Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
Motor listrik Polytron berhasil mendapat respon positif dari masyarakat dengan terjual hampir 40 ribu unit sejak 2021
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski angka penjualan motor listrik di Indonesia mengalami penurunan, Polytron mengungkap jumlah kendaraan yang beroperasi terus tumbuh. Sejak pertama kali meluncur pada 2021, mereka sudah menjual hampir 40 ribu unit.
Angka tersebut dipercaya bakal terus meningkat mengingat potensi pasar masih ada meski penuh tantangan.
“Dari pertama kali meluncur di 2021, jumlahnya sudah hampir mencapai 40 ribu unit. Jadi angka 30 ribu unit sudah terlampaui, tapi angka detailnya saya tidak bisa sampaikan,” ungkap Ilman Fachrian Fadly, Head of Electric Vehicle Product Group Polytron di Jakarta.
Dari jumlah tersebut, Polytron Fox-R diklaim menjadi model terlaris, disusul oleh Fox S dan Fox 500.
“Tapi kalau detailnya belum bisa disampaikan,” tambahnya.
Banyaknya unit terjual menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap motor listrik Polytron. Terlebih ketika insentif pemerintah belum bisa dipastikan kapan hadir di Indonesia.
Ia mengungkap bahwa sebelum membawa unit ke Indonesia, pihaknya memang terus menyesuaikan agar sesuai kebutuhan pasar.
“Kalau bisa diterima oleh masyarakat ya syukur alhamdulillah, tapi kalau tidak maka akan kami cari lagi produk yang memang sesuai dengan kebutuhan,” tegasnya.
Meski mengaku penjualan sepeda motor Polytron sudah hampir mencapai 40 ribu unit, dirinya sadar pasar motor listrik masih perlu insentif. Sayangnya, pemerintah sampai sekarang belum mengeluarkan kebijakan yang selama ini menjadi kunci dalam pengembangan pasar EV.
Oleh sebab itu, Polytron pun mengambil langkah sendiri agar bisa menjual kendaraan dan bertahan di pasar. Salah satunya dengan memberi insentif Rp 7 juta pada setiap EV roda dua mereka di Indonesia.
Langkah ini diklaim bisa meningkatkan penjualan motor listrik di Tanah Air karena program terbilang cukup memudahkan.
"Jadi kami memberikan subsidi sendiri sehingga harganya tetap kompetitif. Terlebih, konsumen jadi tidak repot dengan skema satu KTP untuk satu kendaraan," tegas Ilman kemudian.
Meski demikian, dirinya mengakui bahwa situasi tersebut cukup memberatkan perusahaan. Pasalnya, keuntungan yang bisa didapatkan menjadi lebih kecil dari seharusnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
Terkini
08 September 2026, 07:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS Bandung 2026 akan menampilkan sekitar 42 kendaraan yang bisa dicoba langsung pengunjung
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima tempat berbeda hari ini, simak lokasi dan biayanya
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pengendara motor dan mobil
07 September 2026, 21:43 WIB
Chery Q menjadi mobil listrik pendatang baru yang menawarkan berbagai fitur kekinian kepada para konsumen
07 September 2026, 12:34 WIB
Gelaran Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi wadah untuk anak bersama keluarga menikmati akhir pekan
07 September 2026, 10:16 WIB
Robot AiMOGA Mornine kembali mendapatkan sertifikasi dari benua Uni Eropa di aspek hardware dan software
07 September 2026, 06:00 WIB
Hari ini kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk membantu masyarakat di wilayah Kota Kembang
07 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa melakukan perjalanan di jalan Ibu Kota dengan nyaman, simak puluhan titik ganjil genap Jakarta