Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Bahan bakar minyak di Indonesia bakal diwajibkan memiliki campuran etanol 10 persen, bantu tekan emisi karbon
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah Indonesia semakin serius membahas implementasi campuran etanol 10 persen (E10) di bahan bakar minyak (BBM) yang beredar.
Kali ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), berencana menyusun road map atau peta jalan kebijakan itu.
"Kemarin kan baru ratas (rapat terbatas), setelah ratas baru kita membuat peta jalannya, ini peta jalannya lagi dibuat," ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM di Antara hari ini, Rabu (08/10).
Bahlil menuturkan bahwa rencana untuk mengembangkan etanol 10 persen berangkat dari keberhasilan pemerintah mengimplementasikan biodiesel.
Dari semula B10 atau campuran 10 persen minyak mentah sawit (crude palm oil/CPO) dengan 90 persen solar untuk bahan bakar diesel.
Kebijakan biodiesel tersebut sudah berkembang hingga B40. Bahkan untuk 2026 pemerintah menargetkan pengimplementasian B50.
"Berangkat dari potret keberhasilan biodiesel, mulai sekarang untuk bensin kami mulai mendorong untuk tahapan ke sana," lanjut Bahlil Lahadalia.
Menteri ESDM ini menjelaskan implementasi E10 masih menunggu persiapan pabrik etanol, baik yang berbahan baku tebu maupun singkong.
Langkah tersebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto soal pembangunan industri etanol.
"Untuk pabrik etanol ada dua, satu singkong, satu tebu. Tebu kemungkinan besar itu di Merauke, sementara singkong lagi dipetakan,” Bahlil menambahkan.
Oleh sebab itu Bahlil menggenjot penyusunan road map pengimplementasian etanol 10 persen di BBM.
Jika sudah maka mereka segera menerapkan kebijakan ini dalam waktu dekat. Jadi dipercaya membawa banyak dampak positif.
Sekadar mengingatkan, Bahlil menyampaikan Presiden Prabowo Subianto menyetujui mandatori campuran etanol 10 persen untuk BBM.
Keputusan ini diambil demi mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap impor BBM.
Sebagai informasi, penggunaan etanol pada BBM sebenarnya bukanlah hal baru. Sudah diterapkan secara internasional untuk membantu menekan emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara.
Kandungan etanol pada BBM berasal dari material tumbuhan misalnya tebu ataupun jagung. Ini diklaim lebih ramah lingkungan ketimbang bahan bakar fosil murni.
Penggunaan etanol juga disebut menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil murni. Kemudian mendukung peningkatan perekonomian masyarakat karena memanfaatkan bahan baku pertanian.
Di negara lain seperti Brasil, pencampuran etanol telah diatur dalam Renewable Energy Directive atau RED II dengan persentase blending 10 persen atau E10.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
01 Juli 2026, 16:32 WIB
18 Juni 2026, 07:00 WIB
Terkini
18 Agustus 2026, 22:30 WIB
Federal Oil sebagai produsen pelumas kendaraan bermotor kembali dipercaya untuk kategori 2-Wheel Engine Lubricants
18 Agustus 2026, 21:30 WIB
BMW Astra Art of Joy berkolaborasi dengan Teh Villa Gallery pamerkan karya lukis di diler Cilandak dan Serpong
18 Agustus 2026, 18:06 WIB
Amplifier Crescendo Revolution 7A4 cocok untuk berbagai jenis speaker, menyuguhkan audio premium di kabin
18 Agustus 2026, 14:00 WIB
BYD berada di puncak daftar merek mobil Cina terlaris secara retail sepanjang Juli 2026, Jaecoo kedua
18 Agustus 2026, 12:28 WIB
Motor matic murah bisa menjadi salah satu opsi terbaik untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian Anda
18 Agustus 2026, 09:00 WIB
BYD Atto 1 dikabarkan mendapat pembaruan di sejumlah sektor mulai dari eksterior, interior sampai jantung pacu
18 Agustus 2026, 07:00 WIB
Marini menilai jadwal MotoGP yang ada sekarang sudah terlalu padat sehingga sulit bagi dia memulihkan fisiknya
18 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ada dispensasi perpanjangan di SIM keliling Jakarta bagi pemegang yang kartunya kedaluwarsa 17 Agustus 2026