Chery Tegaskan Bangun Pabrik di Indonesia Tahun Ini
23 Januari 2026, 11:00 WIB
Rusia umumkan perang dengan Ukraina sehingga membahayakan pabrik-pabrik milik VW, Renault dan Stellantis di sana
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Presiden Rusia Vladimir Putin mendeklarasikan perang terhadap Ukraina pada Rabu (23/02). Hal ini sontak membuat beberapa pabrikan mobil cemas akan terkena dampaknya.
Tercatat ada beberapa pabrikan mobil yang beroperasi di Rusia seperti VW (Volkswagen), Renault dan Stellatis. Ketiganya diyakini akan mendapat masalah saat Rusia umumkan perang yang telah dimulai kemarin.
Seperti dilansir dari Carscoops, Renault Grup merupakan salah satu pihak yang khawatir. Pabrikan mobil asal Perancis ini memiliki saham di AvtoVAZ yang memproduksi Ladas.
Ladas sendiri merupakan salah satu brand paling favorit di Rusia. Mereka juga memiliki pabrik kedua di dekat kota Moskow.
Luca de Meo, CEO Renault mengatakan bahwa sebagian besar suku cadang pabrik Lada diproduksi secara lokal. Namun pabrik tersebut akan kesulitan mendapatkan cip semikonduktor akibat sanksi barat pada Rusia.
Sementara VW dan Stellantis memiliki pabrik di kota Kaluga yang hanya berjarak 180 km dari Moskow. Moskow sendiri merupakan pusat otomotif dari negara Rusia.
VW saat ini memproduksi Tiguan, Polo, dan Skoda Rapid di sana. Sementara Audi memproduksi Q7 dan Q8 di pabriknya tersebut di atas.
Lalu Stellantis dan Mitsubishi melakukan kolaborasi dengan memproduksi mobil-mobil berjenis van. Mobil-mobil hasil produksinya di ekspor ke berbagai negara di Eropa.
Kota Kaluga sendiri merupakan rumah bagi para pemasok kenamaan di industri otomotif. Nama-nama besar seperti Continental, Magna dan Visteon saat ini terancam tutup atas agresi militer yang dilakukan Rusia sejak kemarin.
Ketiga brand di atas yakni VW, Renault dan Stellantis merupakan pemain terbesar di Rusia dan paling merasakan akibat dari Agresi militer terhadap Ukraina.
Namun belakangan Mercedes-Benz diketahui baru saja menggelontorkan dana untuk berinvestasi di Rusia. Mereka berinvestasi sebesar 250 juta Euro atau sekira Rp4 triliun.
Dana tersebut digunakan untuk membangun pabrik di Rusia dan akan memproduksi sedan E-Class dan SUV di sana.
“Kami sangat prihatin dengan perkembangan terakhir dan berharap eskalasi lebih lanjut dapat dicegah,” kata juru icara Mercedes-Benz.
Hingga berita ini ditayangkan, Rusia sudah meluncurkan beberapa serangan ke Ukraina. Selepas pidato Putin, beberapa serangan udara dari Rusia ke kota-kota besar Ukraina sudah mulai terdengar.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 Januari 2026, 11:00 WIB
17 Januari 2026, 08:00 WIB
27 Desember 2025, 07:00 WIB
16 Oktober 2025, 08:00 WIB
14 Oktober 2025, 08:00 WIB
Terkini
14 September 2026, 18:02 WIB
Berbekal kemenangan di Misano pada Minggu (13/09), Marquez sukses memuncaki klasemen sementara MotoGP 2026
14 September 2026, 18:01 WIB
BYD kembali berada di puncak daftar merek mobil Cina terlaris periode Agustus 2026 disusul Jaecoo dan Geely
14 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi terbaik untuk Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
14 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa mengurai kemacetan panjang di sejumlah jalan protokol Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta masih berlaku
14 September 2026, 05:48 WIB
Kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak informasi lengkap SIM keliling Jakarta hari ini
13 September 2026, 19:55 WIB
Marc Marquez kembali mendominasi dan ada di puncak klasemen sementara setelah MotoGP San Marino 2026
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum