Prediksi Harga Lepas E4 EV, Calon Pesaing Baru Geely EX5
24 Juni 2026, 23:00 WIB
Harga BYD Atto 1 disebut masih akan bertahan mulai dari Rp 199 jutaan meskipun statusnya diimpor utuh
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD Motor Indonesia berkomitmen untuk menjaga harga jual mobil listrik mereka buat konsumen Tanah Air, meskipun saat ini insentif Electric Vehicle (EV) impor dihentikan.
Perlu diketahui BYD saat ini memiliki kewajiban untuk merakit mobil listrik sesuai dengan jumlah impor yang telah terjual secara retail di dalam negeri.
Sempat ada dugaan bahwa harga mobil listrik BYD termasuk model termurah mereka, Atto 1 bakal naik pesat pasca insentif disetop.
Apalagi unitnya berpeluang masih berstatus Completely Built Up (CBU) alias impor utuh dari Cina.
Menanggapi hal tersebut, pihak BYD menegaskan harga BYD Atto 1 dan lini mobil listrik mereka yang lain masih akan dijual dengan banderol itu.
“Sampai saat ini, kita masih menggunakan harga yang sama seperti tahun lalu. Belum ada perubahan, walaupun kita sedang dalam proses kalkulasi,” kata Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia di sela IIMS 2026, belum lama ini.
Memang sempat ada kenaikan harga BYD Atto 1 tipe terendah, sebelumnya debut dengan banderol Rp 195 jutaan on the road Jakarta.
Tidak lama setelah peluncurannya ada penyesuaian menjadi Rp 199 juta. Di 2026, angkanya belum berubah lagi.
Luther menegaskan meskipun tanpa insentif BYD meyakini lini kendaraan listrik mereka tetap diminati konsumen karena kualitasnya.
“Sehingga ada insentif ataupun tidak, kami percaya diri dengan produk yang kita miliki,” tegas Luther.
Dia tidak menampik, sinyal positif pertumbuhan penjualan mobil baru perlahan terlihat di awal 2026.
“Mudah-mudahan BYD bisa mempertahankan level penerimaan yang diinginkan oleh konsumen, berbanding dengan produknya,” ucap Luther.
Sekadar informasi, BYD menawarkan berbagai lini mobil listrik mulai dari hatchback Dolphin, SUV Atto 3 dan Sealion 7, sedan Seal, MPV M6 sampai city car BYD Atto 1.
Atto 1 sempat menjadi tulang punggung penjualan BYD saat awal peluncuran dan disalurkan ke diler sampai lebih dari 9.000 unit.
Kehadiran BYD Atto 1 bahkan dinilai berpotensi merusak pasar Low Cost Green Car (LCGC) yang mengincar konsumen entry level.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
24 Juni 2026, 23:00 WIB
24 Juni 2026, 11:00 WIB
17 Juni 2026, 11:00 WIB
15 Juni 2026, 15:49 WIB
14 Juni 2026, 20:00 WIB
Terkini
26 Juni 2026, 09:00 WIB
AHM menjelaskan kalau mereka belum memutuskan bagaimana masa depan paten Honda Ryden 160 yang mereka daftarkan
26 Juni 2026, 07:00 WIB
Francesco Bagnaia mendapatkan kontrak selama empat tahun dari Aprilia dan akan berduet dengan Bezzecchi
26 Juni 2026, 06:23 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diberlakukan hari ini untuk bisa mengurai kemacetan terutama pada jam sibuk
26 Juni 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai terlewat, SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa lima lokasi sebelum akhir pekan
26 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi sejak pagi dan melayani para pengendara motor maupun mobil sebelum akhir pekan
25 Juni 2026, 20:58 WIB
Grup Tianneng meresmikan basis produksi yang berlokasi di Surabaya, fokus pada baterai kendaraan listrik
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Setelah E4 EV, Lepas masih punya rencana untuk memperkenalkan produk mobil listrik lain untuk pasar RI
25 Juni 2026, 19:27 WIB
Tiga model mobil baru dari BMW resmi diluncurkan hari ini, ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 1 miliar