Tips Aman Meninggalkan Motor Listrik saat Mudik Lebaran 2026
16 Maret 2026, 13:34 WIB
Menjadi salah satu strategi meningkatkan penggunaan kendaraan ramah lingkungan, Pemprov Bali siapkan jalur motor listrik
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Provinsi Bali sedang menyiapkan jalur motor listrik agar wisatawan lebih mudah dan nyaman saat menuju objek wisata. Hal tersebut diungkapkan Ida Bagus Ngurah Arda selaku Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Bali.
"Kalau ke tempat wisata itu akan ada jalur-jalur motor listrik jadi memang ke depannya ada rencana seperti itu. Dinas Perhubungan yang lebih tepat mengenai pembagian jalurnya nanti," kata Ngurah Arda.
Selain memberikan kenyamanan bagi pengendara kendaraan ramah lingkungan, upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan keinginan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Terlebih saat ini Pemprov Bali memiliki visi mewujudkan udara bersih dengan memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT).
"Kita optimis juga karena tentunya tidak perlu menggunakan BBM dan ramah lingkungan, meskipun harga BBM naik tidak pusing lagi dan tidak perlu memikirkan itu. Sehingga akan lebih hemat, pemeliharaan dan suku cadangnya lebih sederhana dibandingkan motor konvensional," ujar Arda.
Melihat sumber energi bagi kendaraan konvensional yang terus menipis, mau tidak mau masyarakat akan beralih menggunakan kendaraan listrik.
"Alangkah baiknya masyarakat bisa memanfaatkan kendaraan-kendaraan yang tidak bergantungan dengan energi yang bersumber dari fosil contohnya BBM. Kita memanfaatkan kendaraan yang merupakan hasil dari energi terbarukan seperti motor listrik," kata dia.
Sementara itu, penggunaan motor listrik di Bali saat ini kian meningkat. Terlebih setelah kenaikan harga BBM.
"Selama dua bulan terakhir makin banyak peminatnya untuk membeli kendaraan listrik. Apalagi ada kenaikan harga BBM. Mereka sudah mulai berpikir dan beralih ke motor listrik karena estimasi untuk harga perawatan dan biaya pengisian jauh lebih murah," kata Reza Hidayat, Manajer Area GESITS Bali Pratama.
Secara teknis, Reza menjelaskan bahwa kendaraan konvensional dengan bahan bakar 1 liter Rp10.000 mampu menempuh jarak 40-50 kilometer. Dibandingkan motor listrik, BBM 1 liter setara dengan pengisian tiga jam atau Rp2.500-Rp3.000.
"Jadi tebal perbandingannya. Juga kalau misalkan servis berkala kalau tidak ada kendala sampai 13 ribu kilometer tidak usah diservis, karena servis sebenarnya hanya pembersihan kampas rem, dan pengecekan kelistrikan," ujarnya.
Resmi memeriahkan pasar otomotif Bali pada 2020, Gesits berhasil menjual 600 unit motor listrik dengan pembelian tertinggi di tahun 2022 terutama pada September.
"Pasca-BBM naik antreannya sudah delapan orang. Saya juga sedikit kaget, kalau buat saya ini penjualan tertinggi karena kalau delapan biasanya kami harus menunggu akhir bulan," katanya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Maret 2026, 13:34 WIB
13 Maret 2026, 17:00 WIB
11 Maret 2026, 18:00 WIB
13 Februari 2026, 08:00 WIB
12 Februari 2026, 16:00 WIB
Terkini
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
31 Maret 2026, 09:47 WIB
HPM memantau bagaimana antusias masyarakat terhadap mobil listrik Honda 0 Alpha yang akan diluncurkan
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Suzuki Burgman 125 EX direcall karena adanya potensi kerusakan pada kabel rem belakang yang bisa mengurangi performa
31 Maret 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Jakarta menawarkan kemudahan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak lokasinya
31 Maret 2026, 06:03 WIB
MCD Pasir Koja menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini melayani pengendara
31 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 31 Maret menjadi yang terakhir di bulan ini dengan pengawasan ketat dari kepolisian
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Masanao Kataoka ditunjuk untuk menjabat sebagai President Director Honda Prospect Motor yang baru saat ini