Penjualan Mobil Juli 2026 Kembali Membaik, Tumbuh 3,6 Persen
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Insentif mobil listrik berupa pembebasan pajak, diyakini dapat kembali menggairahkan penjualan EV tahun ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membebaskan tarif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk mobil listrik.
Perlu diketahui, sebelumnya pemerintah telah menghentikan pemberian insentif baik untuk kendaraan listrik impor utuh alias Completely Built Up (CBU) maupun rakitan lokal.
Diberhentikannya insentif sempat dikhawatirkan jadi penghambat adopsi mobil listrik terkhusus di Ibu Kota.
Oleh karena itu, keputusan Pemprov DKI Jakarta mendapatkan sambutan baik dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Menurut pihak Gaikindo, adanya insentif fiskal berupa pembebasan pajak ini dapat memberikan efek positif terhadap penjualan.
“Iya pastinya akan ada dampak terhadap penjualan Electric Vehicle (EV). Karena BBNKB itu cukup besar nilainya,” kata Jongkie D. Sugiarto, Vice Chairman Market Development saat dihubungi KatadataOTO, Kamis (07/05).
Aturan soal pembebasan pajak mobil listrik tertuang dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.13.1/3764/SJ.
Regulasi tersebut menjadi satu upaya untuk mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan agar semakin masif, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi dan menguatkan sistem transportasi kota berkelanjutan.
Setiap daerah memiliki wewenang untuk mengatur sendiri besaran pajak mobil listrik yang akan ditetapkan.
Gaikindo berharap daerah-daerah lain bisa mengikuti langkah Pemprov DKI Jakarta untuk mendorong adopsi EV secara merata di berbagai wilayah.
“Mudah-mudahan pemprov lain akan ikut memberikan insentif ini karena EV turut membantu pengurangan pemakaian BBM yang masih banyak disubsidi pemerintah,” tegas Jongkie.
Sebagai informasi, angka wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler untuk kendaraan listrik murni sempat mengalami penurunan di Maret 2026.
Di periode tersebut wholesales mobil listrik adalah 10.572 unit. Sebagai gambaran, angkanya 10.264 unit di Januari dan mencapai rekor tertinggi di Februari yakni 12.314 unit.
Wholesales mobil listrik secara keseluruhan juga masih lebih tinggi dari mobil hybrid yang menyumbangkan angka wholesales 6.947 unit.
Adanya insentif fiskal berupa pembebasan pajak, dan berlanjutnya kebijakan bebas ganjil genap khusus EV, diyakini dapat kembali mendongkrak angka penjualan mobil listrik di masa mendatang tahun ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Terkini
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Penjualan mobil di Indonesia mengalami pemulihan di periode Juli 2026, tercatat 77.412 unit secara retail
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Sejauh ini, kebakaran EV yang terjadi di Indonesia bukan disebabkan oleh baterai dan masih dapat dipadamkan
12 Agustus 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 i-DM resmi diluncurkan dalam ajang GIIAS 2026, SUV satu ini dipasarkan dengan banderol Rp 699 juta
12 Agustus 2026, 06:16 WIB
Ada lima lokasi SIM keliling Jakarta yang dapat melayani prosedur perpanjangan Surat Izin Mengemudi A dan C
12 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dihadirkan untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
12 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk mencegah kepadatan terutama pada jam-jam sibuk di Ibu Kota, Aturan Ganjil Genap Jakarta masih andalan
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Kaca film untuk mobil listrik harus yang mampu memberikan perlindungan pada sistem elektronik dari panas