Sigra dan Gran Max Andalan Daihatsu Gairahkan Pasar Mobil Baru

Daihatsu mampu menorehkan penjualan cukup positif pada September 2025 berkat kontribusi Sigra dan Gran Max

Sigra dan Gran Max Andalan Daihatsu Gairahkan Pasar Mobil Baru

KatadataOTO – Astra Daihatsu Motor (ADM) menunjukan kinerja positif pada September 2025. Karena penjualan mereka bisa mengalami kenaikan.

Menurut catatan Gaikindo, pada bulan lalu Daihatu berhasil membukukan 11.390 unit dari diler ke konsumen (retail sales).

Jumlah di atas mengalami peningkatkan tipis dari 11.008 pada Agustus 2025. Menjadi sebuah raihan positif bagi produsen asal Jepang itu.

Daihatsu pun buka suara mengenai catan apik kali ini. Mereka mengaku bersyukur atas kinerja positif tersebut.

Daihatsu Gran Max
Photo : KatadataOTO

"Betul bahwa retail sales Daihatsu di September 2025 mencatatkan angka 11.390 unit dengan kenaikan lebih dari tiga persen," ungkap Tri Mulyono, Marketing & Customer Relations Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation kepada KatadataOTO, Selasa (14/10).

Tri menjelaskan kalau ada sejumlah faktor pendukung kenapa penjualan mobil baru Daihatsu naik di September 2025.

Seperti contoh dengan memaksimalkan tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan komersial mereka.

"Ditandai dengan kenaikan penjualan unit Daihatsu Gran Max (di bulan lalu)," Tri melanjutkan.

Selain itu mobil Low Cost Green Car (LCGC) Daihatsu juga tidak kalah digandrungi konsumen di dalam negeri.

Kendaraan roda empat dengan banderol terjangkau itu turut menjadi tulang punggung Daihatsu di pasar dalam negeri.

"Dan juga (ada) kenaikan di sektor LCGC, khususnnya Daihatsu Sigra," pungkas Tri.

Jadi Catatan Positif saat Pasar Lesu

Berbekal dua produk di atas, Daihatsu mampu menunjukan kinerja cukup positif, terutama di pasar mobil baru.

Mengingat penjualan kendaraan roda empat anyar pada bulan lalu kembali terkoreksi cukup dalam.

Masih dalam data Gaikindo, sepanjang September 2025 penjualan retail sales hanya berada di level 63.723 unit.

Raihan tersebut turun 4,20 persen jika dibandingkan dengan penjualan retail di Agustus 2025.

Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dinilai sebagai salah satu faktor utama di dalamnya.

Daihatsu Sigra
Photo : Istimewa

Daya beli masyarakat terhadap kendaraan roda empat anyar juga sangat terpengaruh. Mereka seperti enggan membelanjakan uangnya.

Jika dilihat lebih rinci, Toyota bertahan di posisi pertama merek dengan penjualan terbanyak yaitu 20.072 unit.

Lalu di peringkat kedua ditempati oleh Daihatsu. Pada tangga ketiga ada Suzuki yang mengirimkan 5.477 unit.


Terkini

review
Geely EX2

First Drive Mobil Listrik Geely EX2, Bisa Diandalkan Kaum Urban

Geely EX2 bisa menjadi opsi mobil listrik untuk Anda yang hidup diperkotaan, sebab memiliki banyak keunggulan

mobil
Pabrik BYD

BYD Mulai Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Vietnam

Vietnam dipilih BYD sebagai tempat merakit baterai mobil listrik, baik kendaraan penumpang maupun komersial

mobil
Chery

Pabrik Mandiri Chery Produksi 100 Ribu Unit per Tahun Mulai 2027

Masih bekerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor, tahun depan Chery targetkan pabrik mandirinya beroperasi

otosport
Pedro Acosta

Marc Marquez Masih Jadi Momok Menakutkan Bagi Pedro Acosta

Pedro Acosta akan mewaspadai aksi Marc Marquez demi meraih hasil terbaik dalam setiap seri MotoGP 2026

modifikasi
Modifikasi Stiker

Tren Modifikasi Stiker Mobil 2026: Simpel Bergaya Retro

Tren modifikasi stiker mobil tampaknya kembali ke arah retro atau lawas, cocok dipakai di banyak model anyar

motor
Charged Maleo S

Versi Baru Charged Maleo S Meluncur, Ada Program Sewa Harian

Charged Maleo S jadi salah satu motor listrik anyar di 2026, ada pengembangan dari versi terdahulunya

mobil
Mobil listrik Cina

Kanada Istimewakan Mobil Listrik Cina, Donald Trump Meradang

Kanada menurunkan tarif masuk mobil listrik Cina, dari semula 100 persen menjadi hanya 6,1 persen saja

mobil
Toyota Agya

Toyota Beberkan Penyebab Turunnya Penjualan di Segmen LCGC

Toyota sebut turunnya penjualan di LCGC disebabkan oleh banyak hal termasuk ketatnya kebijakan perusahaan pembiayaan