Chery Siap Bangun Pusat R&D di Indonesia Demi Tunjukan Keseriusan
04 Mei 2026, 13:00 WIB
Pemerintah Jepang memberikan izin pabrik Toyota untuk kembali beriperasi setelah diterpa isu penyimpangan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pada akhir Januari 2024 diketahui terjadi penyimpangan prosedur pengujian mesin diesel Toyota. Situasi itu melibatkan beberapa model termasuk Toyota Fortuner yang diproduksi di Indonesia.
Akibat penyimpangan tersebut beberapa fasilitas produksi Toyota di Jepang pun ditutup oleh pemerintah. Langkah itu dilakukan untuk memastikan investigasi dilakukan secara benar dan memberi kesempatan pabrikan mengambil langkah yang diperlukan.
Namun pemerintah Jepang melalui Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata mengumumkan telah mencabut penangguhan pengiriman mesin diesel yang diproduksi Toyota.
Adanya pengumuman tersebut maka Toyota sudah dapat melanjutkan produksi di pabrik Inabe Production line #1 dan Gifu Auto Bodu Production line #1 pada 4 Maret menggunakan mesin yang sesuai standard.
Berkat ini maka seluruh produksi akan kembali berjalan normal dan pengiriman untuk pasar domestik sudah bisa dilakukan.
“Kami Toyota Motor Corporation meminta maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan karena telah menunggu lama dan kepada seluruh pemangku kepentingan lainnya atas ketidaknyamanan serta kekhawatiran signifikan yang ditimbulkan,” ungkap mereka dalam keterangan resmi.
Sebelumnya diberitakan bahwa Toyota Industries Corporation atau TICO menyampaikan pada Toyota Motor Corporation (Toyota) terkait laporan dari komite investigasi khusus. Di dalamnya disampaikan untuk menyelidiki potensi ketidaksesuaian sertifikasi emisi pada beberapa mesin.
Dalam penyelidikan pun ditemukan bahwa ada kejanggalan output tenaga untuk sertifikasi tiga mesin diesel Toyota. Selama pengujian kinerja mesin diukur menggunakan ECU dengan perangkat lunak berbeda dari yang digunakan pada produksi massal sehingga hasilnya terlihat lebih baik.
Setidaknya ada 10 model menggunakan jantung pacu tersebut serta terkena dampaknya secara langsung. Salah satunya adalah mesin itu adalah 1GD pada Toyota Fortuner buatan PT Toyota Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Toyota mengklaim telah memverifikasi ulang produksi massal mereka dan memastikan bahwa mesin maupun kendaraan tedampak tetap memenuhi standar. Oleh sebab itu pabrikan tidak menghentikan penggunaan jantung pacunya.
Diharapkan melalui kejadian ini Toyota bisa lebih menjaga kualitas produknya. Terlebih tahun lalu mereka berhasil menjadi pabrikan otomotif terbesar di dunia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 Mei 2026, 13:00 WIB
30 April 2026, 15:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
22 April 2026, 12:31 WIB
21 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
10 Mei 2026, 09:00 WIB
Ducati Indonesia menggelar ajang riding We Ride As One 2026 di Bali, libatkan lebih dari 100 peserta
10 Mei 2026, 06:01 WIB
MG menilai kuota insentif mobil listrik yang tengah disiapkan pemerintah, masih kurang dan bisa ditambah lagi
09 Mei 2026, 20:35 WIB
Marco Bezzecchi cukup percaya diri untuk menjalani MotoGP Prancis 2026 berbekal kemenangan pada musim 2023
09 Mei 2026, 20:31 WIB
Jorge Martin dan Marco Bezzecchi podium di Sprint Race MotoGP Prancis 2026, Francesco Bagnaia sumbangkan poin
09 Mei 2026, 11:00 WIB
Demi menjawab kebutuhan mobilitas konsumen, Alva Studio Indy Bintaro resmi didirikan di Tangerang Selatan
08 Mei 2026, 19:00 WIB
Ford memberikan sejumlah keuntungan bagi para pelanggan di Tanah Air, salah satunya adalah voucher bensin
08 Mei 2026, 17:49 WIB
Insentif mobil listrik berupa pembebasan pajak, diyakini dapat kembali menggairahkan penjualan EV tahun ini
08 Mei 2026, 09:00 WIB
Yadea Indonesia melakukan uji produk dengan melibatkan banyak pihak untuk membuktikan kualitas motor listrik