Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
BBM yang ditolak oleh Vivo karena adanya kandungan etanol akan tetap digunakan Pertamina buat penuhi kebutuhan pasar
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski ditolak oleh SPBU swasta, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan base feul yang sudah diimpor tetap akan digunakan. Pertamina akan menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan di Tanah Air.
Dengan demikian maka kebutuhan masyarakat terhadap BBM tetap terjaga meski hanya dilakukan Pertamina. Perusahaan pelat merah tersebut pun diklaim tidak mengalami kerugian atas pembatalan.
“Tidak ada kerugian yang terjadi karena BBM bakal dipakai sendiri sama Pertamina,” ucap Laode Sulaeman, Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas).
BBM tersebut seharusnya digunakan oleh Vivo karena sebelumnya sudah sepakat untuk membeli BBM impor dari Pertamina sebanyak 40.000 barel. Namun rencana itu dibatalkan karena dalam produk yang disediakan ternyata sudah mengandung etanol 3,5 persen.
Menurut Laode, kandungan etanol dalam base fuel yang diimpor oleh Pertamina tidak melanggar spesifikasi pemerintah. Terlebih menurutnya etanol wajar ditemukan di bahan bakar ramah lingkungan (biofuel).
Ia pun menjelaskan bahwa penolakan BBM yang diimpor oleh Pertamina disebabkan Vivo memiliki spesifikasi khusus bukan karena kualitas BBM Pertamina bermasalah.
“Itu spek di mereka sendiri, tidak mau menggunakan BBM mengandung etanol. Tapi, bukan berarti kandungan tidak berada di dalam toleransi,” ujar Laode.
Perlu diketahui bahwa kelangkaan BBM di SPBU swasta disebabkan oleh habisnya kuota impor BBM. Pemerintah pun memberikan solusi agar Shell, Vivo, BP serta Exxon Mobil membeli stok tambahan melalui skema impor melalui Pertamina.
"Mereka setuju dan memang harus setuju untuk beli, berkolaborasi dengan Pertamina," ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Antara, Jumat (19/09).
Dalam kesepakatannya, SPBU swasta mengajukan beberapa syarat dalam skema impor tambahan BBM lewat kolaborasi dengan Pertamina. Salah satunya adalah BBM yang dibeli merupakan base fuel lalu nantinya akan dilakukan pencampuran di tangki SPBU masing-masing.
Syarat selanjutnya adalah perusahaan bakal mengajukan survei bersama pembelian stok BBM. Mereka juga meminta adanya transparansi harga pembelian bahan bakar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
02 Agustus 2026, 12:27 WIB
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Terkini
23 Agustus 2026, 21:10 WIB
Motul boyong produk-produk unggulan yang memudahkan pembelian para pengunjung Indonesia Custom Show 2026
23 Agustus 2026, 20:38 WIB
Ipone tunjukkan komitmennya untuk mendekatkan diri dengan para pelanggan setia di Indonesia Custom Show 2026
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
Chery J6T CSH memiliki tampilan yang sama dengan versi listrik namun mempunyai jarak tempuh lebih jauh
23 Agustus 2026, 09:47 WIB
Omoda & Jaecoo Trimegah Bogor bisa memberikan fasilitas body and paint bagi konsumen dengan jaringan
22 Agustus 2026, 19:08 WIB
Program Cat Merdeka dari Penta Prima memberikan kesempatan pencinta otomotif memperbaharui tampilan kendaraan
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
Pihak BYD sebut Denza hanya akan mengalami penyegaran identitas logo yang memang dilakukan secara global
21 Agustus 2026, 19:08 WIB
Robot Aimoga, hasil kolaborasi dengan Chery hadirkan inovasi di pameran robot di Beijing, 19-23 Agustus 2026
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Yamaha sampai Honda terpantau tidak menaikan harga motor matic 150 cc, konsumen berkesempatan meminang unit.