Honda Enggan Banting Harga Motor Listrik Setelah Insentif Dihapus
13 Februari 2026, 08:00 WIB
Menurut Budi terdapat 4 penyebab motor listrik terbakar, salah satunya sering dialami oleh para pengguna
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kini motor listrik murah banyak beredar di pasar Indonesia. Masyarakat juga mulai masif menggunakan kendaraan roda dua setrum.
Selain itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meluncurkan motor listrik subsidi. Menggoda para pencinta otomotif buat beralih dari kendaraan konvensional.
Apalagi terdapat 57 motor listrik subsidi bisa dibeli. Harganya pun sangat beragam, mulai di bawah Rp 10 juta sampai Rp 30 jutaan, tinggal disesuaikan sama kantong konsumen Indonesia.
Meski begitu banyak pengguna belum sadar ada bahaya besar yang mengintai, yakni terbakarnya kendaraan setrum.
Sebab jika sampai dilahap si jago merah, maka akan sulit buat dipadamkan. Seperti dikatakan oleh Budi Satriyo Purnomosidi, Product Manager Fire Business PT Indolok Bakti Utama.
“Biasanya Thermal Runaway terjadi cukup cepat, sekitar 30-40 detik saja. Kemudian motor listrik terbakar,” ujar Budi kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Lebih jauh dia menuturkan ada empat penyebab motor listrik terbakar. Mulai dari korsleting, benturan, Overcharging, sampai Overheating.
“Nah yang biasa dialami masyarakat adalah Overcharging. Karena kita tidak akan sadar hal itu terjadi, setiap baterai kan memiliki Life Cycle,” Budi menambahkan.
Patut diketahui Overcharging adalah ketika baterai terlalu lama dicas bahkan saat kondisi sudah penuh. Efek sampingnya penampung daya bisa melembung dan meledak.
Budi pun menyarankan buat para pemilik guna memperhatikan Life Cycle baterai motor listrik. Hal ini penting agar meminimalisir risiko terjadi kebakaran.
Kemudian melakukan proses pengecasan dengan benar. Tidak asal-asalan serta menggunakan alat pengisian yang sesuai.
“Kalau kita memahami juga mempelajari dengan benar dan menjalankan proses pengecasan sesuai prosedur maka motor listrik terbakar bisa dihindari,” tegas dia.
Terakhir Budi menyarankan buat menjaga kondisi baterai. Jangan sampai terbentur, suhu tidak boleh panas maupun melakukan pengecasan berlebih.
Arus listrik di dalam baterai bisa tidak stabil ketika diisi daya dan mengalami Short Circuiting atau korsleting. Pada kondisi terparah kendaraaan bakal dilahap api.
Jatuh atau terkena benda tumpul dapat menyebabkan baterai motor listrik mengalami kerusakan, sehingga berisiko meledak maupun terbakar.
Hal ini biasa terjadi karena pengisian daya dilakukan secara berlebihan, membuat suhu baterai menjadi terlalu panas dan merusak komponen di dalamnya.
Jika baterai terpapar oleh panas tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan Thermal Runaway. Kemudian motor listrik bakal terbakar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 08:00 WIB
12 Februari 2026, 16:00 WIB
10 Februari 2026, 12:00 WIB
06 Februari 2026, 16:00 WIB
06 Februari 2026, 14:00 WIB
Terkini
25 Februari 2026, 16:00 WIB
Agrinas Pangan Nusantara memberikan kesempatan bagi Mitsubishi Fuso Canter jadi armada Koperasi Merah Putih
25 Februari 2026, 15:00 WIB
MotoGP SEG yang dulu dikenal Dorna tengah menyiapkan aturan terbaru untuk meminimalisir gap gaji pembalap
25 Februari 2026, 14:00 WIB
Beberapa harga mobil LCGC terpantau terkoreksi, bisa menjadi opsi buat Anda saat musim mudik Lebaran 2026
25 Februari 2026, 13:00 WIB
KPK memastikan proses impor pikap untuk Koperasi Merah Putih tidak menimbulkan masalah seperti kasus korupsi
25 Februari 2026, 12:00 WIB
Pembuatan SIM Internasional pada akhir Februari 2026 masih belum mengalami perubahan bila dibanding sebelumnya
25 Februari 2026, 11:00 WIB
GAC Indonesia berhasil mendapat hasil baik di IIMS 2026 dengan meraih 2.095 setelah memberi promo potongan harga
25 Februari 2026, 10:00 WIB
PT Agrinasi Pangan Nusantara disebut butuh kendaraan pikap 4x4, Gaikindo akui 4x2 lebih populer di RI
25 Februari 2026, 09:00 WIB
Gaikindo menanggapi keputusan Agrinas yang lebih pilih impor pikap karena alasan spesifikasi dan harga