Tanpa Subsidi, Permintaan Motor Listrik Bisa Meningkat Kembali
12 Januari 2026, 10:00 WIB
Penggemar motor klasik yang ingin dukung elektrifikasi siap-siap, motor listrik Royal Enfield meluncur 2025
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Penggemar motor klasik yang ingin mengikuti perkembangan elektrifikasi tanpa meninggalkan model kesukaannya, bisa berbahagia karena motor listrik Royal Enfield meluncur 2025.
Saat ini pihak pabrikan ternyata tengah mengembangkan teknologi EV (Electric Vehicle) namun tidak terburu-buru untuk memasarkan unitnya kepada konsumen. Motor listrik tersebut nantinya akan diproduksi di pabrik baru di Cheyyar, Chennai, India.
Sementara prototipe-nya bakal diperkenalkan kepada masyarakat di 2023.
Untuk diketahui plant di Cheyyar merupakan fasilitas ketiga, memang sedang dipakai untuk memproduksi model motor terdahulunya. Model motor listrik ini diprediksi akan mulai diperkenalkan pada 2025.
Royal Enfield sendiri tengah menunggu waktu tepat untuk bertransisi dan turut ambil bagian dalam percepatan elektrifikasi, seperti yang tengah digencarkan hampir seluruh produsen otomotif global.
Beberapa pabrikan kendaraan roda dua sudah mendahului dengan memasarkan skutik. Modelnya terbilang lebih sederhana, minimalis dan beberapa bahkan menyerupai skutik konvensional.
Belum ada informasi lebih lanjut tentang model yang akan dipakai untuk mengisi lini elektrifikasi Royal Enfield nantinya. Bisa disematkan pada model terdahulu atau menggunakan desain baru tanpa meninggalkan kesan retro.
Sebagai langkah membantu percepatan elektrifikasi pemerintah mengizinkan pemilik sepeda motor konvensional untuk mengkonversi unitnya jadi motor listrik.
Namun perlu diingat ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada ketentuan biaya hingga model yang digunakan, seperti sebelumnya dijelaskan oleh Dadan Kusdiana selaku Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.
Usia sepeda motor harus berusia tujuh hingga 10 tahun, dengan kapasitas mesin terbatas pada 100 cc sampai 125 cc. Sehingga motor klasik usia di atas 10 tahun tentunya tidak memenuhi persyaratan ini.
Selain itu komponennya juga harus lengkap dan bukan merupakan unit modifikasi. Lampu sein, klakson dan bodi motor jadi beberapa faktor penting.
Baterainya harus lithium berkapasitas 1.2 kWh samapi 1.5 kWh. Dayanya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mobilitas pengguna.
“Bila di atas itu maka silahkan bayar sendiri. Kami ingin menyasar kendaraan motor yang berpopulasi paling banyak sehingga penyiapan bengkelnya seragam,” ucap Dadan.
Setelah dikonversi, Dadan menegaskan bahwa mesin motor bakal dihancurkan sehingga tidak bisa digunakan kembali oleh masyarakat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Januari 2026, 10:00 WIB
10 Januari 2026, 15:00 WIB
07 Januari 2026, 18:00 WIB
07 Januari 2026, 16:00 WIB
07 Januari 2026, 10:00 WIB
Terkini
16 Januari 2026, 07:00 WIB
Aprilia Racing jadi tim MotoGP ketiga yang merilis motor balap baru Marco Bezzecchi dan Jorge Martin
16 Januari 2026, 06:24 WIB
BYD punya sirkuit all-terrain dengan fasilitas lengkap sebagai tempat pengetesan dan pamer ketangguhan New Energy Vehicle atau NEV
16 Januari 2026, 06:00 WIB
Meski ada libur nasional Isra Miraj hari ini, SIM keliling Bandung hadir guna memenuhi kebutuhan pengedara
15 Januari 2026, 19:00 WIB
FIM menetapkan aturan baru terkait prosedur menyalakan motor pasca kecelakaan di tengah balapan MotoGP
15 Januari 2026, 17:00 WIB
Valentino Rossi percaya Desmosedici milik Ducati masih akan kompetitif usai peraturan MotoGP 2027 dijalankan
15 Januari 2026, 16:00 WIB
Insiden mobil listrik terbakar tidak semata-mata disebabkan oleh baterai, berikut analisa EVSafe Indonesia
15 Januari 2026, 15:00 WIB
Menurut informasi yang dihimpun, Toyota Innova Zenix paling murah dipasarkan dengan banderol Rp 437,3 jutaan
15 Januari 2026, 14:00 WIB
Harga Hyundai Ioniq 5 langsung terkerek tinggi dibandingkan tahun lalu, sehingga bisa memberatkan konsumen