Harga BBM Pertamina Juli 2026, Solar dan Pertamax Turbo Turun
01 Juli 2026, 16:32 WIB
Bahan bakar minyak di Indonesia bakal diwajibkan memiliki campuran etanol 10 persen, bantu tekan emisi karbon
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah Indonesia semakin serius membahas implementasi campuran etanol 10 persen (E10) di bahan bakar minyak (BBM) yang beredar.
Kali ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), berencana menyusun road map atau peta jalan kebijakan itu.
"Kemarin kan baru ratas (rapat terbatas), setelah ratas baru kita membuat peta jalannya, ini peta jalannya lagi dibuat," ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM di Antara hari ini, Rabu (08/10).
Bahlil menuturkan bahwa rencana untuk mengembangkan etanol 10 persen berangkat dari keberhasilan pemerintah mengimplementasikan biodiesel.
Dari semula B10 atau campuran 10 persen minyak mentah sawit (crude palm oil/CPO) dengan 90 persen solar untuk bahan bakar diesel.
Kebijakan biodiesel tersebut sudah berkembang hingga B40. Bahkan untuk 2026 pemerintah menargetkan pengimplementasian B50.
"Berangkat dari potret keberhasilan biodiesel, mulai sekarang untuk bensin kami mulai mendorong untuk tahapan ke sana," lanjut Bahlil Lahadalia.
Menteri ESDM ini menjelaskan implementasi E10 masih menunggu persiapan pabrik etanol, baik yang berbahan baku tebu maupun singkong.
Langkah tersebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto soal pembangunan industri etanol.
"Untuk pabrik etanol ada dua, satu singkong, satu tebu. Tebu kemungkinan besar itu di Merauke, sementara singkong lagi dipetakan,” Bahlil menambahkan.
Oleh sebab itu Bahlil menggenjot penyusunan road map pengimplementasian etanol 10 persen di BBM.
Jika sudah maka mereka segera menerapkan kebijakan ini dalam waktu dekat. Jadi dipercaya membawa banyak dampak positif.
Sekadar mengingatkan, Bahlil menyampaikan Presiden Prabowo Subianto menyetujui mandatori campuran etanol 10 persen untuk BBM.
Keputusan ini diambil demi mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap impor BBM.
Sebagai informasi, penggunaan etanol pada BBM sebenarnya bukanlah hal baru. Sudah diterapkan secara internasional untuk membantu menekan emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara.
Kandungan etanol pada BBM berasal dari material tumbuhan misalnya tebu ataupun jagung. Ini diklaim lebih ramah lingkungan ketimbang bahan bakar fosil murni.
Penggunaan etanol juga disebut menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil murni. Kemudian mendukung peningkatan perekonomian masyarakat karena memanfaatkan bahan baku pertanian.
Di negara lain seperti Brasil, pencampuran etanol telah diatur dalam Renewable Energy Directive atau RED II dengan persentase blending 10 persen atau E10.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Juli 2026, 16:32 WIB
18 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 14:57 WIB
10 Juni 2026, 07:00 WIB
01 Juni 2026, 19:22 WIB
Terkini
16 Juli 2026, 07:00 WIB
Mobil listrik mungil Honda Super One bakal hadir di GIIAS 2026, mengincar pengguna mobil konvensional
16 Juli 2026, 06:00 WIB
Sistem pengaturan lalu lintas di Ibu Kota hingga saat ini masih mengandalkan ganjil genap Jakarta salah satunya
16 Juli 2026, 06:00 WIB
Ada beberapa dokumen yang harus dipersiapkan sebelum melakukan perpanjangan SIM di SIM keliling Jakarta
15 Juli 2026, 20:00 WIB
Toyota Motor Manufacturing Indonesia bertekad untuk terus melahirkan siswa-siswa SMK yang berkualitas
15 Juli 2026, 19:05 WIB
Versi produksi dari Chery X tampaknya sudah mulai dites jalan, bakal diperkenalkan secara resmi di GIIAS 2026
15 Juli 2026, 09:00 WIB
Pada bulan ini beberapa harga motor matic 150 cc mengalami kenaikan, sementara untuk jumlahnya bervariasi
15 Juli 2026, 07:00 WIB
Insentif EV, menurut Gaikindo seharusnya bisa diperluas ke jenis berbagai kendaraan ramah lingkungan lain
15 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta merupakan salah satu cara pemerintah Ibu Kota untuk bisa mengurai kemacetan jalan