Rusia Umumkan Perang, Pabrik VW, Renault dan Stellantis Terancam

Rusia umumkan perang dengan Ukraina sehingga membahayakan pabrik-pabrik milik VW, Renault dan Stellantis di sana

Rusia Umumkan Perang, Pabrik VW, Renault dan Stellantis Terancam
Denny Basudewa

TRENOTO – Presiden Rusia Vladimir Putin mendeklarasikan perang terhadap Ukraina pada Rabu (23/02). Hal ini sontak membuat beberapa pabrikan mobil cemas akan terkena dampaknya.

Tercatat ada beberapa pabrikan mobil yang beroperasi di Rusia seperti VW (Volkswagen), Renault dan Stellatis. Ketiganya diyakini akan mendapat masalah saat Rusia umumkan perang yang telah dimulai kemarin.

Seperti dilansir dari Carscoops, Renault Grup merupakan salah satu pihak yang khawatir. Pabrikan mobil asal Perancis ini memiliki saham di AvtoVAZ yang memproduksi Ladas.

Ladas sendiri merupakan salah satu brand paling favorit di Rusia. Mereka juga memiliki pabrik kedua di dekat kota Moskow.

Luca de Meo, CEO Renault mengatakan bahwa sebagian besar suku cadang pabrik Lada diproduksi secara lokal. Namun pabrik tersebut akan kesulitan mendapatkan cip semikonduktor akibat sanksi barat pada Rusia.

Sementara VW dan Stellantis memiliki pabrik di kota Kaluga yang hanya berjarak 180 km dari Moskow. Moskow sendiri merupakan pusat otomotif dari negara Rusia.

VW saat ini memproduksi Tiguan, Polo, dan Skoda Rapid di sana. Sementara Audi memproduksi Q7 dan Q8 di pabriknya tersebut di atas.

Lalu Stellantis dan Mitsubishi melakukan kolaborasi dengan memproduksi mobil-mobil berjenis van. Mobil-mobil hasil produksinya di ekspor ke berbagai negara di Eropa.

Kota Kaluga sendiri merupakan rumah bagi para pemasok kenamaan di industri otomotif. Nama-nama besar seperti Continental, Magna dan Visteon saat ini terancam tutup atas agresi militer yang dilakukan Rusia sejak kemarin.

Ketiga brand di atas yakni VW, Renault dan Stellantis merupakan pemain terbesar di Rusia dan paling merasakan akibat dari Agresi militer terhadap Ukraina.

Photo : 123RF

Namun belakangan Mercedes-Benz diketahui baru saja menggelontorkan dana untuk berinvestasi di Rusia. Mereka berinvestasi sebesar 250 juta Euro atau sekira Rp4 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk membangun pabrik di Rusia dan akan memproduksi sedan E-Class dan SUV di sana.

“Kami sangat prihatin dengan perkembangan terakhir dan berharap eskalasi lebih lanjut dapat dicegah,” kata juru icara Mercedes-Benz.

Hingga berita ini ditayangkan, Rusia sudah meluncurkan beberapa serangan ke Ukraina. Selepas pidato Putin, beberapa serangan udara dari Rusia ke kota-kota besar Ukraina sudah mulai terdengar.


Terkini

komunitas
Motul

Motul Dukung Mozia MotoFest 2026 dan Rangkul Komunitas

Motul kembali terlibat dalam acara yang melibatkan banyak anggota komunitas kendaraan roda dua di Tanah Air

news
Farizon V8E

Farizon Siap Terima Orderan Untuk MBG, Andalkan Van Listrik V8E

Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah

mobil
Smart #2

Smart #2 Siap Debut, Rival Air ev Racikan Geely dan Mercedes-Benz

Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern

motor
Presiden Prabowo Subianto

Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged

Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia

mobil
Wuling Aira ev

10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer

Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi

mobil
Suzuki XL7

Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya

Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen

mobil
Mobil listrik nasional

Prabowo Pastikan Mobil Listrik Nasional Mengaspal pada 2028

Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia