Penjualan Mobil Hybrid Berpotensi Naik Pasca Insentif EV Disetop
06 April 2026, 08:37 WIB
Insentif kendaraan listrik kembali dipertimbangkan untuk bisa menarik minat para pelanggan di Indonesia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan mempertimbangkan untuk memberikan kembali insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Ia bahkan mengaku tengah melakukan kajian dengan otoritas dan pelaku industri terkait.
Ada pun pembicaraan tersebut sudah dilakukan bersama Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Sehingga diharapkan hasilnya bisa segera disampaikan kepada masyarakat.
“Gaikindo mengundang mau pameran tapi juga diskusi misalnya kalau perlu insentif. Dukungan seperti apa untuk mobil listrik dan lain-lain,” kata Purbaya dilansir Antara (13/04).
Meski demikian dirinya mengaku bahwa pembahasan bersama Gaikindo belum rampung. Sehingga masih diperkukan pertemuan lanjutan agar semua bisa rampung.
Hal ini sedikit berbeda dibanding motor listrik yang sedikit lebih jelas arahnya. Ia mengungkap bahwa dirinya tengah berkoordinasi dengan Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.
Ia menjelaskan bahwa insentif tersebut nantinya diarahkan kepada motor listrik baru.
“Saya masih akan bicarakan dengan Menteri Perindustrian, kira-kira akan ada insentif untuk motor listrik yang baru,” tuturnya.
Sementara itu Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkap bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi terkait insentif motor listrik. Hanya saja besarannya masih dalam pembahasan dengan Kementerian Keuangan.
"Masih dibicarakan," tegas Menperin.
Meski demikian dirinya menegaskan bahwa pemerintah sedang menyiapkan regulasi untuk mendukung percepatan adopsi EV khususnya sepeda motor. Hal ini penting karena Presiden Prabowo Subianto ingin seluruh kendaraan ke depan akan berbasis listrik
“Ya, karena memang sekarang semakin kelihatan kepentingannya untuk itu, untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil. Jadi memang tidak ada pilihan lain bahwa kita harus convert ke listrik,” katanya.
Meski demikan, produksi motor konvensional dipastikan tidak akan dihentikan. Namun sasarannya bakal sedikit berubah karena bakal lebih fokus untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor, terutama ke kawasan baru.
Sebelumnya diberitakan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengungkap bahwa Indonesia sudah memiliki kemampuan untuk memproduksi kendaraan komersial listrik seperti bus dan truk. Ini dinilai merupakan langkah penting dalam pengembangan ekosistem EV.
Oleh sebab itu, dirinya pun tengah mempersiapkan pembentukan perusahaan pemerintah agar bisa memproduksi kendaraan listrik khususnya di segmen sedan.
"Kita juga sedang bentuk perusahaan untuk memproduksi sedan dari listrik," tegasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
06 April 2026, 08:37 WIB
28 Februari 2026, 19:59 WIB
23 Februari 2026, 09:00 WIB
18 Februari 2026, 09:00 WIB
15 Februari 2026, 10:00 WIB
Terkini
13 April 2026, 07:00 WIB
BYD Sealion 7 mulai menuai respons positif di tengah krisis energi, jadi mobil operasional pilihan PM Thailand
13 April 2026, 06:00 WIB
Demi memfasilitasi para pengendara motor dan mobil, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
13 April 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta kembali tersedia untuk perpanjangan hari ini, simak informasi lengkapnya
13 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta pada 13 April 2026 diterapkan pada puluhan ruas jalan sehingga masyarakat tidak bisa asal melintas
12 April 2026, 18:27 WIB
BYD Indonesia menanggapi keluhan Akbar Faisal yang mengatakan mobil listrik miliknya mengalami masalah
12 April 2026, 15:00 WIB
Krisis energi dan kemungkinan kenaikan harga bensin jadi alasan Jaecoo enggan membawa J5 versi hybrid
12 April 2026, 13:00 WIB
Foton Indonesia berencana untuk melebarkan fokus pasar mereka, demi mendorong adopsi kendaraan listrik
12 April 2026, 11:00 WIB
Toyota Kijang Innova Diesel bekas lansiran 2023 ditawarkan dengan beragam paket untuk menarik pelanggan