Kuota Impor BBM Shell, BP AKR dan Vivo bakal Segera Ditetapkan
12 Desember 2025, 11:00 WIB
Bahlil menargetkan stop impor solar pada semester 2 2026 karena implementasi B50 sudah bisa diterapkan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal hentikan impor solar pada semester II 2026. Kebijakan ini diambil karena pemerintah berencana mengimplementasikan Biodiesel B50.
Kebijakan tersebut membuat kebutuhan impor solar yang selama ini diperlukan bisa menurun dratis dari biasanya.
“Kalau sudah diberlakukan biodiesel B50, maka diharapkan tidak ada lagi kita melakukan impor solar pada 2026,” ungkap Bahlil dilansir Antara (09/10).
Terlebih saat ini dirinya mengungkap pemerintah tengah melakukan uji jalan biodiesel B50. Pengujian sudah memasuki tahao akhir dan digunakan pada beberapa kendaraan termasuk mobil hingga kapal.
“Kalau pengujiannya sudah selesai maka diputuskan kita pakai B50,” ujar Bahlil kemudian.
Berdasarkan Peta Jalan Kementerian ESDM, program mandatori B50 memungkinkan untuk diterapkan pada semester II 2026. Hal ini karena uji coba membutuhkan waktu hingga 8 bulan.
Perlu diketahui bahwa biodiesel B50 adalah bahan bakar terbarukan hasil campuran dari 50 persen CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah) dan 50 persen solar konvensional (fosil). Oleh karenanya dibutuhkan pasokan CPO yang stabil guna merealisasikan mandatori B50.
Untuk memenuhi kebutuhan maka tiga langkah yang bisa ditempuh. Mulai dari intensifikasi lahan, pembukaan lahan hingga mengurangi ekspor CPO.
Sementara itu Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tengah menjadwalkan Rapat Kerja Nasional Komite Pengarah dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Sebab pengimplementasian B50 membutuhkan pasokan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
Saat ini, Indonesia sudah mengimplementasikan mandatori B40. Sementara Per September, implementasi B40 sudah mencapai 10 juta kiloliter atau 64,7 persen dari target 15,6 juta KL.
Selain itu, implementasi B40 pada 2025 juga telah menghemat devisa negara sekitar 9,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 147,5 triliun.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Desember 2025, 11:00 WIB
08 Desember 2025, 14:00 WIB
06 Desember 2025, 11:00 WIB
01 Desember 2025, 10:25 WIB
01 Desember 2025, 07:00 WIB
Terkini
13 Desember 2025, 09:00 WIB
Pengguna motor matic di perkotaan yang padat bisa mengandalkan produk oli gardan terbaru dari brand Motul
13 Desember 2025, 07:00 WIB
Lelang mobil kini makin mudah diikuti karena adanya aplikasi Auksi App yang menampilkan banyak fitur dan opsi
12 Desember 2025, 20:14 WIB
Denza diprediksi bakal memboyong beberapa model baru untuk pasar otomotif Tanah Air mulai tahun depan
12 Desember 2025, 19:00 WIB
Media sosial tengah viral aksi sopir PO Rosalia Indah yang mengancam keselamatan pengendara lain di jalan tol
12 Desember 2025, 18:00 WIB
Di Desember 2025 harga motor matic 150 cc terpantau landai, tidak ada pabrikan yang menaikan banderol
12 Desember 2025, 17:38 WIB
Sepanjang November 2025, Nissan hanya berhasil mengirimkan 31 unit mobil baru ke konsumen di Indonesia
12 Desember 2025, 17:00 WIB
Adanya bencana di Sumatera membuat klaim asuransi kendaraan di kawasan tersebut berpotensi naik signifikan
12 Desember 2025, 15:00 WIB
CIAAF jadi wadah berkumpul dan sarana untuk para pelaku usaha yang mencari supplier suku cadang otomotif