Pabrik Toyota Indonesia Lahirkan Mobil Baru Dalam Hitungan Menit
29 September 2025, 08:00 WIB
Toyota tutup pabrik di Rusia karena tidak mendapatkan bahan dan suku cadang akibat embargo perdagangan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Toyota tutup pabrik di Saint Petersburg, Rusia. Keputusan tersebut diambil setelah upaya penangguhan kegiatan produksi yang dilakukan sejak Maret 2022 terus belanjut.
Pabrikan asal Jepang tersebut telah berhenti beroperasi sejak 4 Maret 2022. Ketika itu mereka menyampaikan penangguhan dilakukan karena adanya gangguan pasokan bahan dan suku cadang utama.
Mereka optimis bahwa masalah dapat segera diatasi sehingga pabrik dapat beroperasi kembali. Bahkan mereka tetap mempertahankan tenaga kerjanya agar pabrik dapat dioperasikan secepat mungkin.
Sayangnya setelah menunggu selama 6 bulan, tidak terlihat perbaikan situasi di Rusia. Toyota pun akhirnya memutuskan untuk melepas tenaga kerjanya dan menghentikan pengoperasian pabrik secara permanen.
"Keputusan menghentikan produksi kendaraan di Rusia bukanlah keputusan mudah. Namun setelah 6 bulan kami belum dapat melanjutkan aktivitas normal dan tidak melihat indikasi dapat memulai kembali di masa mendatang,” tulis Toyota dalam keterangannya.
Meski menutup pabriknya, bukan berarti Toyota lantas berhenti sepenuhnya di negara tersebut. Bisnis mereka di Moskow ditegaskan masih beroperasi setelah melakuan pengoptimalan dan restrukturisasi.
Sejumlah staf akan dipertahankan guna mendukung jaringan ritel serta melayani pelanggan Toyota dan Lexus. Bagi karyawan yang kehilangan pekerjaan berhak mendapat beberapa bantuan tambahan.
“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada karyawan atas kerja keras serta loyalitas mereka. Sebagai pengakuan terhadap kontribusi yang berharga perusahaan akan menawarkan bantuan pekerjaan, keterampilan ulang, kesejahteraan juga dukungan keuangan di atas persyaratan hukum,” ungkap Toyota.
Toyota merupakan salah satu dari sejumlah produsen mobil yang terpaksa menghentikan kegiatannya di Rusia. Keputusan harus dilakukan karena negara beruang merah telah menginvasi Ukraina.
Invasi mengakibatkan sejumlah negara menerapkan embargo perdagangan. Hal ini pun berdampak pada beragam sektor termasuk otomotif yang sangat membutuhkan suplai dari pihak asing.
Pada Juli 2022, penjualan mobil di negara tersebut telah menurun hampir 75 persen bila dibandingkan Juli 2021. Demikian pada Agustus, terjadi penurunan sebesar 60 persen dibanding periode serupa tahun lalu.
Kondisi diperkirakan belum akan membaik dalam waktu dekat sehingga tidak mengherankan bila banyak pabrikan akhirnya memutuskan untuk mundur dari Rusia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 September 2025, 08:00 WIB
07 Agustus 2025, 23:00 WIB
03 Oktober 2024, 16:00 WIB
29 Februari 2024, 07:30 WIB
08 Januari 2024, 09:30 WIB
Terkini
29 September 2026, 09:00 WIB
Diler motor Honda siapkan aplikasi dengan fitur Booking Servis, mudahkan pelanggan saat servis kendaraan
29 September 2026, 07:00 WIB
Marc Marquez memiliki bekal penting untuk keluar sebagai pemenang di MotoGP Jepang 2026 di Sirkuit Motegi
29 September 2026, 06:00 WIB
Agar mengurus dokumen berkendara lebih mudah, masyarakat disarankan untuk mendatangi SIM keliling Bandung
29 September 2026, 06:00 WIB
Guna meminimalisir kesalahan pengendara di kawasan maupun jalan protokol di jalan Ibu Kota, diterapkan ganjil genap Jakarta
28 September 2026, 21:01 WIB
Bintang Chemical Indonesia melakukan peletakan batu pertama, siap punya pabrik cat belkote baru di Indonesia
28 September 2026, 17:49 WIB
BYD Atto 1 generasi terbaru siap hadir dengan berbagai ubahan mayor, baik pada eksterior maupun jantung pacu
28 September 2026, 12:39 WIB
Di tengah ramainya model baru yang ditawarkan di Indonesia, Mitsubishi Pajero Sport masih menjadi andalan
28 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, berikut biaya dan lokasinya