BPLJSKB Bekasi Siap Akomodir Uji Tabrak Mobil di RI
27 September 2026, 09:55 WIB
Antam siapkan Rp 7 triliun untuk mengembangkan rantai pasok baterai kendaraan listrik di Indonesia di masa depan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – PT Aneka Tambang Tbk atau Antam siapkan Rp 7 Triliun untuk pengembangan rantai pasok baterai kendaraan listrik hingga penyelesaian fasilitas smelter alumunium. Dengan ini diharapkan ekosistem EV di Indonesia bisa lebih matang.
Pasalnya produksi baterai kendaraan listrik bisa dilakukan langsung di Tanah Air dan meningkatan industri di dalam negeri.
"Total investasi tahun ini adalah Rp 7 triliun atau sekitar USD 500 juta. Sebagian besar adalah investasi dalam proyek pengembangan seperti pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik," kata Arianto Sabtonugroho Rudjito, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Antam dilansir Antara (13/06).
Ia pun mengungkap bahwa pihaknya optimistis keuangan yang dimiliki perusahaan bisa menopang kemajuan perseroan ke depan. Terlebih perusahaan pelat merah tersebut tidak memiliki utang ke bank dalam neracanya.
"Menurut kami posisi keuangan Antam sangat kuat buat menopang pertumbuhan ke depan. Itulah alasannya kenapa kami sedang menjajaki pendanaan dari perbankan untuk membiayai total investasi tahun ini," katanya.
Perlu diketahui bahwa belakangan sejumlah perusahaan telah membangun baterai mobil listrik. Hal ini untuk mempercepat perkembangan ekosistem EV di Tanah Air.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kehadiran fasilitas milik Contemporary Amperex Technology (CATL). Produsen baterai kendaraan listrik asal Cina itu dikabarkan bakal mulai beroperasi pada Maret 2026.
Nantinya perusahaan tersebut akan bekerjasama dengan Indonesia Battery Corporation (IBC) untuk membangun pabrik sel baterai di Indonesia.
Fasilitas mereka mampu memproduksi daya hingga 15 GWh. Namun jumlah itu akan dicapai secara bertahap karena produksi perdananya hanya 7,5 GWh.
Sisanya baru akan dibangun bila sudah mendapat pendanaan dari hasil IPO yang dilakukan setelah produksi berjalan.
Selain CATL, pabrikan lain yang berkomitmen bangun fasilitas produksi adalah Huayou. Mereka menggantikan LG dalam konsorsium proyek di Indonesia dan siap menggelontorkan dana sebesar 145,2 triliun.
Pada proyek tersebut seluruh proses produksi baterai mobil listrik dari penyediaan bahan baku hingga pembuatan barang bakal dilakukan di dalam negeri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 September 2026, 09:55 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
28 September 2026, 06:00 WIB
Para pengguna mobil pribadi yang hendak melintas jalan protokol Ibu Kota, simak titik Ganjil Genap Jakarta
28 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, berikut biaya dan lokasinya
28 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung lagi untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara
27 September 2026, 23:38 WIB
Dengan pengalaman selama tiga dekade, Suzuki memberikan tampilan baru salah satu diler mereka di Pulo Gadung
27 September 2026, 22:55 WIB
Meskipun terlahir dengan DNA yang sama yakni SUV tangguh, namun kedua kendaraan memiliki karakter berbeda
27 September 2026, 21:23 WIB
SUV legendaris Mitsubishi yakni All-new Pajero kembali hadir, mobil ini mendapat respon baik di Indonesia
27 September 2026, 20:20 WIB
Pada bulan ini harga motor matic 150 cc tidak mengalami kenaikan, jadi kesempatan buat Anda membeli kendaraan
27 September 2026, 19:45 WIB
Kontes modifikasi Customaxi 2026 Yamaha digelar di Bandung, Jawa Barat karena memiliki daya tarik tersendiri