Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
Bahan bakar minyak di Indonesia bakal diwajibkan memiliki campuran etanol 10 persen, bantu tekan emisi karbon
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah Indonesia semakin serius membahas implementasi campuran etanol 10 persen (E10) di bahan bakar minyak (BBM) yang beredar.
Kali ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), berencana menyusun road map atau peta jalan kebijakan itu.
"Kemarin kan baru ratas (rapat terbatas), setelah ratas baru kita membuat peta jalannya, ini peta jalannya lagi dibuat," ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM di Antara hari ini, Rabu (08/10).
Bahlil menuturkan bahwa rencana untuk mengembangkan etanol 10 persen berangkat dari keberhasilan pemerintah mengimplementasikan biodiesel.
Dari semula B10 atau campuran 10 persen minyak mentah sawit (crude palm oil/CPO) dengan 90 persen solar untuk bahan bakar diesel.
Kebijakan biodiesel tersebut sudah berkembang hingga B40. Bahkan untuk 2026 pemerintah menargetkan pengimplementasian B50.
"Berangkat dari potret keberhasilan biodiesel, mulai sekarang untuk bensin kami mulai mendorong untuk tahapan ke sana," lanjut Bahlil Lahadalia.
Menteri ESDM ini menjelaskan implementasi E10 masih menunggu persiapan pabrik etanol, baik yang berbahan baku tebu maupun singkong.
Langkah tersebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto soal pembangunan industri etanol.
"Untuk pabrik etanol ada dua, satu singkong, satu tebu. Tebu kemungkinan besar itu di Merauke, sementara singkong lagi dipetakan,” Bahlil menambahkan.
Oleh sebab itu Bahlil menggenjot penyusunan road map pengimplementasian etanol 10 persen di BBM.
Jika sudah maka mereka segera menerapkan kebijakan ini dalam waktu dekat. Jadi dipercaya membawa banyak dampak positif.
Sekadar mengingatkan, Bahlil menyampaikan Presiden Prabowo Subianto menyetujui mandatori campuran etanol 10 persen untuk BBM.
Keputusan ini diambil demi mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap impor BBM.
Sebagai informasi, penggunaan etanol pada BBM sebenarnya bukanlah hal baru. Sudah diterapkan secara internasional untuk membantu menekan emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara.
Kandungan etanol pada BBM berasal dari material tumbuhan misalnya tebu ataupun jagung. Ini diklaim lebih ramah lingkungan ketimbang bahan bakar fosil murni.
Penggunaan etanol juga disebut menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil murni. Kemudian mendukung peningkatan perekonomian masyarakat karena memanfaatkan bahan baku pertanian.
Di negara lain seperti Brasil, pencampuran etanol telah diatur dalam Renewable Energy Directive atau RED II dengan persentase blending 10 persen atau E10.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Terkini
04 September 2026, 07:00 WIB
AUKSI memanfaatkan momentum hari pelanggan nasional untuk memberikan persembahan istimewa bagi peserta lelang
04 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengendalikan jumlah kendaraan pribadi
04 September 2026, 06:00 WIB
Masih ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
04 September 2026, 06:00 WIB
Salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang melayani pada pengendara sejak pagi, ada di BPR KS Wastu Kencana
03 September 2026, 16:46 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas
03 September 2026, 16:02 WIB
Pabrik BYD di Subang resmi beroperasi dengan investasi Rp11,7 triliun dengan kapasitas maksimal 150 ribu per tahun.
03 September 2026, 09:00 WIB
Jika dilihat Marc Marquez memang belum pernah menyelesaikan satu pun balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok
03 September 2026, 07:00 WIB
Pemberian insentif motor listrik masih belum menemui kepastian di September 2026, Kementerian ESDM buka suara