Tanpa Insentif, Harga BYD Atto 1 Dipertahankan Rp 199 Juta
11 Februari 2026, 21:00 WIB
BYD sukses menjadi produsen mobil Cina paling laris pada 2025 usai membukukan penjualan sampai 4,6 juta unit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Para produsen mobil Cina sukses memetik hasil manis pada 2025. Bahkan diklaim mendapat banyak keuntungan di tahun lalu.
Melansir Carnewschina pada Rabu (28/01), industri otomotif Tiongkok melaporkan total produksi sebesar 34,78 juta unit kendaraan di 2025.
Menurut Cui Dongshu, sekretaris jenderal China Passenger Car Association, jumlah di atas meningkat sekitar 10 persen dibandingkan 2024.
“Total pendapatan sektor ini untuk tahun lalu mencapai 11,1 miliar yuan (Rp 26,6 triliun),” tulis media daring tersebut.
Lebih jauh disebutkan, total tersebut menunjukkan peningkatan hingga 7,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara biaya pokok penjualan di seluruh industri mencapai 9,8 miliar yuan atau setara Rp 23,5 triliun.
Sebuah pencapaian cukup positif. Menunjukkan dominasi Cina di industri otomotif, terkhusus mobil listrik yang tidak terbantahkan.
Dalam laporan serupa, sejumlah produsen kendaraan roda empat asal Tiongkok menjadi penyumbang terbesar pada 2025.
Ambil contoh BYD yang mampu berkontribusi paling banyak. Mereka menyumbangkan 4,6 juta kendaraan.
Kemudian disusul oleh Geely Automobile dengan 3 jutaan mobil baru. Lalu masih ada Chery mencatatkan 2,6 juta unit.
Terakhir Great Wall Motor tidak mau ketinggalan dalam mencatatkan penjualan positif. Mereka sukses membukukan hingga 1,3 juta unit.
Di sisi lain, sejumlah merek baru turut andil di 2025. Semisal Leapmotor yang mengirimkan 596 ribuan unit.
Xpeng Motor turut berkontribusi hingga 429 ribuan unit. Tidak ketinggalan Li Auto dengan 406 ribuan mobil baru.
Nio berhasil menyumbangkan angka hingga 326 ribuan unit kendaraan roda empat. Sehingga tidak heran jika produsen mobil Cina mampu meraup banyak keuntungan.
Sebut saja BYD, mereka meniagakan beberapa Electric Vehicle (EV). Mulai dari Dolphin, Sealion 7 hingga Atto 1.
Chery juga tidak kalah agresif dalam menggoda konsumen di Tanah Air. Bahkan mereka meluncurkan beberapa sub-brand, yakni Jaecoo dan Lepas.
Changan, Xpeng, GWM, Ora, MG, Tank maupun DFSK juga menjadi produsen mobil Cina yang meramaikan pasar otomotif di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Februari 2026, 21:00 WIB
11 Februari 2026, 19:00 WIB
11 Februari 2026, 12:00 WIB
11 Februari 2026, 11:00 WIB
10 Februari 2026, 18:00 WIB
Terkini
12 Februari 2026, 10:00 WIB
GWM Tank 500 Diesel segera dikirim ke rumah konsumen, agar bisa diandalkan untuk kebutuhan mobilitas
12 Februari 2026, 09:00 WIB
Suzuki kembali menggelar program promo spareparts pada di IIMS 2026, sehingga memudahkan para konsumen
12 Februari 2026, 08:00 WIB
Demi menggoda konsumen di Tanah Air, motor matic Honda PCX 160 diberikan penyegaraan dari sisi tampilan
12 Februari 2026, 07:00 WIB
Mobil hybrid perdana Mitsubishi di Indonesia akan langsung dirakit lokal, diyakini LMPV Xpander Hybrid
12 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan dengan diawasi langsung oleh kepolisian di sejumlah titik rawan
12 Februari 2026, 06:00 WIB
Pemohon perlu menyiapkan dokumen SIM A atau C asli dan salinannya untuk perpanjangan di SIM keliling Jakarta
12 Februari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu opsi bagi masyaraka yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
11 Februari 2026, 21:00 WIB
Harga BYD Atto 1 disebut masih akan bertahan mulai dari Rp 199 jutaan meskipun statusnya diimpor utuh