Tanpa Subsidi, Permintaan Motor Listrik Bisa Meningkat Kembali
12 Januari 2026, 10:00 WIB
Pemerintah akan subsidi biaya baterai untuk mengkonversi sepeda motor konvensional menjadi kendaraan listrik
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen memberikan subsidi untuk konversi motor konvensional menjadi kendaraan listrik. Subsidi tersebut akan diberikan pada beragam bagian temasuk penyediaan serta pemasangan baterai yang mencapai Rp7.5 juta.
Namun insentif tersebut tidak bisa sembarangan diberikan kepada masyarakat. Pasalnya kebijakan harus melibatkan banyak pihak seperti Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan serta Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Dikutip dari Katadata.co.id, subsidi biaya baterai adalah salah satu dari beberapa opsi. Namun Arifin Tasrif, Menteri ESDM menegaskan bahwa semua kebijakan masih harus mendapat pembahasan.
"Subsidi biaya baterai adalah salah satu dari beberapa opsi yang bisa diambil. Semuanya masih dibahas," ungkap Arifin Tasrif, Menteri ESDM.
Ada subsidi untuk program konversi diyakini dapat menarik minat bikers di Indonesia untuk beralih ke kendaraan listrik. Pasalnya mereka tidak perlu membeli unit baru yang harganya terbilang tinggi.
Secara umum, biaya konversi saat ini mencapai Rp15 juta per unit. Harga tersebut terbilang tinggi karena setara dengan harga sepeda motor baru.
Tingginya harga sepeda motor listrik adalah karena biaya pemasangan baterai mencapai Rp7.5 juta. Oleh karena itu, kebijakan subsidi berpotensi memberi kemudahan kepada pelanggan dan mempercepat pengembangan kendaraan listrik di Tanah Air.
“Kami mengutamakan sepeda motor berusia tua, 10 tahun ke atas untuk dikonversi menjadi listrik. Prosesnya pun tidak membutuhkan waktu lama,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa pembelian motor listrik akan disubsidi Rp6.5 juta. Hal ini disampaikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koodinator Bidang Maritim dan Investasi beberapa waktu lalu.
“Sekarang mobil listrik kita luncurkan dengan subsidi. Sepeda motor kita lagi finalisasi, mungkin Rp6 – 6.5 juta atau berapa kira-kira berkisar segitu,” tegas Luhut.
Berkat harga yang lebih kompetitif maka bukan tidak mungkin masyarakat akan tertarik untuk berpindah. Dengan demikian target pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission di 2060 bisa tercapai lebih mudah.
Terlebih langkah tersebut juga sudah terbukti efektif dilakukan di beberapa negara seperti Norwegia. Bukan tidak mungkin hasil seripa juga bisa diraih Indonesia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Januari 2026, 10:00 WIB
07 Januari 2026, 10:00 WIB
02 Januari 2026, 13:38 WIB
01 Januari 2026, 09:00 WIB
31 Desember 2025, 12:00 WIB
Terkini
11 Oktober 2026, 09:00 WIB
Menurut data laporan AISI, pasar motor baru terus menunjukkan tren positif hingga periode September 2026
10 Oktober 2026, 17:00 WIB
BYD Blade Battery diadopsi untuk mobil buatan Jepang, terbarunya kei car bertenaga listrik Suzuki e Sky
10 Oktober 2026, 14:59 WIB
Marc Marquez keluar sebagai pemenang pada sesi sprint race MotoGP Mandalika 2026 setelah tundukkan Martin
09 Oktober 2026, 14:54 WIB
Teknologi keselamatan berkendara dan GPS dari Geotab membantu keamanan operasional armada transportasi
09 Oktober 2026, 12:21 WIB
Pameran modifikasi IMX 2026 jadi wadah kreativitas dan hiburan, digelar lebih luas di tiga hall ICE BSD
09 Oktober 2026, 07:00 WIB
Fermin Aldeguer turut merayakan kemenangan Timnas Indonesia dalam meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade diberlakukan, kebijakan Ganjil Genap Jakarta menjadi sorotan banyak pihak akan efektivitasnya
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, masyarakat masih bisa memanfaatka keberadaan SIM keliling Bandung di dua tempat berbeda