Motor Listrik Sport Honda WN7 Mulai Dijual, Harga Rp 304 Jutaan
09 Juli 2026, 19:20 WIB
Motor listrik Polytron berhasil mendapat respon positif dari masyarakat dengan terjual hampir 40 ribu unit sejak 2021
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski angka penjualan motor listrik di Indonesia mengalami penurunan, Polytron mengungkap jumlah kendaraan yang beroperasi terus tumbuh. Sejak pertama kali meluncur pada 2021, mereka sudah menjual hampir 40 ribu unit.
Angka tersebut dipercaya bakal terus meningkat mengingat potensi pasar masih ada meski penuh tantangan.
“Dari pertama kali meluncur di 2021, jumlahnya sudah hampir mencapai 40 ribu unit. Jadi angka 30 ribu unit sudah terlampaui, tapi angka detailnya saya tidak bisa sampaikan,” ungkap Ilman Fachrian Fadly, Head of Electric Vehicle Product Group Polytron di Jakarta.
Dari jumlah tersebut, Polytron Fox-R diklaim menjadi model terlaris, disusul oleh Fox S dan Fox 500.
“Tapi kalau detailnya belum bisa disampaikan,” tambahnya.
Banyaknya unit terjual menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap motor listrik Polytron. Terlebih ketika insentif pemerintah belum bisa dipastikan kapan hadir di Indonesia.
Ia mengungkap bahwa sebelum membawa unit ke Indonesia, pihaknya memang terus menyesuaikan agar sesuai kebutuhan pasar.
“Kalau bisa diterima oleh masyarakat ya syukur alhamdulillah, tapi kalau tidak maka akan kami cari lagi produk yang memang sesuai dengan kebutuhan,” tegasnya.
Meski mengaku penjualan sepeda motor Polytron sudah hampir mencapai 40 ribu unit, dirinya sadar pasar motor listrik masih perlu insentif. Sayangnya, pemerintah sampai sekarang belum mengeluarkan kebijakan yang selama ini menjadi kunci dalam pengembangan pasar EV.
Oleh sebab itu, Polytron pun mengambil langkah sendiri agar bisa menjual kendaraan dan bertahan di pasar. Salah satunya dengan memberi insentif Rp 7 juta pada setiap EV roda dua mereka di Indonesia.
Langkah ini diklaim bisa meningkatkan penjualan motor listrik di Tanah Air karena program terbilang cukup memudahkan.
"Jadi kami memberikan subsidi sendiri sehingga harganya tetap kompetitif. Terlebih, konsumen jadi tidak repot dengan skema satu KTP untuk satu kendaraan," tegas Ilman kemudian.
Meski demikian, dirinya mengakui bahwa situasi tersebut cukup memberatkan perusahaan. Pasalnya, keuntungan yang bisa didapatkan menjadi lebih kecil dari seharusnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Juli 2026, 19:20 WIB
05 Juli 2026, 16:57 WIB
24 Juni 2026, 15:00 WIB
20 Juni 2026, 18:05 WIB
19 Juni 2026, 15:00 WIB
Terkini
16 Juli 2026, 07:00 WIB
Mobil listrik mungil Honda Super One bakal hadir di GIIAS 2026, mengincar pengguna mobil konvensional
16 Juli 2026, 06:00 WIB
Sistem pengaturan lalu lintas di Ibu Kota hingga saat ini masih mengandalkan ganjil genap Jakarta salah satunya
16 Juli 2026, 06:00 WIB
Ada beberapa dokumen yang harus dipersiapkan sebelum melakukan perpanjangan SIM di SIM keliling Jakarta
15 Juli 2026, 20:00 WIB
Toyota Motor Manufacturing Indonesia bertekad untuk terus melahirkan siswa-siswa SMK yang berkualitas
15 Juli 2026, 19:05 WIB
Versi produksi dari Chery X tampaknya sudah mulai dites jalan, bakal diperkenalkan secara resmi di GIIAS 2026
15 Juli 2026, 09:00 WIB
Pada bulan ini beberapa harga motor matic 150 cc mengalami kenaikan, sementara untuk jumlahnya bervariasi
15 Juli 2026, 07:00 WIB
Insentif EV, menurut Gaikindo seharusnya bisa diperluas ke jenis berbagai kendaraan ramah lingkungan lain
15 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta merupakan salah satu cara pemerintah Ibu Kota untuk bisa mengurai kemacetan jalan