Harga BYD M6 DM Mulai Rp 298 Juta, Bisa Tempuh 1.800 KM
12 Juni 2026, 23:51 WIB
BYD sukses menjadi produsen mobil Cina paling laris pada 2025 usai membukukan penjualan sampai 4,6 juta unit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Para produsen mobil Cina sukses memetik hasil manis pada 2025. Bahkan diklaim mendapat banyak keuntungan di tahun lalu.
Melansir Carnewschina pada Rabu (28/01), industri otomotif Tiongkok melaporkan total produksi sebesar 34,78 juta unit kendaraan di 2025.
Menurut Cui Dongshu, sekretaris jenderal China Passenger Car Association, jumlah di atas meningkat sekitar 10 persen dibandingkan 2024.
“Total pendapatan sektor ini untuk tahun lalu mencapai 11,1 miliar yuan (Rp 26,6 triliun),” tulis media daring tersebut.
Lebih jauh disebutkan, total tersebut menunjukkan peningkatan hingga 7,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara biaya pokok penjualan di seluruh industri mencapai 9,8 miliar yuan atau setara Rp 23,5 triliun.
Sebuah pencapaian cukup positif. Menunjukkan dominasi Cina di industri otomotif, terkhusus mobil listrik yang tidak terbantahkan.
Dalam laporan serupa, sejumlah produsen kendaraan roda empat asal Tiongkok menjadi penyumbang terbesar pada 2025.
Ambil contoh BYD yang mampu berkontribusi paling banyak. Mereka menyumbangkan 4,6 juta kendaraan.
Kemudian disusul oleh Geely Automobile dengan 3 jutaan mobil baru. Lalu masih ada Chery mencatatkan 2,6 juta unit.
Terakhir Great Wall Motor tidak mau ketinggalan dalam mencatatkan penjualan positif. Mereka sukses membukukan hingga 1,3 juta unit.
Di sisi lain, sejumlah merek baru turut andil di 2025. Semisal Leapmotor yang mengirimkan 596 ribuan unit.
Xpeng Motor turut berkontribusi hingga 429 ribuan unit. Tidak ketinggalan Li Auto dengan 406 ribuan mobil baru.
Nio berhasil menyumbangkan angka hingga 326 ribuan unit kendaraan roda empat. Sehingga tidak heran jika produsen mobil Cina mampu meraup banyak keuntungan.
Sebut saja BYD, mereka meniagakan beberapa Electric Vehicle (EV). Mulai dari Dolphin, Sealion 7 hingga Atto 1.
Chery juga tidak kalah agresif dalam menggoda konsumen di Tanah Air. Bahkan mereka meluncurkan beberapa sub-brand, yakni Jaecoo dan Lepas.
Changan, Xpeng, GWM, Ora, MG, Tank maupun DFSK juga menjadi produsen mobil Cina yang meramaikan pasar otomotif di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Juni 2026, 23:51 WIB
12 Juni 2026, 13:00 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
10 Juni 2026, 11:00 WIB
05 Juni 2026, 14:06 WIB
Terkini
13 Juni 2026, 18:28 WIB
Menurut Pindad, masalah yang terjadi pada mobil kepresidenan Prabowo terjadi pada awal-awal penggunaan
13 Juni 2026, 07:38 WIB
Ajang Daihatsu National SMK Skill Contest merupakan kompetisi untuk menyiapkan generasi mendatang tahan banting
12 Juni 2026, 23:51 WIB
BYD M6 DM akan bersaing di kelas MPV ramah lingkungan lain di Indonesia mengandalkan harga dan teknologinya
12 Juni 2026, 22:24 WIB
MPMX kembali menggelar program MPM Bisa untuk memberdayakan ekonomi penyandang disabilitas di Indonesia
12 Juni 2026, 21:33 WIB
Motul Indonesia Energy terus berupaya untuk memberikan pemahanan bahwa merawat motor harus dilakukan rutin
12 Juni 2026, 21:28 WIB
TVS perkenalkan sejumlah model motor baru di Pekan Raya Jakarta 2026 dan tebar promo diskon jutaan rupiah
12 Juni 2026, 17:56 WIB
Motul menggandeng Kawasaki untuk meluncurkan sejumlah produk anyar guna memanjakan para pengendara di PRJ 2026
12 Juni 2026, 15:00 WIB
Harga Pertamax resmi mengalami kenaikan per 10 Juni 2026, segini biaya isi full tank untuk mobil-mobil MPV