Tanpa Subsidi, Permintaan Motor Listrik Bisa Meningkat Kembali
12 Januari 2026, 10:00 WIB
Pemerintah akhirnya mengungkapkan kalau ada delapan pabrikan yang akan menerima subsidi motor listrik
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Pemerintah akhirnya menambah jumlah produsen penerima subsidi motor listrik. Hal itu dikatakan Taufiek Bawazier, Dirjen Ilmate (Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika) Kemenperin Pada Senin (20/3).
Menurutnya sekarang sudah ada beberapa manufaktur yang memenuhi syarat menerima insentif kendaraan roda dua elektrik.
“Saat ini terdapat delapan pabrikan dan 13 model bakal menyerapnya,” ujar Taufiek ketika jumpa pers.
Sekadar informasi subsidi motor listrik yang diberikan oleh pemerintah sebesar Rp7 juta per unit. Kebijakan tersebut nantinya berlaku dua tahun, yakni pada 2023 juga 2024.
Dengan begitu langkah ini diharapkan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan konvensional ke ramah lingkungan. Kemudian mengurangi emisi gas buang.
Selain itu pembelian listrik juga meningkat dibanding sebelumnya sehingga bisa memberikan pemasukan kepada negara. Demikian pula ketergantungan terhadap BBM berkurang.
Kemudian agar harga motor listrik bisa lebih terjangkau. Sebab beberapa waktu belakangan pemerintah menilai banderol dari kendaraan setrum jauh dari jangkauan sebagian besar masyarakat.
Sementara Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian menuturkan bantuan kendaraan roda dua elektrik bakal dibatasi. Nantinya setiap orang hanya berhak mendapatkan sekali saja.
Langkah tersebut dilakukan menyesuaikan NIK (Nomor Induk Kependudukan) serta VIN (Vehicle Identification Number). Dengan demikian penyalurannya akan lebih merata.
“Dipastikan agar tepat sasaran kami sudah menyiapkan sebuah skema sesuai permintaan Kementerian Keuangan dan melibatkan beberapa lembaga termasuk perbankan,” katanya.
Di sisi lain ada beberapa syarat harus dipenuhi para manufaktur guna menerima insentif. Salah satunya mengenai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).
“Sudah diproduksi di dalam negeri TKDN mencapai 40 persen atau lebih. Selain itu produsen yang unitnya mendapatkan bantuan tidak menaikkan harga hingga Desember 2023,” tutur Agung.
Targetnya subsidi motor listrik hanya untuk 200 ribu unit. Sedangkan konversi dari kendaraan konvensional mencapai 50 ribu kendaraan, harapannya ada 250 ribu kendaraan roda dua ramah lingkungan pada akhir tahun
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Januari 2026, 10:00 WIB
07 Januari 2026, 10:00 WIB
02 Januari 2026, 13:38 WIB
31 Desember 2025, 12:00 WIB
17 Desember 2025, 22:00 WIB
Terkini
22 September 2026, 11:35 WIB
Changan mencatatkan penjualan retail 305 unit sepanjang periode 2026, masih berusaha naik di Agustus 2026
22 September 2026, 07:00 WIB
Belum kunjung hadir di RI, BYD Atto 2 versi baru diperkenalkan di negara asalnya dengan sejumlah penyegaran
22 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini beroperasi sejak pagi untuk mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
22 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan panjang terutama pada jam-jam sibuk
21 September 2026, 21:00 WIB
Menurut catatan, Daihatsu berhasil meniagakan hingga 97 ribu mobil baru sejak Januari hingga Agustus 2026
21 September 2026, 19:00 WIB
Hyundai dan Shell resmi melanjutkan kerja sama di Indonesia, untuk memberikan pelayanan terbaik ke pelanggan
21 September 2026, 15:43 WIB
KatadataOTO berkesempatan untuk menguji kemampuan SUV mewah Toyota Land Cruiser 300 Hybrid EV di Gumuk Pasir
21 September 2026, 11:16 WIB
Tingginya jumlah mobil bensin yang beredar, bisa membuat industri komponen bisa terus bertahan cukup lama