BYD Resmi Buka Pabrik di Subang, Mampu Produksi 150 Ribu Mobil
03 September 2026, 16:02 WIB
Membaiknya kondisi industri otomotif Indonesia dirasakan banyak pihak, maka Bosch raup untung hingga Rp2 triliun
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Terus membaiknya industri otomotif di Indonesia mulai dirasakan oleh berbagai pihak. Salah satunya adalah Bosch yang ikut terdampak.
Sebab Bosch raup untung sampai Rp2 triliun sepanjang 2022 di Tanah Air. Jumlah tersebut cukup tinggi bagi mereka.
“Hasil penjualan perusahaan selama 2022 merupakan yang tertinggi sejak Bosch mulai beroperasi di Indonesia pada 2008. Didukung oleh situasi pasar cukup kondusif, kami sukses mencapai pertumbuhan di seluruh segmen,” ujar Pirmin Riegger, Managing Director Bosch Indonesia saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (7/6).
Menurut Pirmin sektor Mobility Solutions membukukan kenaikan yang signifikan. Hal itu tidak lepas dari meningkatnya volume ekspor produsen otomotif di Indonesia.
Kemudian karena banyak diluncurkan model kendaraan baru juga berpengaruh ke jumlah penjualan. Sehingga Bosch raup untung dengan jumlah yang cukup besar.
“Industri otomotif terus berkembang setiap waktunya, jadi produk kami bertambah sehingga kontribusi terbesar ada dari sektor otomotif,” tegasnya.
Berangkat dari hal di atas, Bosch Indonesia berencana terus mendukung transformasi industri lokal. Mereka bertekad terus melakukan inovasi ke depannya.
Di sisi lain Bosch telah memperluas aktivitasnya dalam beberapa tahun terakhir guna mengurangi emisi gas buang. Satu diantaranya dengan memanfaatkan potensi pertumbuhan yang signifikan dalam kendaraan hybrid dan listrik (EV).
“Bosch adalah mitra yang dapat diandalkan buat solusi sistem komprehensif dalam industri otomotif. Permintaan untuk mobilitas berkelanjutan mendorong kami guna mengembangkan teknologi sejalan dengan visi Indonesia,” kata Riegger.
Memang sebelumnya Bosch baru saja memperkenalkan teknologi buat menganalisa dan menyimpan data cloud terkait baterai mobil listrik yang dapat mencatat pola pengisian daya.
Kemudian penggunaan penampung daya serta cara berkendara BEV seseorang. Ini diklaim dapat bermanfaat terutama ketika mobilnya akan dijual kembali.
Teknologi yang disebut dengan nama Battery in the Clouds ini berfungsi layaknya buku servis. Di dalamnya ada data-data penting tentang baterai sehingga calon pembeli bisa melihat kualitas baterai pada mobil listrik miliknya.
Untuk diketahui sama seperti barang elektronik lain misalnya smartphone, pengisian daya EV tidak bisa dilakukan secara sembarangan, tanpa memperhatikan waktu atau kapasitasnya. Pemilik dilarang menunggu sampai daya baterai 0 persen serta tak boleh terlalu sering menggunakan fitur fast charging.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 September 2026, 16:02 WIB
06 Mei 2026, 11:35 WIB
10 Januari 2026, 09:30 WIB
05 Januari 2026, 09:00 WIB
01 Desember 2025, 12:00 WIB
Terkini
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota