Motor Yamaha Terlaris pada 2025, Ada Nmax sampai Fazzio
15 Januari 2026, 10:00 WIB
Yamaha menilai demo yang masih berlangsung sampai hari ini bisa mempengaruhi daya beli masyarakat Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Aksi demonstrasi masih berlangsung di sejumlah daerah sampai Minggu (31/08). Terutama di wilayah Jakarta dan sekitar.
Beberapa kantor polisi juga Mako Brimob di Ibu Kota, diserang serta dibakar oleh pendemo yang tidak diketahui identitasnya.
Lalu kediaman sejumlah pejabat negara turut diserang dan dijarah. Seperti rumah Uya Kuya, Ahmad Sahroni, Eko Patrio sampai Sri Mulyani.
Tentu kondisi ini sangat merugikan banyak pihak. Sebab membawa dampak sangat negatif, terkhusus para pelaku usaha.
Selain itu efek negatif berpotensi dialami oleh industri otomotif. Demo bisa mengganggu operasional produksi mereka.
"Namanya industri pasti berharap situasi tetap kondusif. Karena pasti berpengaruh ya, keamanan itu kan (faktor) paling penting," ungkap Rifki Maulana, Manager Publik Relation, YRA & Community Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) di Bandung, Jawa Barat.
Rifki berharap demo yang masih berlangsung sampai hari ini segera mereda. Mengingat kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu.
Ia menilai kalau situasi bisa kembali kondusif, maka roda perekonomian di Tanah Air dapat kembali berputar.
Pasalnya jika demo berlangsung lama, maka rasa aman masyarakat di Indonesia pasti akan terpengaruh.
"Namanya prinsip ekonomi, mereka lebih berhati-hati dalam membelanjakan sesuatu karena situasi yang tidak kondusif," Rifki melanjutkan.
Bila situasi seperti sekarang tak mereda, akibatnya mengancam operasional para pabrikan kendaraan di dalam negeri.
Memang jika dilihat tidak hanya berdampak ke daya beli masyarakat. Namun juga mengganggu rantai pasok bahan baku.
Selanjutnya berpotensi menurunkan kepercayaan investor asing. Jadi sangat merugikan pabrikan motor di dalam negeri.
Apalagi kinerja pasar kendaraan roda dua di Tanah Air sedang mengalami kelesuan, kondisi tersebut sudah berjalan sejak awal tahun.
Sehingga aksi demonstrasi yang berkepanjangan, menjadi batu sandungan bagi penjualan motor baru di Indonesia.
"Semoga situasi kondusif sehingga roda ekonomi tetap berjalan dengan semestinya," Rifki menegaskan.
Hal senada turut keluar dilontarkan oleh Yannes Martinus Pasaribu, pakar otomotif sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB).
Martinus meminta kepada pemerintah dan para pemegang kebijakan, bisa segera mengatasi aksi demonstrasi.
"Secara terpaksa pemerintah harus mendinginkan suasana yang berpotensi mengeskalasi ini, dengan segera menjawab berbagai tuntutan yang ada," kata Yannes kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Dengan begitu situasi yang memanas, diharapkan dapat berangsung-angsur kondusif. Lalu tidak semakin melebar ke berbagai sektor.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Januari 2026, 10:00 WIB
14 Januari 2026, 17:00 WIB
12 Januari 2026, 09:00 WIB
10 Januari 2026, 09:00 WIB
09 Januari 2026, 10:00 WIB
Terkini
17 Januari 2026, 09:00 WIB
Desain utuh Starlight 560 alias Wuling Almaz Darion telah terdaftar di DJKI, peluncurannya semakin dekat
17 Januari 2026, 08:00 WIB
BYD berkomitmen bahwa pabrik mereka di Subang akan mulai aktif kuartal 1 2026 dan langsung produksi beberapa model
17 Januari 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia yang ada guna meningkatkan layanan
16 Januari 2026, 21:00 WIB
Motor TVS Callisto 125 mendapatkan dua tambahan warna baru, melengkapi empat opsi kelir yang sudah ada
16 Januari 2026, 17:00 WIB
Wholesales mobil listrik di RI terus mengalami perkembangan sejak 2020, naik signifikan berkat mobil Cina
16 Januari 2026, 15:00 WIB
Berikut KatadataOTO merangkum daftar biaya pembuatan pelat nomor cantik tahun ini, harga mulai Rp 5 jutaan
16 Januari 2026, 14:00 WIB
Buat Anda yang ingin menghabiskan waktu saat libur Isra Miraj, wajib mengetahui jadwal ganjil genap Puncak
16 Januari 2026, 13:00 WIB
Honda menegaskan menjaga stok di pasar agar tidak berlebihan di 2025 sehingga membuat wholesales turun tajam