Alasan Lepas Pilih Pluit untuk Bangun Diler Keempatnya di RI
08 Mei 2026, 07:00 WIB
Insentif mobil listrik berupa pembebasan pajak, diyakini dapat kembali menggairahkan penjualan EV tahun ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membebaskan tarif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk mobil listrik.
Perlu diketahui, sebelumnya pemerintah telah menghentikan pemberian insentif baik untuk kendaraan listrik impor utuh alias Completely Built Up (CBU) maupun rakitan lokal.
Diberhentikannya insentif sempat dikhawatirkan jadi penghambat adopsi mobil listrik terkhusus di Ibu Kota.
Oleh karena itu, keputusan Pemprov DKI Jakarta mendapatkan sambutan baik dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Menurut pihak Gaikindo, adanya insentif fiskal berupa pembebasan pajak ini dapat memberikan efek positif terhadap penjualan.
“Iya pastinya akan ada dampak terhadap penjualan Electric Vehicle (EV). Karena BBNKB itu cukup besar nilainya,” kata Jongkie D. Sugiarto, Vice Chairman Market Development saat dihubungi KatadataOTO, Kamis (07/05).
Aturan soal pembebasan pajak mobil listrik tertuang dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.13.1/3764/SJ.
Regulasi tersebut menjadi satu upaya untuk mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan agar semakin masif, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi dan menguatkan sistem transportasi kota berkelanjutan.
Setiap daerah memiliki wewenang untuk mengatur sendiri besaran pajak mobil listrik yang akan ditetapkan.
Gaikindo berharap daerah-daerah lain bisa mengikuti langkah Pemprov DKI Jakarta untuk mendorong adopsi EV secara merata di berbagai wilayah.
“Mudah-mudahan pemprov lain akan ikut memberikan insentif ini karena EV turut membantu pengurangan pemakaian BBM yang masih banyak disubsidi pemerintah,” tegas Jongkie.
Sebagai informasi, angka wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler untuk kendaraan listrik murni sempat mengalami penurunan di Maret 2026.
Di periode tersebut wholesales mobil listrik adalah 10.572 unit. Sebagai gambaran, angkanya 10.264 unit di Januari dan mencapai rekor tertinggi di Februari yakni 12.314 unit.
Wholesales mobil listrik secara keseluruhan juga masih lebih tinggi dari mobil hybrid yang menyumbangkan angka wholesales 6.947 unit.
Adanya insentif fiskal berupa pembebasan pajak, dan berlanjutnya kebijakan bebas ganjil genap khusus EV, diyakini dapat kembali mendongkrak angka penjualan mobil listrik di masa mendatang tahun ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Mei 2026, 07:00 WIB
07 Mei 2026, 21:00 WIB
06 Mei 2026, 18:00 WIB
06 Mei 2026, 17:00 WIB
06 Mei 2026, 15:00 WIB
Terkini
08 Mei 2026, 09:00 WIB
Yadea Indonesia melakukan uji produk dengan melibatkan banyak pihak untuk membuktikan kualitas motor listrik
08 Mei 2026, 07:00 WIB
Lepas mengungkapkan ada beberapa wilayah yang dinilai strategis buat menjual mobil listrik buatan Tiongkok
08 Mei 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk bisa memecah kebuntuan lalu lintas terutama di jam sibuk
08 Mei 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Bandung masih tersedia di dua tempat untuk mengakomodir perpanjangan
08 Mei 2026, 06:00 WIB
Hampir sama seperti di kantor Satpas, simak informasi lengkap dan biaya perpanjang di SIM keliling Jakarta
07 Mei 2026, 21:00 WIB
MG S5 EV disebut mendapat sambutan positif dari masyarakat di Indonesia usai diluncurkan pada awal 2026
07 Mei 2026, 20:02 WIB
Martin dan Marquez diprediksi akan tampil maksimal dalam menjalani MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans
07 Mei 2026, 07:00 WIB
Sebelum melakukan touring seperti Tour Boemi Nusantara 2026, ada baiknya servis motor di bengkel resmi Yamaha