Yadea Sebut Budaya Mobilitas Modern di Indonesia Terus Berkembang
24 Juni 2026, 15:00 WIB
Penggemar motor klasik yang ingin dukung elektrifikasi siap-siap, motor listrik Royal Enfield meluncur 2025
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Penggemar motor klasik yang ingin mengikuti perkembangan elektrifikasi tanpa meninggalkan model kesukaannya, bisa berbahagia karena motor listrik Royal Enfield meluncur 2025.
Saat ini pihak pabrikan ternyata tengah mengembangkan teknologi EV (Electric Vehicle) namun tidak terburu-buru untuk memasarkan unitnya kepada konsumen. Motor listrik tersebut nantinya akan diproduksi di pabrik baru di Cheyyar, Chennai, India.
Sementara prototipe-nya bakal diperkenalkan kepada masyarakat di 2023.
Untuk diketahui plant di Cheyyar merupakan fasilitas ketiga, memang sedang dipakai untuk memproduksi model motor terdahulunya. Model motor listrik ini diprediksi akan mulai diperkenalkan pada 2025.
Royal Enfield sendiri tengah menunggu waktu tepat untuk bertransisi dan turut ambil bagian dalam percepatan elektrifikasi, seperti yang tengah digencarkan hampir seluruh produsen otomotif global.
Beberapa pabrikan kendaraan roda dua sudah mendahului dengan memasarkan skutik. Modelnya terbilang lebih sederhana, minimalis dan beberapa bahkan menyerupai skutik konvensional.
Belum ada informasi lebih lanjut tentang model yang akan dipakai untuk mengisi lini elektrifikasi Royal Enfield nantinya. Bisa disematkan pada model terdahulu atau menggunakan desain baru tanpa meninggalkan kesan retro.
Sebagai langkah membantu percepatan elektrifikasi pemerintah mengizinkan pemilik sepeda motor konvensional untuk mengkonversi unitnya jadi motor listrik.
Namun perlu diingat ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada ketentuan biaya hingga model yang digunakan, seperti sebelumnya dijelaskan oleh Dadan Kusdiana selaku Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.
Usia sepeda motor harus berusia tujuh hingga 10 tahun, dengan kapasitas mesin terbatas pada 100 cc sampai 125 cc. Sehingga motor klasik usia di atas 10 tahun tentunya tidak memenuhi persyaratan ini.
Selain itu komponennya juga harus lengkap dan bukan merupakan unit modifikasi. Lampu sein, klakson dan bodi motor jadi beberapa faktor penting.
Baterainya harus lithium berkapasitas 1.2 kWh samapi 1.5 kWh. Dayanya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mobilitas pengguna.
“Bila di atas itu maka silahkan bayar sendiri. Kami ingin menyasar kendaraan motor yang berpopulasi paling banyak sehingga penyiapan bengkelnya seragam,” ucap Dadan.
Setelah dikonversi, Dadan menegaskan bahwa mesin motor bakal dihancurkan sehingga tidak bisa digunakan kembali oleh masyarakat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 Juni 2026, 15:00 WIB
20 Juni 2026, 18:05 WIB
19 Juni 2026, 15:00 WIB
12 Juni 2026, 21:28 WIB
08 Juni 2026, 18:00 WIB
Terkini
02 Juli 2026, 16:19 WIB
All New TVS Callisto 110 menawarkan berbagai ubahan demi memanjakan para konsumen dan dijual Rp 19 jutaan
02 Juli 2026, 13:55 WIB
Mazda akan merilis 6e sedan ev terbaru yang dikembangkan bareng Changan Automobile dengan jarak tempuh 560 km
02 Juli 2026, 09:00 WIB
Mini Overland yang dilakukan Kagama 4X4 Adventure kali ini diikuti sekitar 70 mobil peserta di hari jadi kelima
02 Juli 2026, 07:01 WIB
Astra Daihatsu Motor mengusung empat pilar dalam menjalan komitmen mereka dala program CSR perusahaan
02 Juli 2026, 06:20 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta hari ini 2 Juli 2026 kembali diberlakukan untuk bisa sedikit memecah kebuntuan
02 Juli 2026, 06:02 WIB
SIM keliling Bandung bisa jadi opsi bagi masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara dengan mudah
02 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani prosedur perpanjangan SIM yang mudah untuk warga Jakarta, simak lokasinya
01 Juli 2026, 21:33 WIB
Rofbell Ardante Sahroni mendapat apresiasi dari IMI (Ikatan Motor Indonesia) atas prestasinya di ajang Drift