Pertamina Lubricants Bantu Pengemudi Ojol, Beri Layanan Ganti Oli
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Vivo dan BP batal beli BBM dari Pertamina karena adanya kandungan etanol pada base feul BBM yang ditawarkan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – SPBU Vivo dan BP batal beli base fuel bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina. Keputusan ini diambil karena adanya kandungan etanol sebesar 3,5 persen pada produk yang ditawarkan oleh perusahaan minyak berpelat merah.
Jumlah tersebut sebenarnya diklaim masih diperkenankan. Pasalnya ambang batas kandungan etanol yang diperkenankan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) adalah di bawah 20 persen.
“Kandungan etanol ini membuat SPBU swasta tidak melanjutkan pembelian base fuel karena ada konten etanol tersebut,” ungkap Achmad Muchtasyar, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga dilansir Antara (02/10).
Padahal sebelumnya PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) telah sepakat menyerap 40 ribu barel BBM dari 100 ribu barel yang diimpor oleh Pertamina. Demikian pula BP-AKR juga sempat menyatakan minatnya buat membeli produk tersebut.
Meski demikian, Achmad optimis SPBU swasta mau bernegosiasi dengan Pertamina untuk kargo selanjutnya yang akan tiba pekan ini.
“Tetapi teman-teman SPBU swasta berkenan, jika nanti pada kargo selanjutnya, siap bernegosiasi. Ini bukan masalah di kualitas, masalah di konten,” ucap Achmad kemudian.
Perlu diketahui bahwa kelangkaan BBM di SPBU swasta disebabkan oleh habisnya kuota impor BBM. Pemerintah pun memberikan solusi agar Shell, Vivo, BP serta Exxon Mobil membeli stok tambahan dengan skema impor melalui Pertamina.
"Mereka setuju dan memang harus setuju untuk beli, berkolaborasi dengan Pertamina," ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Antara, Jumat (19/09).
Dalam kesepakatannya, SPBU swasta mengajukan beberapa syarat dalam skema impor tambahan BBM lewat kolaborasi dengan Pertamina. Salah satunya adalah BBM yang dibeli merupakan base fuel lalu nantinya akan dilakukan pencampuran di tangki SPBU masing-masing.
Syarat selanjutnya adalah perusahaan bakal mengajukan survei bersama pembelian stok BBM. Mereka juga meminta adanya transparansi harga pembelian bahan bakar.
"Kita ingin swasta maupun Pertamina harus sama-sama cengli (untung), harus semua terbuka dan sudah setuju juga terjadi open book," pungkas Bahlil.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
02 Agustus 2026, 12:27 WIB
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna
24 Agustus 2026, 18:22 WIB
Avatr 07L siap menjadi rival setara buat Denza, tawarkan kendaraan premium ramah lingkungan di Indonesia
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pergeseran minat pelaku usaha menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, sudah mulai terlihat
24 Agustus 2026, 06:20 WIB
Untuk bisa nyaman menggunakan kendaraan pribadi di Ibu Kota, Ikuti aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini