Audi Ogah Ikut Tren, Siap Hilangkan Layar Besar di Dalam Kabin

Audi enggan mengikuti tren-tren mobil baru yang mengusung layar infotaiment dan panel meter berukuran besar

Audi Ogah Ikut Tren, Siap Hilangkan Layar Besar di Dalam Kabin

KatadataOTO – Saat ini banyak mobil baru yang dilengkapi layar infotainment maupun panel meter berukuran besar. Hal tersebut biasanya dilakukan oleh para produsen asal Cina.

Hal itu terasa perlu karena hampir seluruh pengaturan berada di dalam satu layar. Tidak lagi banyak tombol fisik di kendaraan.

Dengan begitu, tampilan kabin kendaraan terasa lebih modern. Berbeda sama mobil-mobil keluaran 1990-an sampai awal 2000-an.

Akan tetapi, hal tersebut ternyata menuai banyak respons. Termasuk datang dari Audi yang mulai gerah dengan desain layar lebar di dalam kabin.

Audio
Photo: Carscoops

“Layar yang besar tidak lagi jadi pengalaman terbaik,” ungkap Massimo Frascella, Chief Creative Officer Audi di Carscoops, Rabu (28/01).

Sebagai informasi, Frascella sempat mendesain beberapa produk Land Rover. Semisal Velar, Defender sampai Range Rover.

Dari seluruh mobil di atas, ia sama sekali tidak menyematkan layar berukuran besar. Keputusan itu yang akan Frascella terapkan di produk-produk baru Audi.

Seperti tertuang di Audi New C Concept. Terlihat pada bagian interior sudah tidak ada lagi layar besar, berbeda dengan mobil-mobil keluaran terbaru.

Keputusan ini sesuai dengan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh Frascella, yakni jelas, teknis, cerdas dan emosional.

Frascella menilai sisi emosional pengendara tidak bisa dipaksakan. Harus muncul secara alami dari disiplin, ketelitian juga tujuan.

“Jadi Anda harus mendengarkan apa yang dibutuhkan konsumen. Kemudian menemukan cara Anda sendiri untuk mewujudkannya melalui pengalaman yang tidak seperti orang lain,” lanjut dia.

Meski begitu, ide dari Frascella masih harus dibuktikan. Apakah konsumen Audi cocok dengan konsep diusung sang desainer atau tidak.

Mengingat masih banyak juga pembeli mobil baru yang ingin melihat layar besar, di dalam kendaraan agar memiliki kesan modern.

Apalagi untuk mobil-mobil listrik terkini yang semua pengaturannya, mulai dari menyalakan lampu, AC hingga mengoperasikan kendaraan berada di layar tersebut.

Audio
Photo: Carscoops

Kendati demikian, tidak jarang juga pembeli tetap ingin memiliki tombol fisik dan layar tidak terlalu besar di kabin.

Hal tersebut demi kepraktisan pengoperasian. Selain itu dirasa lebih aman saat berkendara di jalan raya seorang diri

Sebab konsentrasi Anda tidak terganggu, karena harus terus melihat layar besar guna mengoperasikan berbagai fitur.


Terkini

mobil
Geely EX2

Geely EX2 Varian Termahal Lebih Laris 70 Persen di Indonesia

Varian termahal dari Geely EX2 berhasil mendapat respon paling positif dari para pelanggan di Indonesia

mobil
Denza B5

Kehadiran Denza B5 ke RI Makin Dekat, Bukan di IIMS 2026

BYD mengumumkan kehadiran Denza B5, baru sebatas perkenalan saja dan bukan di pameran otomotif IIMS 2026

mobil
Mobil LCGC

Penjualan LCGC Bisa Naik Lagi Asal Para APM Pakai Strategi Ini

Toyota, Daihatsu maupun Honda dapat menempuh beragam siasat demi menggairahkan pasar mobil LCGC di 2026

motor
Chip Semikonduktor

Yamaha Dukung Pemerintah Indonesia Kembangkan Chip Semikonduktor

Menurut Yamaha pemerintah harus memperhatikan kebutuhan maupun spesifikasi dari permintaan chip semikonduktor

mobil
Chery C5 CSH

Kisaran Harga Chery C5 CSH, Lebih Murah dari Honda HR-V Hybrid

Harga Chery C5 CSH ada di kisaran Rp 400 jutaan, jadi opsi menarik dari rival terdekatnya Honda HR-V Hybrid

mobil
MG S5 EV meluncur tahun depan

MG S5 EV Debut di IIMS 2026, Langsung CKD dan Harap Insentif

MG berharap produk anyar mereka S5 EV bisa mendapatkan keringanan dan dijual dengan harga kompetitif

mobil
Suzuki Grand Vitara

Suzuki Grand Vitara Direcall, Ada Potensi Kerusakan Speedometer

148 unit Suzuki Grand Vitara terkena recall akibat adanya potensi kerusakan pada Speedometer Assy Comb

mobil
Diskon Suzuki Ertiga Cruise

Minat Pelanggan Berubah, Penjualan Suzuki Ertiga Tertekan

Suzuki akui penjualan Ertiga mengalami penurunan serta tergantikan oleh produk SUV seperti XL7 dan Fronx