VinFast Belum Berencana Buka Pabrik Baterai EV di Indonesia
27 Desember 2025, 07:00 WIB
Rusia umumkan perang dengan Ukraina sehingga membahayakan pabrik-pabrik milik VW, Renault dan Stellantis di sana
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Presiden Rusia Vladimir Putin mendeklarasikan perang terhadap Ukraina pada Rabu (23/02). Hal ini sontak membuat beberapa pabrikan mobil cemas akan terkena dampaknya.
Tercatat ada beberapa pabrikan mobil yang beroperasi di Rusia seperti VW (Volkswagen), Renault dan Stellatis. Ketiganya diyakini akan mendapat masalah saat Rusia umumkan perang yang telah dimulai kemarin.
Seperti dilansir dari Carscoops, Renault Grup merupakan salah satu pihak yang khawatir. Pabrikan mobil asal Perancis ini memiliki saham di AvtoVAZ yang memproduksi Ladas.
Ladas sendiri merupakan salah satu brand paling favorit di Rusia. Mereka juga memiliki pabrik kedua di dekat kota Moskow.
Luca de Meo, CEO Renault mengatakan bahwa sebagian besar suku cadang pabrik Lada diproduksi secara lokal. Namun pabrik tersebut akan kesulitan mendapatkan cip semikonduktor akibat sanksi barat pada Rusia.
Sementara VW dan Stellantis memiliki pabrik di kota Kaluga yang hanya berjarak 180 km dari Moskow. Moskow sendiri merupakan pusat otomotif dari negara Rusia.
VW saat ini memproduksi Tiguan, Polo, dan Skoda Rapid di sana. Sementara Audi memproduksi Q7 dan Q8 di pabriknya tersebut di atas.
Lalu Stellantis dan Mitsubishi melakukan kolaborasi dengan memproduksi mobil-mobil berjenis van. Mobil-mobil hasil produksinya di ekspor ke berbagai negara di Eropa.
Kota Kaluga sendiri merupakan rumah bagi para pemasok kenamaan di industri otomotif. Nama-nama besar seperti Continental, Magna dan Visteon saat ini terancam tutup atas agresi militer yang dilakukan Rusia sejak kemarin.
Ketiga brand di atas yakni VW, Renault dan Stellantis merupakan pemain terbesar di Rusia dan paling merasakan akibat dari Agresi militer terhadap Ukraina.
Namun belakangan Mercedes-Benz diketahui baru saja menggelontorkan dana untuk berinvestasi di Rusia. Mereka berinvestasi sebesar 250 juta Euro atau sekira Rp4 triliun.
Dana tersebut digunakan untuk membangun pabrik di Rusia dan akan memproduksi sedan E-Class dan SUV di sana.
“Kami sangat prihatin dengan perkembangan terakhir dan berharap eskalasi lebih lanjut dapat dicegah,” kata juru icara Mercedes-Benz.
Hingga berita ini ditayangkan, Rusia sudah meluncurkan beberapa serangan ke Ukraina. Selepas pidato Putin, beberapa serangan udara dari Rusia ke kota-kota besar Ukraina sudah mulai terdengar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Desember 2025, 07:00 WIB
16 Oktober 2025, 08:00 WIB
14 Oktober 2025, 08:00 WIB
03 Oktober 2025, 19:00 WIB
26 Agustus 2025, 12:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV