Bahlil Targetkan Tahun Depan Impor Solar Bisa Dihentikan

Bahlil menargetkan stop impor solar pada semester 2 2026 karena implementasi B50 sudah bisa diterapkan

Bahlil Targetkan Tahun Depan Impor Solar Bisa Dihentikan
Adi Hidayat

KatadataOTO – Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal hentikan impor solar pada semester II 2026. Kebijakan ini diambil karena pemerintah berencana mengimplementasikan Biodiesel B50.

Kebijakan tersebut membuat kebutuhan impor solar yang selama ini diperlukan bisa menurun dratis dari biasanya.

“Kalau sudah diberlakukan biodiesel B50, maka diharapkan tidak ada lagi kita melakukan impor solar pada 2026,” ungkap Bahlil dilansir Antara (09/10).

Terlebih saat ini dirinya mengungkap pemerintah tengah melakukan uji jalan biodiesel B50. Pengujian sudah memasuki tahao akhir dan digunakan pada beberapa kendaraan termasuk mobil hingga kapal.

Uji Jalan Solar B40 Selesai Desember 2022, Siap Jadi Pilihan Baru
Photo : Katadata

“Kalau pengujiannya sudah selesai maka diputuskan kita pakai B50,” ujar Bahlil kemudian.

Berdasarkan Peta Jalan Kementerian ESDM, program mandatori B50 memungkinkan untuk diterapkan pada semester II 2026. Hal ini karena uji coba membutuhkan waktu hingga 8 bulan.

Perlu diketahui bahwa biodiesel B50 adalah bahan bakar terbarukan hasil campuran dari 50 persen CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah) dan 50 persen solar konvensional (fosil). Oleh karenanya dibutuhkan pasokan CPO yang stabil guna merealisasikan mandatori B50.

Untuk memenuhi kebutuhan maka tiga langkah yang bisa ditempuh. Mulai dari intensifikasi lahan, pembukaan lahan hingga mengurangi ekspor CPO.

Sementara itu Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tengah menjadwalkan Rapat Kerja Nasional Komite Pengarah dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Sebab pengimplementasian B50 membutuhkan pasokan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Keunggulan Bahan Bakar Diesel Dexlite Dibanding Solar, Harga Tembus Rp12.650
Photo : Pertamina
Kebutuhan FAME atau Fatty Acid Methyl Ester yang didapatkan dari minyak sawit mentah untuk B50 adalah 19 juta KL. Sedangkan, ketersediaan FAME pada 2025 berada di kisaran 15,6 juta KL.

Saat ini, Indonesia sudah mengimplementasikan mandatori B40. Sementara Per September, implementasi B40 sudah mencapai 10 juta kiloliter  atau 64,7 persen dari target 15,6 juta KL.

Selain itu, implementasi B40 pada 2025 juga telah menghemat devisa negara sekitar 9,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 147,5 triliun.


Terkini

mobil
PEVS 2026

PEVS 2026 Dipastikan Lebih Meriah, Catat Tanggalnya

PEVS 2026 bakal diselenggarakan di JIExpo Kemayoran untuk menampilkan berbagai inovasi pada kendaraan listrik

mobil
BYD

BYD Tech Culture Fest 2026, Bisa Test Drive Denza B5 Gratis

BYD memperkenalkan berbagai inovasi yang mereka bawa ke Indonesia melalui acara Tech Culture Fest 2026

motor
Motor Listrik VinFast

Harga Motor Listrik VinFast di RI, Mulai Dikirim Juni 2026

Motor listrik VinFast sudah bisa dipesan oleh konsumen di Indonesia, tersedia dengan opsi sewa baterai

news
SIM Keliling Jakarta

Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 22 Mei Sebelum Akhir Pekan

Jelang akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih beroperasi normal di lima lokasi berbeda mulai pukul 08.00 WIB

news
SIM keliling Bandung

Sebelum Akhir Pekan SIM Keliling Bandung Ada di 2 Lokasi

SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas yang hadirkan untuk memudahkan mengurus dokumen berkendara

news
Ganjil Genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Terkini 22 Mei 2026 Sebelum Akhir Pekan

Skema Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 22 Mei 2026 kembali beroperasi untuk bisa memecah kebuntuan lalu lintas

mobil
Volvo

Strategi Volvo Bersaing di Tengah Ketatnya Persaingan Otomotif RI

Gencar elektrifikasi, Volvo luncurkan produk di kelas yang sama dengan BMW iX tetapi berkonfigurasi 7-seater

news
Truk listrik

Penggunaan Truk Listrik Diklaim Bantu Turunkan Biaya Operasional

Salah satu konsumen Kalista yang merasakan dampak positif dari penggunaan truk listrik adalah Evershine Group