Insentif Motor Listrik Tak Kunjung Cair, Masih Tunggu Regulasi
25 September 2026, 19:00 WIB
Penggemar motor klasik yang ingin dukung elektrifikasi siap-siap, motor listrik Royal Enfield meluncur 2025
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Penggemar motor klasik yang ingin mengikuti perkembangan elektrifikasi tanpa meninggalkan model kesukaannya, bisa berbahagia karena motor listrik Royal Enfield meluncur 2025.
Saat ini pihak pabrikan ternyata tengah mengembangkan teknologi EV (Electric Vehicle) namun tidak terburu-buru untuk memasarkan unitnya kepada konsumen. Motor listrik tersebut nantinya akan diproduksi di pabrik baru di Cheyyar, Chennai, India.
Sementara prototipe-nya bakal diperkenalkan kepada masyarakat di 2023.
Untuk diketahui plant di Cheyyar merupakan fasilitas ketiga, memang sedang dipakai untuk memproduksi model motor terdahulunya. Model motor listrik ini diprediksi akan mulai diperkenalkan pada 2025.
Royal Enfield sendiri tengah menunggu waktu tepat untuk bertransisi dan turut ambil bagian dalam percepatan elektrifikasi, seperti yang tengah digencarkan hampir seluruh produsen otomotif global.
Beberapa pabrikan kendaraan roda dua sudah mendahului dengan memasarkan skutik. Modelnya terbilang lebih sederhana, minimalis dan beberapa bahkan menyerupai skutik konvensional.
Belum ada informasi lebih lanjut tentang model yang akan dipakai untuk mengisi lini elektrifikasi Royal Enfield nantinya. Bisa disematkan pada model terdahulu atau menggunakan desain baru tanpa meninggalkan kesan retro.
Sebagai langkah membantu percepatan elektrifikasi pemerintah mengizinkan pemilik sepeda motor konvensional untuk mengkonversi unitnya jadi motor listrik.
Namun perlu diingat ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada ketentuan biaya hingga model yang digunakan, seperti sebelumnya dijelaskan oleh Dadan Kusdiana selaku Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.
Usia sepeda motor harus berusia tujuh hingga 10 tahun, dengan kapasitas mesin terbatas pada 100 cc sampai 125 cc. Sehingga motor klasik usia di atas 10 tahun tentunya tidak memenuhi persyaratan ini.
Selain itu komponennya juga harus lengkap dan bukan merupakan unit modifikasi. Lampu sein, klakson dan bodi motor jadi beberapa faktor penting.
Baterainya harus lithium berkapasitas 1.2 kWh samapi 1.5 kWh. Dayanya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mobilitas pengguna.
“Bila di atas itu maka silahkan bayar sendiri. Kami ingin menyasar kendaraan motor yang berpopulasi paling banyak sehingga penyiapan bengkelnya seragam,” ucap Dadan.
Setelah dikonversi, Dadan menegaskan bahwa mesin motor bakal dihancurkan sehingga tidak bisa digunakan kembali oleh masyarakat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 September 2026, 19:00 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
01 Oktober 2026, 21:00 WIB
Belum diumumkan besarannya, namun tarif Transjakarta serta Transjabodetabek dipastikan naik mulai 2027
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
Teknologi REEV Light jadi terobosan Suzuki hadapi persaingan sengit dengan merek Cina di era elektrifikasi
01 Oktober 2026, 18:13 WIB
AiMOGA Robotics dari Chery Group terus kembangkan teknologi robotika yang bisa membantu tugas manusia
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
Pada Oktober 2026 harga BBM di seluruh SPBU terpantau tak mengalami penyesuaian harga, sama seperti bulan lalu
01 Oktober 2026, 07:00 WIB
Martin bertekad tampil maksimal di MotoGP Jepang 2026 dan mempertahankan tempatnya di klasemen sementara
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda