Honda Enggan Banting Harga Motor Listrik Setelah Insentif Dihapus
13 Februari 2026, 08:00 WIB
Motor listrik Polytron berhasil mendapat respon positif dari masyarakat dengan terjual hampir 40 ribu unit sejak 2021
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski angka penjualan motor listrik di Indonesia mengalami penurunan, Polytron mengungkap jumlah kendaraan yang beroperasi terus tumbuh. Sejak pertama kali meluncur pada 2021, mereka sudah menjual hampir 40 ribu unit.
Angka tersebut dipercaya bakal terus meningkat mengingat potensi pasar masih ada meski penuh tantangan.
“Dari pertama kali meluncur di 2021, jumlahnya sudah hampir mencapai 40 ribu unit. Jadi angka 30 ribu unit sudah terlampaui, tapi angka detailnya saya tidak bisa sampaikan,” ungkap Ilman Fachrian Fadly, Head of Electric Vehicle Product Group Polytron di Jakarta.
Dari jumlah tersebut, Polytron Fox-R diklaim menjadi model terlaris, disusul oleh Fox S dan Fox 500.
“Tapi kalau detailnya belum bisa disampaikan,” tambahnya.
Banyaknya unit terjual menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap motor listrik Polytron. Terlebih ketika insentif pemerintah belum bisa dipastikan kapan hadir di Indonesia.
Ia mengungkap bahwa sebelum membawa unit ke Indonesia, pihaknya memang terus menyesuaikan agar sesuai kebutuhan pasar.
“Kalau bisa diterima oleh masyarakat ya syukur alhamdulillah, tapi kalau tidak maka akan kami cari lagi produk yang memang sesuai dengan kebutuhan,” tegasnya.
Meski mengaku penjualan sepeda motor Polytron sudah hampir mencapai 40 ribu unit, dirinya sadar pasar motor listrik masih perlu insentif. Sayangnya, pemerintah sampai sekarang belum mengeluarkan kebijakan yang selama ini menjadi kunci dalam pengembangan pasar EV.
Oleh sebab itu, Polytron pun mengambil langkah sendiri agar bisa menjual kendaraan dan bertahan di pasar. Salah satunya dengan memberi insentif Rp 7 juta pada setiap EV roda dua mereka di Indonesia.
Langkah ini diklaim bisa meningkatkan penjualan motor listrik di Tanah Air karena program terbilang cukup memudahkan.
"Jadi kami memberikan subsidi sendiri sehingga harganya tetap kompetitif. Terlebih, konsumen jadi tidak repot dengan skema satu KTP untuk satu kendaraan," tegas Ilman kemudian.
Meski demikian, dirinya mengakui bahwa situasi tersebut cukup memberatkan perusahaan. Pasalnya, keuntungan yang bisa didapatkan menjadi lebih kecil dari seharusnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 08:00 WIB
12 Februari 2026, 16:00 WIB
10 Februari 2026, 12:00 WIB
06 Februari 2026, 16:00 WIB
06 Februari 2026, 14:00 WIB
Terkini
27 Februari 2026, 20:00 WIB
Meskipun peminatnya terbilang lebih sedikit, Vios Hybrid hadir buat memperluas jangkauan pasar Toyota
27 Februari 2026, 18:00 WIB
Zeekr kembali ke RI di bawah naungan Geely Auto Indonesia dan bakal segera dirakit lokal di masa mendatang
27 Februari 2026, 16:06 WIB
Isuzu berhasil mempertahankan kinerja mereka sepanjang tahun lalu meski banyak rintangan yang menghadang
27 Februari 2026, 14:00 WIB
Ganjil genap Puncak kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan khususnya di jalur utama
27 Februari 2026, 12:00 WIB
Dishub DIY memperkirakan ada 8 juta mobilitas saat arus mudik Lebaran 2026 sehingga mereka siapkan rekayasa lalu lintas
27 Februari 2026, 11:00 WIB
Jaecoo siapkan 14 bengkel siaga saat arus mudik Lebaran 2026 yang bakal segera berlangsung di Tanah Air
27 Februari 2026, 09:00 WIB
SUV Ladder Frame seperti Mitsubishi Pajero Sport bisa diandalkan untuk menempuh berbagai medan menanatang
27 Februari 2026, 08:00 WIB
AHM bersedia memenuhi permintaan atau kebutuhan motor baru jika ada permintaan dari Agrinas Pangan Nusantara