Honda Enggan Banting Harga Motor Listrik Setelah Insentif Dihapus
13 Februari 2026, 08:00 WIB
Tantangan pengembangan sepeda motor listrik di Indonesia rumit sehingga sulit mengungguli teknologi konvensional
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – PT Kilats Energy Indonesia (Kilats) menyadari bahwa ada banyak tantangan pengembangan sepeda motor listrik di Indonesia. Akibatnya masih perlu waktu yang panjang agar bisa menggantikan teknologi pembakaran internal.
Hal ini disampaikan Devita, Representatif Kilats Energy Indonesia pada media. Menurutnya salah satu tantangan terbesar komponen kendaraan yang sulit didapatkan karena masih diimpor.
“Tantangannya adalah komponen karena ketersediaannya tidak banyak. Karena itulah kami mencoba mengembangkan sepeda motor listrik namun menggunakan part produksi dalam negeri,” ungkapnya.
Tantangan lain adalah kurangnya edukasi terhadap pengemudi bahwa sepeda motor listrik berbeda dengan konvensional. Akibatnya banyak yang mengeluh bahwa kendaraan mereka sering mengalami kendala.
“Berdasarkan pengalaman kami banyak pengendara yang belum tahu cara menggunakan sepeda motor listrik. Kemudian cara merawatnya pun masih belum mengerti sehingga masih banyak pertanyaan saat servis berkala atau berapa lama jaraknya,” ungkapnya.
Tantangan berikutnya adalah perbedaan desain baterai yang digunakan oleh masing-masing model kendaraan. Kondisi ini membuat pelanggan kesulitan saat kehabisan daya di tengah jalan.
“Kalau beli motor bensin, ya bisa beli dimana saja tapi kalau baterai tidak. Inilah yang ingin kami adopsi, jadi pelanggan bisa membeli unit tanpa baterai karena sistemnya hanya sewa,” ungkapnya.
Dengan kemudahan tersebut maka pelanggan bisa mengganti baterainya dimana saja dan meningkatkan jarak tempuh perjalanan. Selain itu harganya pun bisa menjadi jauh lebih murah.
Gova F600 adalah salah satu model yang akan menggunakan konsep tersebut. Pelanggan diberi kebebasan untuk membeli dengan baterai atau tanpa baterai.
Bila membelinya dengan sebuah baterai maka harganya sekitar Rp30 jutaan sementara bila menyewa maka nilainya hanya Rp20 jutaan. Biaya rental baterai pun sebenarnya tak terlalu mahal karena hanya Rp300.000 per bulan.
Model ini telah dilengkapi oleh motor 3000W serta mampu menghasilkan torsi 24Nm dan kecepatan tertingginya yaitu 70 km per jam. Gova F600 menggunakan dua buah baterai 72V20ah sehingga mampu digunakan untuk menempuh perjalanan 80 hingga 120 km.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 08:00 WIB
12 Februari 2026, 16:00 WIB
10 Februari 2026, 12:00 WIB
06 Februari 2026, 16:00 WIB
06 Februari 2026, 14:00 WIB
Terkini
28 Februari 2026, 15:54 WIB
Pedro Acosta meraih kemenangan dramatis atas Marc Marquez dalam ajang sprint race MotoGP Thailand 2026
28 Februari 2026, 13:00 WIB
Mitsubishi Indonesia siap meningkatkan produksi L300 jika mendapat pemesanan untuk program Kopdes Merah Putih
28 Februari 2026, 11:00 WIB
Presiden Direktur Hino Indonesia diganti untuk memberi penyegaran dengan strategi baru yang lebih optimal
28 Februari 2026, 09:28 WIB
Aldi Satya Mahendra akan terus menorehkan prestasi bagi skuad Yamaha Racing Indonesia sepanjang musim ini
27 Februari 2026, 20:00 WIB
Meskipun peminatnya terbilang lebih sedikit, Vios Hybrid hadir buat memperluas jangkauan pasar Toyota
27 Februari 2026, 18:00 WIB
Zeekr kembali ke RI di bawah naungan Geely Auto Indonesia dan bakal segera dirakit lokal di masa mendatang
27 Februari 2026, 16:06 WIB
Isuzu berhasil mempertahankan kinerja mereka sepanjang tahun lalu meski banyak rintangan yang menghadang
27 Februari 2026, 14:00 WIB
Ganjil genap Puncak kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan khususnya di jalur utama