Gaikindo Ingin Insentif Menyasar Mobil Hybrid, PHEV dan REEV
15 Juli 2026, 07:00 WIB
Insentif kendaraan listrik kembali dipertimbangkan untuk bisa menarik minat para pelanggan di Indonesia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan mempertimbangkan untuk memberikan kembali insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Ia bahkan mengaku tengah melakukan kajian dengan otoritas dan pelaku industri terkait.
Ada pun pembicaraan tersebut sudah dilakukan bersama Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Sehingga diharapkan hasilnya bisa segera disampaikan kepada masyarakat.
“Gaikindo mengundang mau pameran tapi juga diskusi misalnya kalau perlu insentif. Dukungan seperti apa untuk mobil listrik dan lain-lain,” kata Purbaya dilansir Antara (13/04).
Meski demikian dirinya mengaku bahwa pembahasan bersama Gaikindo belum rampung. Sehingga masih diperkukan pertemuan lanjutan agar semua bisa rampung.
Hal ini sedikit berbeda dibanding motor listrik yang sedikit lebih jelas arahnya. Ia mengungkap bahwa dirinya tengah berkoordinasi dengan Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.
Ia menjelaskan bahwa insentif tersebut nantinya diarahkan kepada motor listrik baru.
“Saya masih akan bicarakan dengan Menteri Perindustrian, kira-kira akan ada insentif untuk motor listrik yang baru,” tuturnya.
Sementara itu Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkap bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi terkait insentif motor listrik. Hanya saja besarannya masih dalam pembahasan dengan Kementerian Keuangan.
"Masih dibicarakan," tegas Menperin.
Meski demikian dirinya menegaskan bahwa pemerintah sedang menyiapkan regulasi untuk mendukung percepatan adopsi EV khususnya sepeda motor. Hal ini penting karena Presiden Prabowo Subianto ingin seluruh kendaraan ke depan akan berbasis listrik
“Ya, karena memang sekarang semakin kelihatan kepentingannya untuk itu, untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil. Jadi memang tidak ada pilihan lain bahwa kita harus convert ke listrik,” katanya.
Meski demikan, produksi motor konvensional dipastikan tidak akan dihentikan. Namun sasarannya bakal sedikit berubah karena bakal lebih fokus untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor, terutama ke kawasan baru.
Sebelumnya diberitakan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengungkap bahwa Indonesia sudah memiliki kemampuan untuk memproduksi kendaraan komersial listrik seperti bus dan truk. Ini dinilai merupakan langkah penting dalam pengembangan ekosistem EV.
Oleh sebab itu, dirinya pun tengah mempersiapkan pembentukan perusahaan pemerintah agar bisa memproduksi kendaraan listrik khususnya di segmen sedan.
"Kita juga sedang bentuk perusahaan untuk memproduksi sedan dari listrik," tegasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Juli 2026, 07:00 WIB
08 Juli 2026, 17:07 WIB
30 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
Terkini
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Mobil listrik MG S5 EV memiliki potensi overheating, ada ribuan unit yang mulai ditarik dari pasaran
24 Juli 2026, 09:00 WIB
Menutup pekan terakhir di Juli 2026, Sistem lalu lintas Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap diberlakukan
24 Juli 2026, 09:00 WIB
DFSK E5 Plus segera debut di GIIAS 2026, punya klaim daya jelajah komprehensif sampai 1.400 kilometer
24 Juli 2026, 07:00 WIB
Menurut Marc Marquez kuda besi skuad Ducati Corse untuk MotoGP 2027 masih harus dilakukan beberapa penyesuaian
24 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi untuk membantu masyarakat mengurus dokumen berkendara sebelum akhir pekan