Modal Lepas Tuk Bersaing Dengan Merek Mobil Asal Cina Lain di RI
28 Januari 2026, 14:00 WIB
BYD sukses menjadi produsen mobil Cina paling laris pada 2025 usai membukukan penjualan sampai 4,6 juta unit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Para produsen mobil Cina sukses memetik hasil manis pada 2025. Bahkan diklaim mendapat banyak keuntungan di tahun lalu.
Melansir Carnewschina pada Rabu (28/01), industri otomotif Tiongkok melaporkan total produksi sebesar 34,78 juta unit kendaraan di 2025.
Menurut Cui Dongshu, sekretaris jenderal China Passenger Car Association, jumlah di atas meningkat sekitar 10 persen dibandingkan 2024.
“Total pendapatan sektor ini untuk tahun lalu mencapai 11,1 miliar yuan (Rp 26,6 triliun),” tulis media daring tersebut.
Lebih jauh disebutkan, total tersebut menunjukkan peningkatan hingga 7,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara biaya pokok penjualan di seluruh industri mencapai 9,8 miliar yuan atau setara Rp 23,5 triliun.
Sebuah pencapaian cukup positif. Menunjukkan dominasi Cina di industri otomotif, terkhusus mobil listrik yang tidak terbantahkan.
Dalam laporan serupa, sejumlah produsen kendaraan roda empat asal Tiongkok menjadi penyumbang terbesar pada 2025.
Ambil contoh BYD yang mampu berkontribusi paling banyak. Mereka menyumbangkan 4,6 juta kendaraan.
Kemudian disusul oleh Geely Automobile dengan 3 jutaan mobil baru. Lalu masih ada Chery mencatatkan 2,6 juta unit.
Terakhir Great Wall Motor tidak mau ketinggalan dalam mencatatkan penjualan positif. Mereka sukses membukukan hingga 1,3 juta unit.
Di sisi lain, sejumlah merek baru turut andil di 2025. Semisal Leapmotor yang mengirimkan 596 ribuan unit.
Xpeng Motor turut berkontribusi hingga 429 ribuan unit. Tidak ketinggalan Li Auto dengan 406 ribuan mobil baru.
Nio berhasil menyumbangkan angka hingga 326 ribuan unit kendaraan roda empat. Sehingga tidak heran jika produsen mobil Cina mampu meraup banyak keuntungan.
Sebut saja BYD, mereka meniagakan beberapa Electric Vehicle (EV). Mulai dari Dolphin, Sealion 7 hingga Atto 1.
Chery juga tidak kalah agresif dalam menggoda konsumen di Tanah Air. Bahkan mereka meluncurkan beberapa sub-brand, yakni Jaecoo dan Lepas.
Changan, Xpeng, GWM, Ora, MG, Tank maupun DFSK juga menjadi produsen mobil Cina yang meramaikan pasar otomotif di Indonesia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 Januari 2026, 14:00 WIB
28 Januari 2026, 12:00 WIB
28 Januari 2026, 11:00 WIB
28 Januari 2026, 09:00 WIB
27 Januari 2026, 12:10 WIB
Terkini
28 Januari 2026, 14:00 WIB
Lepas L8 bakal bersaing dengan semakin banyak merek mobil Cina yang akan debut di Indonesia tahun ini
28 Januari 2026, 13:00 WIB
One way dan contraflow masih menjadi andalan kepolisian dalam memperlancar arus lalu lintas mudik Lebaran 2026
28 Januari 2026, 12:00 WIB
Toyota menegaskan sudah menyiapkan satu jalur khusus untuk merakit baterai mobil listrik yang akan mereka gunakan
28 Januari 2026, 11:00 WIB
Chery berencana lebih fokus untuk mengembangkan pasar mobil hybrid karena diprediksi pasarnya tumbuh besar
28 Januari 2026, 10:00 WIB
Diler BMW Astra berharap dapat terus mempertahankan capaian penjualan yang positif seperti tahun lalu
28 Januari 2026, 09:00 WIB
Audio Plus Indonesia menerapkan sejumlah strategi saat pasar mobil baru lesu, seperti memperlebar lini produk
28 Januari 2026, 08:00 WIB
SUV Chery X sempat mejeng di GJAW 2025, desainnya terdaftar di Indonesia dan diyakini segera meluncur
28 Januari 2026, 07:00 WIB
Sejumlah mobil baru dari berbagai brand akan ikut meramaikan IIMS 2026 sehingga bisa menambah keseruan