Apresiasi Jurnalistik Pertamina 2026 Dorong Inovasi Insan Media
03 Juli 2026, 15:00 WIB
BBM yang ditolak oleh Vivo karena adanya kandungan etanol akan tetap digunakan Pertamina buat penuhi kebutuhan pasar
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski ditolak oleh SPBU swasta, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan base feul yang sudah diimpor tetap akan digunakan. Pertamina akan menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan di Tanah Air.
Dengan demikian maka kebutuhan masyarakat terhadap BBM tetap terjaga meski hanya dilakukan Pertamina. Perusahaan pelat merah tersebut pun diklaim tidak mengalami kerugian atas pembatalan.
“Tidak ada kerugian yang terjadi karena BBM bakal dipakai sendiri sama Pertamina,” ucap Laode Sulaeman, Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas).
BBM tersebut seharusnya digunakan oleh Vivo karena sebelumnya sudah sepakat untuk membeli BBM impor dari Pertamina sebanyak 40.000 barel. Namun rencana itu dibatalkan karena dalam produk yang disediakan ternyata sudah mengandung etanol 3,5 persen.
Menurut Laode, kandungan etanol dalam base fuel yang diimpor oleh Pertamina tidak melanggar spesifikasi pemerintah. Terlebih menurutnya etanol wajar ditemukan di bahan bakar ramah lingkungan (biofuel).
Ia pun menjelaskan bahwa penolakan BBM yang diimpor oleh Pertamina disebabkan Vivo memiliki spesifikasi khusus bukan karena kualitas BBM Pertamina bermasalah.
“Itu spek di mereka sendiri, tidak mau menggunakan BBM mengandung etanol. Tapi, bukan berarti kandungan tidak berada di dalam toleransi,” ujar Laode.
Perlu diketahui bahwa kelangkaan BBM di SPBU swasta disebabkan oleh habisnya kuota impor BBM. Pemerintah pun memberikan solusi agar Shell, Vivo, BP serta Exxon Mobil membeli stok tambahan melalui skema impor melalui Pertamina.
"Mereka setuju dan memang harus setuju untuk beli, berkolaborasi dengan Pertamina," ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Antara, Jumat (19/09).
Dalam kesepakatannya, SPBU swasta mengajukan beberapa syarat dalam skema impor tambahan BBM lewat kolaborasi dengan Pertamina. Salah satunya adalah BBM yang dibeli merupakan base fuel lalu nantinya akan dilakukan pencampuran di tangki SPBU masing-masing.
Syarat selanjutnya adalah perusahaan bakal mengajukan survei bersama pembelian stok BBM. Mereka juga meminta adanya transparansi harga pembelian bahan bakar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Juli 2026, 15:00 WIB
01 Juli 2026, 16:32 WIB
18 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 14:57 WIB
10 Juni 2026, 07:00 WIB
Terkini
12 Juli 2026, 20:01 WIB
Marc Marquez kembali membuktikan performanya di MotoGP Jerman 2026, duo rider satelit Aprilia naik podium
12 Juli 2026, 14:44 WIB
Changan Indonesia menggelar Media Test Drive produk mereka yang terbaru yakni Deepal S05 BEV dan REEV
11 Juli 2026, 21:00 WIB
Data terbaru dari Gaikindo menunjukkan angka wholesales PHEV berhasil mencapai 2.402 unit sepanjang Juni 2026
11 Juli 2026, 20:48 WIB
Marc dan Alex Marquez berhasil menjadi yang terdepan dalam balapan di sesi sprint race MotoGP Jerman 2026
11 Juli 2026, 09:00 WIB
REEV menjadi satu alternatif teknologi ramah lingkungan baru yang bakal ditawarkan oleh berbagai merek Cina
11 Juli 2026, 07:00 WIB
Kecelakaan McLaren kembali menjadi pengingat tentang pentingnya kesadaran keselamatan berkendara sportscar
10 Juli 2026, 22:34 WIB
Honda Bangka Belitung baru saja menggelar kegiatan CSR, yakni menanam sebanyak ratusan pohon mangrove
10 Juli 2026, 18:09 WIB
Pada awal Juli 2026, Honda serta Yamaha kembali melakukan penyesuaian harga pada lini motor matic murah mereka