BYD Atto 1 Versi Baru Meluncur, Ada Tambahan LiDAR
13 Mei 2026, 21:00 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD mengalami kenaikan penjualan cukup pesat di periode April 2026. Angkanya tembus 6.000 unit secara retail atau distribusi dari diler ke konsumen.
Diolah dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan retail BYD adalah 6.274 unit di April 2026, naik dari capaian Maret yakni 4.153 unit.
Dilihat secara keseluruhan dari awal tahun, memang penjualan BYD terus mengalami kenaikan.
Capaian BYD di April 2026 membuat merek asal Tiongkok itu berhasil menempati posisi ketiga merek terlaris di Indonesia, berada tepat di belakang Daihatsu.
Ada beberapa faktor yang mungkin menjadi pendorong naiknya angka penjualan BYD. Misalnya keputusan konsumen beralih ke kendaraan ramah lingkungan imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Namun menurut pihak BYD, masih terlalu dini untuk menilai dampak kenaikan BBM terhadap penjualan kendaraan roda empat di dalam negeri.
“Tetapi memang harus saya akui cukup positif dalam beberapa minggu terakhir,” kata Luther T. Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia di Bogor, belum lama ini.
Ia mengungkapkan, wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi atau Jabodetabek masih berkontribusi paling banyak terhadap penjualan lini mobil listrik BYD.
Beberapa regulasi menguntungkan seperti insentif pajak dan bebas dari aturan ganjil genap, tampaknya masih berperan penting terhadap penjualan BYD.
“Yang saya lihat, adanya sebuah tren positif terhadap kepemilikan kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Di mana berdasarkan data kita, bahkan lebih dari 16 persen di nasional sekarang itu market share EV,” kata Luther.
Gambaran kasarnya, menurut Luther, hampir dua dari 10 mobil terjual di Indonesia sekarang merupakan kendaraan elektrifikasi.
“Kita melihat sebenarnya ini justru bagian dari langkah yang baik untuk menyelamatkan situasi kelangkaan bahan bakar,” tegas dia.
Hanya saja ia masih belum bisa memproyeksi penjualan BYD di masa mendatang dengan hadirnya sejumlah tantangan ekonomi dan konflik geopolitik.
“Jadi dengan situasi harga BBM saat ini yang sebenarnya relatif belum terlalu lama ya kenaikannya, masih terlalu dini untuk mengukur dampaknya dalam penjualan,” tegas Luther.
Total: 16.539 unit
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Mei 2026, 21:00 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
11 Mei 2026, 17:03 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka