Omoway Beri Subsidi Motor Pertamanya, Omo-X Dijual Rp 35 Jutaan
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Menjadi salah satu strategi meningkatkan penggunaan kendaraan ramah lingkungan, Pemprov Bali siapkan jalur motor listrik
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Provinsi Bali sedang menyiapkan jalur motor listrik agar wisatawan lebih mudah dan nyaman saat menuju objek wisata. Hal tersebut diungkapkan Ida Bagus Ngurah Arda selaku Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Bali.
"Kalau ke tempat wisata itu akan ada jalur-jalur motor listrik jadi memang ke depannya ada rencana seperti itu. Dinas Perhubungan yang lebih tepat mengenai pembagian jalurnya nanti," kata Ngurah Arda.
Selain memberikan kenyamanan bagi pengendara kendaraan ramah lingkungan, upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan keinginan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Terlebih saat ini Pemprov Bali memiliki visi mewujudkan udara bersih dengan memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT).
"Kita optimis juga karena tentunya tidak perlu menggunakan BBM dan ramah lingkungan, meskipun harga BBM naik tidak pusing lagi dan tidak perlu memikirkan itu. Sehingga akan lebih hemat, pemeliharaan dan suku cadangnya lebih sederhana dibandingkan motor konvensional," ujar Arda.
Melihat sumber energi bagi kendaraan konvensional yang terus menipis, mau tidak mau masyarakat akan beralih menggunakan kendaraan listrik.
"Alangkah baiknya masyarakat bisa memanfaatkan kendaraan-kendaraan yang tidak bergantungan dengan energi yang bersumber dari fosil contohnya BBM. Kita memanfaatkan kendaraan yang merupakan hasil dari energi terbarukan seperti motor listrik," kata dia.
Sementara itu, penggunaan motor listrik di Bali saat ini kian meningkat. Terlebih setelah kenaikan harga BBM.
"Selama dua bulan terakhir makin banyak peminatnya untuk membeli kendaraan listrik. Apalagi ada kenaikan harga BBM. Mereka sudah mulai berpikir dan beralih ke motor listrik karena estimasi untuk harga perawatan dan biaya pengisian jauh lebih murah," kata Reza Hidayat, Manajer Area GESITS Bali Pratama.
Secara teknis, Reza menjelaskan bahwa kendaraan konvensional dengan bahan bakar 1 liter Rp10.000 mampu menempuh jarak 40-50 kilometer. Dibandingkan motor listrik, BBM 1 liter setara dengan pengisian tiga jam atau Rp2.500-Rp3.000.
"Jadi tebal perbandingannya. Juga kalau misalkan servis berkala kalau tidak ada kendala sampai 13 ribu kilometer tidak usah diservis, karena servis sebenarnya hanya pembersihan kampas rem, dan pengecekan kelistrikan," ujarnya.
Resmi memeriahkan pasar otomotif Bali pada 2020, Gesits berhasil menjual 600 unit motor listrik dengan pembelian tertinggi di tahun 2022 terutama pada September.
"Pasca-BBM naik antreannya sudah delapan orang. Saya juga sedikit kaget, kalau buat saya ini penjualan tertinggi karena kalau delapan biasanya kami harus menunggu akhir bulan," katanya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Mei 2026, 11:31 WIB
09 Mei 2026, 11:00 WIB
08 Mei 2026, 09:00 WIB
15 April 2026, 09:00 WIB
11 April 2026, 21:57 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta