Pengiriman Jaecoo J5 EV Tembus 20.000 Unit, Terlaris di Mei 2026
29 Juni 2026, 07:00 WIB
Bos VinFast tanggapi santai rencana pemerintah hentikan insentif impor EV karena mereka sudah siap produksi lokal
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah Indonesia memastikan tidak akan memperpanjang insentif kendaraan listrik setelah 31 Desember 2025. Menanggapi hal itu, produsen mobil listrik asal Vietnam, VinFast, menyatakan siap mewujudkan komitmennya untuk melakukan produksi di Indonesia.
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarmo, mengatakan perusahaannya telah memperhitungkan kebijakan pemerintah yang akan mengakhiri insentif mobil listrik. Insentif tersebut antara lain berupa bea masuk 0% dan PPN Barang Mewah yang ditanggung pemerintah.
“Sejak produk pertama kami masuk ke Indonesia, perhitungan bisnisnya sudah memperhitungkan masa berlaku insentif. Jadi saat fasilitas itu berakhir, kami siap beralih ke produksi CKD di Subang,” ujarnya di Hanoi, Vietnam, beberapa waktu lalu.
Kariyanto menegaskan, VinFast ingin memainkan peran signifikan di Indonesia. Ia menyebut VinFast memang tergolong baru di Tanah Air karena baru mengirimkan mobil listrik pertamanya ke Indonesia pada Juli 2024. Namun, perusahaan otomotif tersebut berkomitmen untuk terus berkembang di pasar domestik.
“Jadi kami bukan istilahnya coba-coba, tapi memang ingin berkembang secara serius di Indonesia. Kami ingin menjadi pemain utama, khususnya di BEV market (pasar mobil listrik berbasis baterai),” ujarnya.
Kerry mengatakan, VinFast akan mewujudkan komitmen kepada pemerintah Indonesia untuk membangun pabrik di Tanah Air. Komitmen tersebut sudah disepakati saat VinFast mendapatkan insentif mobil listrik.
Sebagai informasi, Perpres No. 79 Tahun 2023 meniadakan bea masuk dan pajak barang mewah bagi BEV CBU impor hingga akhir tahun ini. Insentif tersebut hanya diberikan kepada entitas yang berkomitmen membangun pabrik dengan kapasitas setara volume impor yang diterima.
Oleh sebab itu, VinFast akan mulai mengoperasikan pabrik di Subang, Jawa Barat, akhir tahun ini. Kapasitas pabrik tersebut mencapai lebih dari 50.000 unit per tahun. “Itu kapasitas terpasang, tapi nanti produksi menyesuaikan,” kata Kariyanto.
Pabrik tersebut akan memproduksi model VF3 sebagai kendaraan pertama yang dirakit di Indonesia. Meski demikian, VinFast juga membuka peluang untuk memproduksi model lain di fasilitas yang sama. Saat ini, ada tiga tipe mobil VinFast yang sudah dipasarkan di Indonesia, yakni VF3, VF6, dan VF7.
Kariyanto menambahkan, pabrik di Subang akan memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 40% pada 2026. Pada tahap awal, pabrik ini akan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja, dengan prioritas bagi tenaga kerja lokal.
“Tentunya kami harapkan ke depan akan berkembang dan menyerap lebih banyak tenaga kerja lagi,” ujarnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
20 Juni 2026, 11:00 WIB
Terkini
29 Juni 2026, 07:00 WIB
Penjualan Jaecoo J5 EV terus bergulir hingga sekarang sehingga menjadi sejarah bagi brand asal Cina tersebut
29 Juni 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi buat Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
29 Juni 2026, 06:04 WIB
Layanan SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di awal pekan ini, simak informasi lokasi dan syaratanya
29 Juni 2026, 06:00 WIB
Selain pantauan petugas di lapangan, aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap berlaku dan didukung ETLE
28 Juni 2026, 21:00 WIB
Xpeng X9 Facelift dan varian baru G6 AWD kini resmi dipasarkan ke konsumen, ada pembaruan eksterior dan fitur
28 Juni 2026, 20:09 WIB
Dalam balapan yang penuh drama, Ai Ogura memantapkan dirinya menjadi pemenang dalam MotoGP Belanda 2026
28 Juni 2026, 11:00 WIB
Honda Beat hadir untuk memenuhi kebutuhan anak muda yang enerjik dan aktif serta dinamis dalam kesehariannya
28 Juni 2026, 09:00 WIB
Kondisi ekonomi dan fluktuasi kurs saat ini belum memberikan dampak negatif pada penjualan BMW di Indonesia