BYD Genjot Ekspor Mobil Listrik, Pesan 10 Kapal Pengangkut Lagi
15 September 2026, 09:00 WIB
Harga BYD Atto 1 disebut masih akan bertahan mulai dari Rp 199 jutaan meskipun statusnya diimpor utuh
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD Motor Indonesia berkomitmen untuk menjaga harga jual mobil listrik mereka buat konsumen Tanah Air, meskipun saat ini insentif Electric Vehicle (EV) impor dihentikan.
Perlu diketahui BYD saat ini memiliki kewajiban untuk merakit mobil listrik sesuai dengan jumlah impor yang telah terjual secara retail di dalam negeri.
Sempat ada dugaan bahwa harga mobil listrik BYD termasuk model termurah mereka, Atto 1 bakal naik pesat pasca insentif disetop.
Apalagi unitnya berpeluang masih berstatus Completely Built Up (CBU) alias impor utuh dari Cina.
Menanggapi hal tersebut, pihak BYD menegaskan harga BYD Atto 1 dan lini mobil listrik mereka yang lain masih akan dijual dengan banderol itu.
“Sampai saat ini, kita masih menggunakan harga yang sama seperti tahun lalu. Belum ada perubahan, walaupun kita sedang dalam proses kalkulasi,” kata Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia di sela IIMS 2026, belum lama ini.
Memang sempat ada kenaikan harga BYD Atto 1 tipe terendah, sebelumnya debut dengan banderol Rp 195 jutaan on the road Jakarta.
Tidak lama setelah peluncurannya ada penyesuaian menjadi Rp 199 juta. Di 2026, angkanya belum berubah lagi.
Luther menegaskan meskipun tanpa insentif BYD meyakini lini kendaraan listrik mereka tetap diminati konsumen karena kualitasnya.
“Sehingga ada insentif ataupun tidak, kami percaya diri dengan produk yang kita miliki,” tegas Luther.
Dia tidak menampik, sinyal positif pertumbuhan penjualan mobil baru perlahan terlihat di awal 2026.
“Mudah-mudahan BYD bisa mempertahankan level penerimaan yang diinginkan oleh konsumen, berbanding dengan produknya,” ucap Luther.
Sekadar informasi, BYD menawarkan berbagai lini mobil listrik mulai dari hatchback Dolphin, SUV Atto 3 dan Sealion 7, sedan Seal, MPV M6 sampai city car BYD Atto 1.
Atto 1 sempat menjadi tulang punggung penjualan BYD saat awal peluncuran dan disalurkan ke diler sampai lebih dari 9.000 unit.
Kehadiran BYD Atto 1 bahkan dinilai berpotensi merusak pasar Low Cost Green Car (LCGC) yang mengincar konsumen entry level.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 September 2026, 09:00 WIB
14 September 2026, 18:01 WIB
10 September 2026, 07:00 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
03 September 2026, 16:02 WIB
Terkini
17 September 2026, 11:00 WIB
Penjualan landai, GWM percaya diri kehadiran produk baru masih bisa bantu tumbuhkan penjualan di 2026
17 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai tampaknya tengah menyiapkan versi baru dari Stargazer Cartenz, PT HMID masih enggan buka suara
17 September 2026, 07:41 WIB
Changan Deepal S05 hadir di Indonesia sebagai kendaraaan dengan jenis penggera REEV pertama di Tanah Air
17 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini ada di dua lokasi, agar bisa lebih mudah ditemukan oleh para pengendara
17 September 2026, 06:00 WIB
Selain mengandalkan ETLE statis dan mobile, sistem Ganjil Genap Jakarta juga dibantu oleh para petugas
17 September 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai salah, SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan untuk SIM yang belum kedaluwarsa
16 September 2026, 19:39 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk melanjutkan raih kemenangan pada gelaran MotoGP Austria 2026 akhir pekan nanti
16 September 2026, 19:38 WIB
Belum lama seorang masyarakat bernama Jangkung Sido Sentosa mengaku keberatan jika SIM mati harus bikin baru