Interior Berkelas Toyota HiAce Premio Ultimate Racikan Lombardi
02 September 2026, 15:00 WIB
Pemerintah Jepang memberikan izin pabrik Toyota untuk kembali beriperasi setelah diterpa isu penyimpangan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pada akhir Januari 2024 diketahui terjadi penyimpangan prosedur pengujian mesin diesel Toyota. Situasi itu melibatkan beberapa model termasuk Toyota Fortuner yang diproduksi di Indonesia.
Akibat penyimpangan tersebut beberapa fasilitas produksi Toyota di Jepang pun ditutup oleh pemerintah. Langkah itu dilakukan untuk memastikan investigasi dilakukan secara benar dan memberi kesempatan pabrikan mengambil langkah yang diperlukan.
Namun pemerintah Jepang melalui Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata mengumumkan telah mencabut penangguhan pengiriman mesin diesel yang diproduksi Toyota.
Adanya pengumuman tersebut maka Toyota sudah dapat melanjutkan produksi di pabrik Inabe Production line #1 dan Gifu Auto Bodu Production line #1 pada 4 Maret menggunakan mesin yang sesuai standard.
Berkat ini maka seluruh produksi akan kembali berjalan normal dan pengiriman untuk pasar domestik sudah bisa dilakukan.
“Kami Toyota Motor Corporation meminta maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan karena telah menunggu lama dan kepada seluruh pemangku kepentingan lainnya atas ketidaknyamanan serta kekhawatiran signifikan yang ditimbulkan,” ungkap mereka dalam keterangan resmi.
Sebelumnya diberitakan bahwa Toyota Industries Corporation atau TICO menyampaikan pada Toyota Motor Corporation (Toyota) terkait laporan dari komite investigasi khusus. Di dalamnya disampaikan untuk menyelidiki potensi ketidaksesuaian sertifikasi emisi pada beberapa mesin.
Dalam penyelidikan pun ditemukan bahwa ada kejanggalan output tenaga untuk sertifikasi tiga mesin diesel Toyota. Selama pengujian kinerja mesin diukur menggunakan ECU dengan perangkat lunak berbeda dari yang digunakan pada produksi massal sehingga hasilnya terlihat lebih baik.
Setidaknya ada 10 model menggunakan jantung pacu tersebut serta terkena dampaknya secara langsung. Salah satunya adalah mesin itu adalah 1GD pada Toyota Fortuner buatan PT Toyota Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Toyota mengklaim telah memverifikasi ulang produksi massal mereka dan memastikan bahwa mesin maupun kendaraan tedampak tetap memenuhi standar. Oleh sebab itu pabrikan tidak menghentikan penggunaan jantung pacunya.
Diharapkan melalui kejadian ini Toyota bisa lebih menjaga kualitas produknya. Terlebih tahun lalu mereka berhasil menjadi pabrikan otomotif terbesar di dunia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Terkini
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan
09 September 2026, 06:00 WIB
Beroperasi di lima lokasi berbeda, SIM keliling Jakarta hanya melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
08 September 2026, 19:00 WIB
Robot humanoid AiMOGA yang dikembangkan oleh Chery Group sudah masuk ke pasar internasional hingga 60 negara
08 September 2026, 16:50 WIB
SUV masih jadi salah satu favorit konsumen, Xpeng GX tuai respons positif sejak debut di RI beberapa waktu lalu
08 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi menyuguhkan banyak kegiatan menarik yang mencuri perhatian masyarakat
08 September 2026, 07:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS Bandung 2026 akan menampilkan sekitar 42 kendaraan yang bisa dicoba langsung pengunjung
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima tempat berbeda hari ini, simak lokasi dan biayanya
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pengendara motor dan mobil