Pengiriman Jaecoo J5 EV Tembus 20.000 Unit, Terlaris di Mei 2026
29 Juni 2026, 07:00 WIB
Insentif mobil listrik berupa pembebasan pajak, diyakini dapat kembali menggairahkan penjualan EV tahun ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membebaskan tarif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk mobil listrik.
Perlu diketahui, sebelumnya pemerintah telah menghentikan pemberian insentif baik untuk kendaraan listrik impor utuh alias Completely Built Up (CBU) maupun rakitan lokal.
Diberhentikannya insentif sempat dikhawatirkan jadi penghambat adopsi mobil listrik terkhusus di Ibu Kota.
Oleh karena itu, keputusan Pemprov DKI Jakarta mendapatkan sambutan baik dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Menurut pihak Gaikindo, adanya insentif fiskal berupa pembebasan pajak ini dapat memberikan efek positif terhadap penjualan.
“Iya pastinya akan ada dampak terhadap penjualan Electric Vehicle (EV). Karena BBNKB itu cukup besar nilainya,” kata Jongkie D. Sugiarto, Vice Chairman Market Development saat dihubungi KatadataOTO, Kamis (07/05).
Aturan soal pembebasan pajak mobil listrik tertuang dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.13.1/3764/SJ.
Regulasi tersebut menjadi satu upaya untuk mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan agar semakin masif, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi dan menguatkan sistem transportasi kota berkelanjutan.
Setiap daerah memiliki wewenang untuk mengatur sendiri besaran pajak mobil listrik yang akan ditetapkan.
Gaikindo berharap daerah-daerah lain bisa mengikuti langkah Pemprov DKI Jakarta untuk mendorong adopsi EV secara merata di berbagai wilayah.
“Mudah-mudahan pemprov lain akan ikut memberikan insentif ini karena EV turut membantu pengurangan pemakaian BBM yang masih banyak disubsidi pemerintah,” tegas Jongkie.
Sebagai informasi, angka wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler untuk kendaraan listrik murni sempat mengalami penurunan di Maret 2026.
Di periode tersebut wholesales mobil listrik adalah 10.572 unit. Sebagai gambaran, angkanya 10.264 unit di Januari dan mencapai rekor tertinggi di Februari yakni 12.314 unit.
Wholesales mobil listrik secara keseluruhan juga masih lebih tinggi dari mobil hybrid yang menyumbangkan angka wholesales 6.947 unit.
Adanya insentif fiskal berupa pembebasan pajak, dan berlanjutnya kebijakan bebas ganjil genap khusus EV, diyakini dapat kembali mendongkrak angka penjualan mobil listrik di masa mendatang tahun ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
19 Juni 2026, 19:00 WIB
Terkini
29 Juni 2026, 21:05 WIB
Veda Ega Pratama mengaku kecewa karena mengalami kecelakaan dan tidak menyelesaikan Moto3 Belanda 2026
29 Juni 2026, 16:00 WIB
Usai balapan di Belanda, Martin berhasil menempati puncak klasemen sementara MotoGP 2026 dengan 193 poin
29 Juni 2026, 15:36 WIB
Toyota Astra Motor melengkapi jajaran kendaraan komersial ringan dengan memboyong New Hilux ke Indonesia
29 Juni 2026, 07:00 WIB
Penjualan Jaecoo J5 EV terus bergulir hingga sekarang sehingga menjadi sejarah bagi brand asal Cina tersebut
29 Juni 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi buat Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
29 Juni 2026, 06:04 WIB
Layanan SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di awal pekan ini, simak informasi lokasi dan syaratanya
29 Juni 2026, 06:00 WIB
Selain pantauan petugas di lapangan, aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap berlaku dan didukung ETLE
28 Juni 2026, 21:00 WIB
Xpeng X9 Facelift dan varian baru G6 AWD kini resmi dipasarkan ke konsumen, ada pembaruan eksterior dan fitur