10 Merek Mobil Terlaris Mei 2026, Honda Masih Merintih
10 Juni 2026, 15:00 WIB
Insentif mobil listrik berupa pembebasan pajak, diyakini dapat kembali menggairahkan penjualan EV tahun ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membebaskan tarif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk mobil listrik.
Perlu diketahui, sebelumnya pemerintah telah menghentikan pemberian insentif baik untuk kendaraan listrik impor utuh alias Completely Built Up (CBU) maupun rakitan lokal.
Diberhentikannya insentif sempat dikhawatirkan jadi penghambat adopsi mobil listrik terkhusus di Ibu Kota.
Oleh karena itu, keputusan Pemprov DKI Jakarta mendapatkan sambutan baik dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Menurut pihak Gaikindo, adanya insentif fiskal berupa pembebasan pajak ini dapat memberikan efek positif terhadap penjualan.
“Iya pastinya akan ada dampak terhadap penjualan Electric Vehicle (EV). Karena BBNKB itu cukup besar nilainya,” kata Jongkie D. Sugiarto, Vice Chairman Market Development saat dihubungi KatadataOTO, Kamis (07/05).
Aturan soal pembebasan pajak mobil listrik tertuang dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.13.1/3764/SJ.
Regulasi tersebut menjadi satu upaya untuk mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan agar semakin masif, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi dan menguatkan sistem transportasi kota berkelanjutan.
Setiap daerah memiliki wewenang untuk mengatur sendiri besaran pajak mobil listrik yang akan ditetapkan.
Gaikindo berharap daerah-daerah lain bisa mengikuti langkah Pemprov DKI Jakarta untuk mendorong adopsi EV secara merata di berbagai wilayah.
“Mudah-mudahan pemprov lain akan ikut memberikan insentif ini karena EV turut membantu pengurangan pemakaian BBM yang masih banyak disubsidi pemerintah,” tegas Jongkie.
Sebagai informasi, angka wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler untuk kendaraan listrik murni sempat mengalami penurunan di Maret 2026.
Di periode tersebut wholesales mobil listrik adalah 10.572 unit. Sebagai gambaran, angkanya 10.264 unit di Januari dan mencapai rekor tertinggi di Februari yakni 12.314 unit.
Wholesales mobil listrik secara keseluruhan juga masih lebih tinggi dari mobil hybrid yang menyumbangkan angka wholesales 6.947 unit.
Adanya insentif fiskal berupa pembebasan pajak, dan berlanjutnya kebijakan bebas ganjil genap khusus EV, diyakini dapat kembali mendongkrak angka penjualan mobil listrik di masa mendatang tahun ini.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 Juni 2026, 15:00 WIB
09 Juni 2026, 21:30 WIB
06 Juni 2026, 08:54 WIB
05 Juni 2026, 17:00 WIB
04 Juni 2026, 11:00 WIB
Terkini
12 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tidak mengendurkan layanan seperti SIM keliling Bandung, hal ini dilakukan demi melayani pengendara
12 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih beroperasi di lima lokasi berbeda hari ini 12 Juni 2026, jangan sampai terlewat
12 Juni 2026, 06:00 WIB
Denda Ganjil Genap Jakarta cukup besar, sehingga para pengguna jalan protokol khususnya harus lebih waspada
11 Juni 2026, 21:52 WIB
Kawasaki memboyong dua motor baru di PRJ 2026, yakni Brusky 125 sampai KLX 150 XLP guna menggoda para konsumen
11 Juni 2026, 11:50 WIB
Veda Ega Pratama kerap menghabiskan waktu luang, meskipun dirinya menjalani profesi pembalap profesional
11 Juni 2026, 09:30 WIB
IDRS hadir sebagai salah satu inisiator keselamatan deretan produk kendaraan roda dua di dalam negeri
11 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan untuk memecah kebuntuan arus lalu lintas di jalanan Ibu Kota
11 Juni 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai terlambat, SIM keliling Jakarta tidak melayani prosedur perpanjangan SIM yang kedaluwarsa