Proses Ekspor Toyota Terhambat Imbas Perang Iran dan Amerika
09 Maret 2026, 07:14 WIB
Industri otomotif jadi andalan ekspor, serta jadi salah satu yang paling cepat pulih setelah pandemi
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Pasca pandemi industri dari berbagai bidang berusaha untuk kembali pulih lagi dan meningkatkan daya beli masyarakat. Dari banyak bidang, otomotif dikatakan lebih cepat bangkit terlihat dari jumlah penjualan yang cukup besar tahun ini.
Tidak hanya penjualan domestik angka ekspor juga diklaim meningkat. Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyebut bahwa industri otomotif jadi andalan ekspor di Indonesia.
“Hari ini otomotif kita jadi salah satu andalan untuk ekspor. Tahun kemarin produksi (mobil) kembali normal mendekati 1 juta, 2023 akan tembus 1 juta sementara ekspor di atas 400.000 dan diharapkan tahun ini mendekati 500.000,” ungkap Airlangga saat pembukaan acara IDE Katadata 2023 di Hotel Kempinski Grand Ballroom, Kamis (20/7).
Ekspor otomotif menurut Airlangga juga menjadi salah satu bentuk hilirisasi sektor manufaktor. Sekarang ia mengungkapkan Indonesia telah mengekspor lebih ke 79 negara, menunjukan bahwa bangsa ini telah lebih kompetitif dan bisa diterima berbagai negara.
Untuk menekan biaya produksi ke depannya juga pemerintah dikatakan bakal mulai melarang ekspor bauksit yang jadi salah satu bahan baku produksi kendaraan.
“Kemudian di nikel dari brick iron sampai stainless steel dan alumunium (untuk) kitchen. Demikian pula untuk EV (electric vehicle) karena nikel kobalt jadi salah satu bagian dari EV,” ujar Airlangga.
Sebelumnya Yohannes Nangoi selaku Ketua Umum Gaikindo juga pernah menyebutkan hal serupa bahwa ekspor di 2023 lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ia pun memiliki targetnya sendiri untuk angka ekspor tahun ini.
“Diharapkan sekarang 500.000 dan melonjak jadi 1 juta. Indonesia ini negara terbesar ke-11 di dunia penghasil mobil, hampir tidak terbayang di 2022 kemarin kita melonjak dari urutan 15 ke 11,” ucapnya dalam konferensi pers GIIAS 2023 beberapa waktu lalu.
Menurutnya ekspor industri otomotif pasca pandemi memang belum bisa sepenuhnya dikatakan aman namun pengadaan mobil tetap tinggi, dan kebutuhan akan kendaraan bermotor akan terus ada.
“Walaupun kondisi ekonomi masih berat tapi secara global meningkat karena dibuktikan juga di Indonesia kita melihat pasar ekspor tetap besar,” tegasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Maret 2026, 07:14 WIB
08 Maret 2026, 13:00 WIB
27 Februari 2026, 07:00 WIB
24 Februari 2026, 11:01 WIB
17 Februari 2026, 09:00 WIB
Terkini
10 Maret 2026, 11:00 WIB
Toyota merajai 10 merek mobil terlaris pada Februari 2026, mereka berhasil mencatatkan retail 44.878 unit
10 Maret 2026, 07:11 WIB
Satu unit mobil diyakini kuat merupakan BYD M6 Hybrid, dibalut kamuflase di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 10 Maret 2026 terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di Ibu Kota
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan pengendara, kepolisian mengoperasikan SIM keliling Bandung dari dua tempat berbeda hari ini
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Lima titik lokasi SIM keliling Jakarta bisa jadi alternatif bagi Anda yang ingin melakukan perpanjangan SIM
09 Maret 2026, 17:00 WIB
Menurut data di laman resmi AISI, para produsen berhasil mendistribusikan 587.354 motor baru di Februari
09 Maret 2026, 15:00 WIB
Sampai saat ini, sudah 7.000 Jaecoo J5 EV yang sudah berhasil terkirim ke garasi para konsumen di Indonesia
09 Maret 2026, 11:26 WIB
Secara retail, penjualan mobil baru di Februari 2026 mencatatkan tren positif dibandingkan bulan sebelumnya