Harga BYD Atto 1 Bakal Naik Pekan Depan, Tak Lagi Rp 100 Jutaan
05 Maret 2026, 18:00 WIB
BYD sukses menjadi produsen mobil Cina paling laris pada 2025 usai membukukan penjualan sampai 4,6 juta unit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Para produsen mobil Cina sukses memetik hasil manis pada 2025. Bahkan diklaim mendapat banyak keuntungan di tahun lalu.
Melansir Carnewschina pada Rabu (28/01), industri otomotif Tiongkok melaporkan total produksi sebesar 34,78 juta unit kendaraan di 2025.
Menurut Cui Dongshu, sekretaris jenderal China Passenger Car Association, jumlah di atas meningkat sekitar 10 persen dibandingkan 2024.
“Total pendapatan sektor ini untuk tahun lalu mencapai 11,1 miliar yuan (Rp 26,6 triliun),” tulis media daring tersebut.
Lebih jauh disebutkan, total tersebut menunjukkan peningkatan hingga 7,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara biaya pokok penjualan di seluruh industri mencapai 9,8 miliar yuan atau setara Rp 23,5 triliun.
Sebuah pencapaian cukup positif. Menunjukkan dominasi Cina di industri otomotif, terkhusus mobil listrik yang tidak terbantahkan.
Dalam laporan serupa, sejumlah produsen kendaraan roda empat asal Tiongkok menjadi penyumbang terbesar pada 2025.
Ambil contoh BYD yang mampu berkontribusi paling banyak. Mereka menyumbangkan 4,6 juta kendaraan.
Kemudian disusul oleh Geely Automobile dengan 3 jutaan mobil baru. Lalu masih ada Chery mencatatkan 2,6 juta unit.
Terakhir Great Wall Motor tidak mau ketinggalan dalam mencatatkan penjualan positif. Mereka sukses membukukan hingga 1,3 juta unit.
Di sisi lain, sejumlah merek baru turut andil di 2025. Semisal Leapmotor yang mengirimkan 596 ribuan unit.
Xpeng Motor turut berkontribusi hingga 429 ribuan unit. Tidak ketinggalan Li Auto dengan 406 ribuan mobil baru.
Nio berhasil menyumbangkan angka hingga 326 ribuan unit kendaraan roda empat. Sehingga tidak heran jika produsen mobil Cina mampu meraup banyak keuntungan.
Sebut saja BYD, mereka meniagakan beberapa Electric Vehicle (EV). Mulai dari Dolphin, Sealion 7 hingga Atto 1.
Chery juga tidak kalah agresif dalam menggoda konsumen di Tanah Air. Bahkan mereka meluncurkan beberapa sub-brand, yakni Jaecoo dan Lepas.
Changan, Xpeng, GWM, Ora, MG, Tank maupun DFSK juga menjadi produsen mobil Cina yang meramaikan pasar otomotif di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 Maret 2026, 18:00 WIB
05 Maret 2026, 12:00 WIB
04 Maret 2026, 11:00 WIB
03 Maret 2026, 12:00 WIB
03 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
07 Maret 2026, 15:00 WIB
Kehadiran Volvo ES90 dipercaya dapat menambah opsi mobil listrik di segmen premium bagi konsumen di Indonesia
07 Maret 2026, 11:00 WIB
Berkaca pada tren pada tahun-tahun sebelumnya, minat masyarakat terhadap mobil bekas meningkat jelang Lebaran
07 Maret 2026, 09:06 WIB
JAC di bawah naungan Indomobil membuka diler 3S pertama di kawasan Pantai Indah Kapuk guna permudah konsumen
06 Maret 2026, 22:30 WIB
Jaecoo Indonesia terus menambah jumlah diler untuk bisa lebih maksimal dalam menghadirkan layanan terbaik
06 Maret 2026, 22:00 WIB
Inovasi terbaru dari Otospector untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat membeli mobil bekas berkualitas
06 Maret 2026, 20:00 WIB
Guna menjangkau lebih banyak konsumen, Ford memperluas jaringan diler dan membuka perdana outlet FEC
06 Maret 2026, 16:00 WIB
BAIC Indonesia berencana untuk meningkatkan penjualan dengan menambah lini produk ramah lingkungan mereka
06 Maret 2026, 14:00 WIB
Xpeng menyambut musim mudik Lebaran 2026 dengan memberikan beragam kemudahan purna jual untuk pelanggan