Penjualan Mobil Cina Diproyeksikan Lampaui Jepang Tahun Ini
30 Desember 2025, 18:00 WIB
Di 2025 angka penjualan mobil Cina diprediksi tembus 27 juta unit, sementara pabrikan Jepang 25 juta unit
Gova F600 diperkenalkan dengan menggunakan 2 baterai sehingga jarak tempuh menjadi lebih jauh dibanding model lain
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – PT Kilats Energy Indonesia (Kilats) mengenalkan merek sepeda listrik baru yaitu Gova. Produk yang dijual nantinya akan menyesuaikan kebutuhan pelanggan di Indonesia.
Gova F600 diperkenalkan sebagai salah satu produk terbaru yang akan diluncurkan. Sepeda motor tersebut diklaim sudah dirancang sedemikian rupa agar menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia mulai dari desain performa hingga kenyamanan.
“Gova F600 memang masih prototype dan rencanya baru dijual pada kuartal keempat atau awal tahun depan. Saat ini masih mengembangkan agar bisa memperbanyak komponen lokal,” ungkap Devita, Representatif Kilats Energy Indonesia.
Gova F600 menghadirkan beragam keunggulan menarik, termasuk desainnya yang terkesan berbeda dibanding sepeda motor listrik pada umumnya. Tampilannya cukup sporti ditambah dengan dimensinya lebih panjang sehingga nyaman digunakan dua orang.
Model ini telah dilengkapi oleh motor 3000W yang mampu menghasilkan torsi 24Nm dan kecepatan tertingginya yaitu 70 km/jam. Gova F600 menggunakan dua buah baterai 72V20ah sehingga mampu digunakan untuk menempuh perjalanan 80 hingga 120 km.
“Dibatasinya kecepatan ini karena kami ingin mengejar jarak tempuh yang lebih jauh. Bila tidak dibatasi maka baterai akan lebih cepat habis dan memberi pengalaman berkedara kurang menyenangkan,” ungkap Vincent Yap, CEO Kilats.
Rencananya Gova F600 akan dirakit secara lokal di fasilitas perakitan di daerah Jawa Barat. Hal ini untuk mengejar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 40 persen di masa depan dan menekan biaya secara keseluruhan.
Meski belum menjelaskan secara detail, sepeda motor nantinya akan dijual dalam dua skema yaitu dengan atau tanpa baterai. Bila menggunakan baterai maka harganya dibanderol sekitar Rp30 jutaan.
Sementara bila membelinya tanpa baterai maka pelanggan bisa menghemat sekitar Rp10 jutaan karena harganya menjadi kurang dari Rp20 juta. Mereka kemudian dapat melakukan sewa baterai dengan biaya Rp300.000 per bulan.
“Sistem pertukaran baterai ini akan sangat membantu bagi para pengguna motor listrik. Karena pengguna bisa melakukan penggantian di lokasi yang sudah tersedia dan meningkatkan jarak tempuh,” tambah Vincent.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
Terkini
30 Desember 2025, 18:00 WIB
Di 2025 angka penjualan mobil Cina diprediksi tembus 27 juta unit, sementara pabrikan Jepang 25 juta unit
30 Desember 2025, 17:18 WIB
Francesco Bagnaia diminta untuk bisa kembali berjuang di barisan terdepan ketika mengarungi MotoGP 2026
30 Desember 2025, 16:00 WIB
VinFast Indonesia mengatakan bahwa mereka siap memenuhi kewajibannya atas insentif CBU yang telah didapatkan
30 Desember 2025, 15:00 WIB
Ucok harus mengeluarkan dana hampir Rp 1 miliaran untuk memodifikasi Yamaha Xmax berkelir dominan biru
30 Desember 2025, 14:00 WIB
Menurut data Kemenhub, motor listrik yang telah mengantongi SRUT di 2025 baru 55.059 unit atau turun 28,6 persen
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Industri baterai lithium terpengaruh dari kinerja penjualan mobil listrik di Cina yang diproyeksi akan turun
30 Desember 2025, 12:00 WIB
Sejumlah model mobil yang disuntik mati oleh pabrikan kemudian diganti produk lain, berikut daftarnya
30 Desember 2025, 11:00 WIB
Insentif otomotif sebaiknya menyasar pada pertumbuhan industri komponen di dalam negeri agar seimbang