Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Insentif mobil listrik berupa pembebasan pajak, diyakini dapat kembali menggairahkan penjualan EV tahun ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membebaskan tarif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk mobil listrik.
Perlu diketahui, sebelumnya pemerintah telah menghentikan pemberian insentif baik untuk kendaraan listrik impor utuh alias Completely Built Up (CBU) maupun rakitan lokal.
Diberhentikannya insentif sempat dikhawatirkan jadi penghambat adopsi mobil listrik terkhusus di Ibu Kota.
Oleh karena itu, keputusan Pemprov DKI Jakarta mendapatkan sambutan baik dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Menurut pihak Gaikindo, adanya insentif fiskal berupa pembebasan pajak ini dapat memberikan efek positif terhadap penjualan.
“Iya pastinya akan ada dampak terhadap penjualan Electric Vehicle (EV). Karena BBNKB itu cukup besar nilainya,” kata Jongkie D. Sugiarto, Vice Chairman Market Development saat dihubungi KatadataOTO, Kamis (07/05).
Aturan soal pembebasan pajak mobil listrik tertuang dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.13.1/3764/SJ.
Regulasi tersebut menjadi satu upaya untuk mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan agar semakin masif, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi dan menguatkan sistem transportasi kota berkelanjutan.
Setiap daerah memiliki wewenang untuk mengatur sendiri besaran pajak mobil listrik yang akan ditetapkan.
Gaikindo berharap daerah-daerah lain bisa mengikuti langkah Pemprov DKI Jakarta untuk mendorong adopsi EV secara merata di berbagai wilayah.
“Mudah-mudahan pemprov lain akan ikut memberikan insentif ini karena EV turut membantu pengurangan pemakaian BBM yang masih banyak disubsidi pemerintah,” tegas Jongkie.
Sebagai informasi, angka wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler untuk kendaraan listrik murni sempat mengalami penurunan di Maret 2026.
Di periode tersebut wholesales mobil listrik adalah 10.572 unit. Sebagai gambaran, angkanya 10.264 unit di Januari dan mencapai rekor tertinggi di Februari yakni 12.314 unit.
Wholesales mobil listrik secara keseluruhan juga masih lebih tinggi dari mobil hybrid yang menyumbangkan angka wholesales 6.947 unit.
Adanya insentif fiskal berupa pembebasan pajak, dan berlanjutnya kebijakan bebas ganjil genap khusus EV, diyakini dapat kembali mendongkrak angka penjualan mobil listrik di masa mendatang tahun ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
09 September 2026, 06:00 WIB
Beroperasi di lima lokasi berbeda, SIM keliling Jakarta hanya melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
08 September 2026, 19:00 WIB
Robot humanoid AiMOGA yang dikembangkan oleh Chery Group sudah masuk ke pasar internasional hingga 60 negara
08 September 2026, 16:50 WIB
SUV masih jadi salah satu favorit konsumen, Xpeng GX tuai respons positif sejak debut di RI beberapa waktu lalu
08 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi menyuguhkan banyak kegiatan menarik yang mencuri perhatian masyarakat
08 September 2026, 07:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS Bandung 2026 akan menampilkan sekitar 42 kendaraan yang bisa dicoba langsung pengunjung
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima tempat berbeda hari ini, simak lokasi dan biayanya
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pengendara motor dan mobil
07 September 2026, 21:43 WIB
Chery Q menjadi mobil listrik pendatang baru yang menawarkan berbagai fitur kekinian kepada para konsumen