Ini Tantangan Pengembangan Sepeda Motor Listrik di Indonesia

Tantangan pengembangan sepeda motor listrik di Indonesia rumit sehingga sulit mengungguli teknologi konvensional

Ini Tantangan Pengembangan Sepeda Motor Listrik di Indonesia
Adi Hidayat

TRENOTO – PT Kilats Energy Indonesia (Kilats) menyadari bahwa ada banyak tantangan pengembangan sepeda motor listrik di Indonesia. Akibatnya masih perlu waktu yang panjang agar bisa menggantikan teknologi pembakaran internal.

Hal ini disampaikan Devita, Representatif Kilats Energy Indonesia pada media. Menurutnya salah satu tantangan terbesar komponen kendaraan yang sulit didapatkan karena masih diimpor.

“Tantangannya adalah komponen karena ketersediaannya tidak banyak. Karena itulah kami mencoba mengembangkan sepeda motor listrik namun menggunakan part produksi dalam negeri,” ungkapnya.

Photo : TrenOto

Tantangan lain adalah kurangnya edukasi terhadap pengemudi bahwa sepeda motor listrik berbeda dengan konvensional. Akibatnya banyak yang mengeluh bahwa kendaraan mereka sering mengalami kendala.

“Berdasarkan pengalaman kami banyak pengendara yang belum tahu cara menggunakan sepeda motor listrik. Kemudian cara merawatnya pun masih belum mengerti sehingga masih banyak pertanyaan saat servis berkala atau berapa lama jaraknya,” ungkapnya.

Tantangan berikutnya adalah perbedaan desain baterai yang digunakan oleh masing-masing model kendaraan. Kondisi ini membuat pelanggan kesulitan saat kehabisan daya di tengah jalan.

Baca juga : Gova F600 Diperkenalkan, Pakai 2 Baterai Bisa Tempuh 120 Km

“Kalau beli motor bensin, ya bisa beli dimana saja tapi kalau baterai tidak. Inilah yang ingin kami adopsi, jadi pelanggan bisa membeli unit tanpa baterai karena sistemnya hanya sewa,” ungkapnya.

Dengan kemudahan tersebut maka pelanggan bisa mengganti baterainya dimana saja dan meningkatkan jarak tempuh perjalanan. Selain itu harganya pun bisa menjadi jauh lebih murah.

Photo : TrenOto

Gova F600 adalah salah satu model yang akan menggunakan konsep tersebut. Pelanggan diberi kebebasan untuk membeli dengan baterai atau tanpa baterai.

Bila membelinya dengan sebuah baterai maka harganya sekitar Rp30 jutaan sementara bila menyewa maka nilainya hanya Rp20 jutaan. Biaya rental baterai pun sebenarnya tak terlalu mahal karena hanya Rp300.000 per bulan.

Model ini telah dilengkapi oleh motor 3000W serta mampu menghasilkan torsi 24Nm dan kecepatan tertingginya yaitu 70 km per jam. Gova F600 menggunakan dua buah baterai 72V20ah sehingga mampu digunakan untuk menempuh perjalanan 80 hingga 120 km.


Terkini

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia

mobil
Farizon V8E

Farizon Investasi 50 Miliar Untuk Produksi V8E di Purwakarta

Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E

mobil
BMW iX3 Siap Debut di GIIAS 2026, Dijual Terbatas

Penjualan Merek Mobil Mewah Juli 2026, Kompak Turun

Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz

mobil
BMW

BMW Catat Kenaikan Pemesanan di GIIAS 2026, iX3 Laku Keras

Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse

motor
Motor listrik

Prabowo Janji Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa Uang Muka

Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika

news
Ganjil Genap Jakarta

Cek 26 Titik Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 14 Agustus 2026

Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal

news
SIM Keliling Jakarta

Syarat dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Jelang Weekend 14 Agustus

Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda

news
SIM Keliling Bandung

SIM Keliling Bandung Beroperasi Sejak Pagi Hari Ini, 14 Agustus

Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat