Penjualan Toyota Global Februari 2026 Turun Tipis
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik Toyota di Jepang terancam kekurangan komponen karena supplier terdampak gempa di Prefektur Ishikawa
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pabrik Toyota di Jepang kembali beroperasi hari ini, Senin (08/01). Namun karena gempa berkekuatan 7.6 skala richter yang menghantam semenanjung Noto, Prefektur Ishikawa pada 1 Januari 2024 kondisinya akan sedikit berbeda.
Beberapa pabrik supplier terdampak gempa sehingga Toyota cuma dapat menggunakan komponen yang sudah tersedia saat ini. Mereka juga akan mengandalkan suku cadang dari luar area terdampak agar fasilitas produksi bisa tetap berjalan.
Namun bila tidak ada perbaikan dalam waktu dekat maka kemungkinan proses produksi terhambat karena kekurangan komponen.
“Karena gempa susulan masih terus terjadi, kami akan kembali mengambil keputusan tentang operasional pabrik setelah 15 Januari. Hal ini dilakukan sambil menilai situasi secara cermat dan menempatkan prioritas tertinggi pada keselamatan,” tulis Toyota dalam siaran persnya.
Sampai saat ini ada beberapa supplier di Prefektur Ishikawa masih belum aktif. Mereka adalah Toshiba, Murata dan beberapa perusahaan lain.
Pada Selasa lalu Toshiba telah menyampaikan bahwa pabrik utama yang memproduksi semikonduktor telah berhenti produksi. Langkah itu diambil karena infrastruktur harus diperiksa total untuk memastikan ada tidaknya kerusakan.
Penutupan pabrik juga dilakukan oleh Murata Manufacturing sebagai produsen Multilayer Ceramic Capacitors (MLCC) terbesar di dunia. Mereka memiliki dua fasilitas produksi yang lokasinya dekat dengan pusat gempa.
Tekanan pada produksi kendaraan bukanlah hal baru bagi Toyota. Sepanjang 2023 mereka beberapa kali menghentikan operasional pabrik.
Pada Agustus 2023 pabrikan asal Jepang tersebut harus menghentikan aktivitas 14 pabrik di Jepang. Langkah itu dilakukan karena adanya kerusakan sistem komputer yang memproses pemesanan suku cadang.
Operasional enam pabrik Toyota kembali dihentikan pada Oktober 2023 akibat terjadi ledakan di salah satu fasilitas produksi supplier.
Selanjutnya Daihatsu selaku anak perusahaan Toyota juga terlibat skandal pemalsuan hasil uji tabrak untuk beberapa model. Kegiatan pabrik dihentikan sementara guna dilakukan pemeriksaan.
Meski demikian penjualan Toyota masih menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Pada periode Januari – November pabrikan mobil asal Jepang tersebut berhasil menjual sedikitnya 9.36 juta unit.
Jumlah itu masih terus bertambah karena penjualan di Desember 2023 belum selesai dihitung.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 April 2026, 15:00 WIB
27 Maret 2026, 09:00 WIB
10 Maret 2026, 11:00 WIB
09 Maret 2026, 07:14 WIB
08 Maret 2026, 13:00 WIB
Terkini
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026