintas di TMII dan Ragunan untuk hindari kepadatan di malam tahun baru
31 Desember 2025, 07:00 WIB
Koleksi motor mantan atlet dan buron FBI jadi perhatian, banyak unit bersejarah dari Moto2 sampai MotoGP
31 Desember 2025, 06:00 WIB
Di penghujung tahun perpanjangan masa berlaku kartu bisa dimanfaatkan di SIM keliling Jakarta hari ini