Meskipun Irit, Mitsubishi Xforce Hybrid Disarankan Pakai BBM RON 95
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Nissan, Honda dan Mitsubishi berencana melakukan merger yang diperkirakan bakal berdampak positif pada industri otomotif
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Nissan, Honda dan Mitsubishi berencana melakukan merger setelah mereka menandatangani nota kesepahaman untuk membahasnya lebih detail. Bila merger berhasil dilakukan maka mereka akan menjadi produsen kendaraan terbesar ketiga di dunia.
Toshihiro Mibe, Presiden Honda mengungkap bahwa ketiganya akan menyatukan operasi mereka di bawah sebuah perusahaan induk. Honda bakal memimpin manajemen baru serta mempertahankan prinsip dan merek masing-masing.
Namun dampak dari merger tidak sebatas peringkat penjualan. Perusahaan juga berpotensi mengejar ketertinggalan mereka di sektor mobil listrik yang sekarang dikuasai oleh pabrikan asal China.
Hal ini karena masing-masing merek dapat berbagi platform dan mesin sehingga biaya pengembangan kendaraan bisa lebih murah. Dengan demikian mereka berpotensi makin kompetitif di masa depan.
Dilansir dari APNews, Honda bisa menggunakan platform SUV berukuran besar milik Nissan seperti Armada dan Infiniti QX80 yang tidak mereka punya.
Selain itu Nissan juga memiliki pengalaman cukup panjang dalam mengembangkan baterai mobil, kendaraan listrik hingga hybrid. Ini tentu akan membantu Honda dalam mengembangkan EV mereka di masa depan.
“Nissan memang memiliki beberapa segmen produk yang sekarang tidak digarap Honda dan merger dapat membantu,” ungkap Sam Abuelsamid, analis industri otomotif di wilayah Detroit dilansir APNews.
Sementara Nissan juga memerlukan bantuan dari Honda karena saat ini mereka tengah dalam kondisi sulit. Pabrikan asal Jepang itu bahkan melakukan pemecatan terhadap 9.000 karyawan atau sekitar 6 persen dari total tenaga kerja.
Selain itu mereka juga mengurangi kapasitas produksi global serta menunda produksi kendaraan baru. Kemudian Makoto Uchida, CEO Nissan pun menerima pemotongan gaji sebesar 50 persen sebagai bentuk tanggung jawab atas kesulitasn keuangan perusahaan yang ia pimpin.
Dengan melakukan merger maka diharapkan Nissan bisa pulih serta menjadi salah satu perusahaan otomotif terkuat di dunia. Hal ini dinilai masuk akal karena mereka masih memiliki struktur keuangan yang kuat dan cadangan kas sebesar 1,44 triliun yen atau setara Rp 148,4 triliun.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Juli 2026, 11:00 WIB
21 Juli 2026, 09:47 WIB
19 Juli 2026, 10:38 WIB
16 Juli 2026, 21:00 WIB
16 Juli 2026, 12:41 WIB
Terkini
21 Juli 2026, 23:36 WIB
Fitur V2L pada Chery Tiggo 9 CSH bisa berguna saat rumah tengah mengalami pemadaman listrik secara massal
21 Juli 2026, 21:23 WIB
Changan Deepal S05 resmi dipasarkan untuk para konsumen di Indonesia, mobil ini dipasarkan dalam dua varian
21 Juli 2026, 13:00 WIB
Helm pembalap tampil semakin istimewa dan mudah dikenali dengan penambahan livery maupun corak khusus
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Mitsubishi XForce Hybrid tidak disarankan menggunakan BBM dengan RON 90 atau setara Pertalite dari Pertamina
21 Juli 2026, 09:47 WIB
Penjualan motor listrik Honda disebut masih stagnan, adopsinya di masyarakat belum bisa dibilang maksimal
21 Juli 2026, 07:00 WIB
SUV kompak Geely Coolray masuk Indonesia secara impor, namun jumlahnya terbatas mengikuti permintaan konsumen
21 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini masih berlaku untuk memecah kebuntuan pada arus lalu lintas Ibu Kota di jam padat
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus masa berlaku dokumen berkendara