Ekonom Sebut Insentif Masih Dibutuhkan buat Pertahankan Penjualan
11 Februari 2026, 19:00 WIB
Harga BYD Atto 1 disebut masih akan bertahan mulai dari Rp 199 jutaan meskipun statusnya diimpor utuh
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD Motor Indonesia berkomitmen untuk menjaga harga jual mobil listrik mereka buat konsumen Tanah Air, meskipun saat ini insentif Electric Vehicle (EV) impor dihentikan.
Perlu diketahui BYD saat ini memiliki kewajiban untuk merakit mobil listrik sesuai dengan jumlah impor yang telah terjual secara retail di dalam negeri.
Sempat ada dugaan bahwa harga mobil listrik BYD termasuk model termurah mereka, Atto 1 bakal naik pesat pasca insentif disetop.
Apalagi unitnya berpeluang masih berstatus Completely Built Up (CBU) alias impor utuh dari Cina.
Menanggapi hal tersebut, pihak BYD menegaskan harga BYD Atto 1 dan lini mobil listrik mereka yang lain masih akan dijual dengan banderol itu.
“Sampai saat ini, kita masih menggunakan harga yang sama seperti tahun lalu. Belum ada perubahan, walaupun kita sedang dalam proses kalkulasi,” kata Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia di sela IIMS 2026, belum lama ini.
Memang sempat ada kenaikan harga BYD Atto 1 tipe terendah, sebelumnya debut dengan banderol Rp 195 jutaan on the road Jakarta.
Tidak lama setelah peluncurannya ada penyesuaian menjadi Rp 199 juta. Di 2026, angkanya belum berubah lagi.
Luther menegaskan meskipun tanpa insentif BYD meyakini lini kendaraan listrik mereka tetap diminati konsumen karena kualitasnya.
“Sehingga ada insentif ataupun tidak, kami percaya diri dengan produk yang kita miliki,” tegas Luther.
Dia tidak menampik, sinyal positif pertumbuhan penjualan mobil baru perlahan terlihat di awal 2026.
“Mudah-mudahan BYD bisa mempertahankan level penerimaan yang diinginkan oleh konsumen, berbanding dengan produknya,” ucap Luther.
Sekadar informasi, BYD menawarkan berbagai lini mobil listrik mulai dari hatchback Dolphin, SUV Atto 3 dan Sealion 7, sedan Seal, MPV M6 sampai city car BYD Atto 1.
Atto 1 sempat menjadi tulang punggung penjualan BYD saat awal peluncuran dan disalurkan ke diler sampai lebih dari 9.000 unit.
Kehadiran BYD Atto 1 bahkan dinilai berpotensi merusak pasar Low Cost Green Car (LCGC) yang mengincar konsumen entry level.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 Februari 2026, 19:00 WIB
10 Februari 2026, 18:00 WIB
10 Februari 2026, 08:00 WIB
07 Februari 2026, 10:00 WIB
06 Februari 2026, 08:14 WIB
Terkini
11 Februari 2026, 20:00 WIB
Diler GWM Kelapa Gading hadir di lokasi strategis, sehingga memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen
11 Februari 2026, 19:00 WIB
Insentif otomotif jadi salah satu daya tarik utama, perlu diterapkan agar penjualan bisa bertahan konsisten
11 Februari 2026, 18:00 WIB
Bridgestone Indonesia berhasil mencatat perkembangan pasar yang positif pada tahun lalu di tengah tantangan
11 Februari 2026, 17:00 WIB
Ada sejumlah pilihan mobil hybrid murah mulai dari Rp 200 juta-Rp 300 jutaan di IIMS 2026, simak daftarnya
11 Februari 2026, 16:43 WIB
Lepas L8 hadir di IIMS 2026 dengan menawarkan beragam penawaran menarik, sehingga bisa dimanfaatkan pengunjung
11 Februari 2026, 13:00 WIB
Vinfast menilai mobil listrik yang sudah diproduksi di Subang memiliki harga yang kompetitif di pasar EV
11 Februari 2026, 12:00 WIB
Segmen fleet masih menjadi andalan VinFast dalam mengembangkan kendaraan listrik mereka di Indonesia
11 Februari 2026, 11:00 WIB
Dengan tidak adanya insentif, Vinfast memprediksi pertumbuhan pasar EV bakal mengalami perlambatan dari tahun lalu