Gaikindo Masih Tunggu Kepastian Insentif Mobil Hybrid
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Strategi membanting harga mobil listrik di Cina diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil listrik di Cina menunjukkan kemajuan pesat. Setidaknya dalam beberapa tahun terakhir.
Akan tetapi, pasar Electric Vehicle (EV) di Tiongkok diprediksi bakal menemui titik baliknya.
Sebab banyak pihak memperkirakan, penjualan mobil listrik di Cina bakal mengalami pelambatan.
Bahkan disebut terjadi penurunannya cukup besar, menyentuh angka lima persen pada 2026.
Situasi yang dihadapi para pabrikan pun diprediksi kian sulit. Sebab mereka tetap menerapkan perang harga guna menggaet banyak konsumen.
Menurut laporan Carscoops pada Rabu (31/12), perang harga memang sukses membuat banderol EV semakin terjangkau.
Namun turut membawa dampak negatif, seperti para perusahaan tidak mampu menghasilkan keuntungan.
Ditambah dengan investasi cukup besar dalam hal penelitian dan pengembangan, membuat sangat sedikit pabrikan yang berhasil meraih keuntungan.
"Ini akan menjadi ujian bertahan hidup dengan produsen mobil yang memiliki keuntungan menjadi pemenangnya," ungkap Yin Ran, Angel Investor.
Disebut-sebut hanya sedikit produsen dapat melewati badai ini. Seperti BYD, Seres sampai Li Auto.
Untuk produsen EV yang sisanya, wajib mencari strategi lain guna menggenjot penjualan di tahun depan.
"Sementara pemain yang tidak mempunyai keuntungan akan segera kehabisan dana," lanjut dia.
Sedangkan menurut hasil riset AlixPartners, hanya sekitar 10 persen merek mobil listrik Cina yang mendapat keuntungan dalam beberapa tahun mendatang.
Tentu ini harus menjadi perhatian serius, mengingat jurang kebangkrutan sudah di depan mata.
Jika hal tersebut sampai terjadi, maka bakal membawa dampak besar bagi industri otomotif di Tiongkok serta dunia.
Di sisi lain, strategi membanting banderol kendaraan roda empat setrum tetap menjadi andalan para pabrikan asal Tiongkok.
"Perang harga akan terus berlanjut, selama bertahun-tahun," ucap Paul Gon, Kepala Riset Otomotif Cina di UBS.
Melihat fakta di atas, strategi ini tidak bisa terus-terusan diterapkan. Sebab banyak dampak negatif akan dirasakan oleh pabrikan.
Keuntungan yang didapatkan akan semakin tipis, membuat mereka kesulitan mempertahankan bisnisnya.
Harus ada strategi lain untuk memasarkan sebuah produk. Jangan melulu mengorbankan keuntungan demi mendapatkan banyak konsumen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
04 Agustus 2026, 09:00 WIB
04 Agustus 2026, 07:00 WIB
Terkini
10 Agustus 2026, 12:01 WIB
UD Trucks kembali menggelar ajang kompetensi para pengemudi truck berskala nasional EMC 2026 beberapa waktu lalu
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Meskipun penjualannya sudah terbilang baik, Gaikindo menilai insentif mobil hybrid masih tetap diperlukan
10 Agustus 2026, 08:31 WIB
DFSK E5 Plus Punya Tawaran Fitur dan Teknologi Yang Lengkap dan Siap Tantang SUV PHEV Sekelasnya di Tanah Air
10 Agustus 2026, 06:37 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas dari kepolisian yang dapat dimanfaatkan masyarakat hari ini
10 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa memecah kebuntuan khususnya di jam-jam sibuk Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta bisa menjadi solusi
09 Agustus 2026, 20:36 WIB
Berlangsung sengit dan banyak pembalap gagal menaklukkan Sirkuit Silverstone, ini jalannya MotoGP Inggris 2026
09 Agustus 2026, 19:15 WIB
Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian mengunjungi booth Jetour di GIIAS 2026 untuk melihat berbagai inovasi
09 Agustus 2026, 16:33 WIB
Pameran otomotif GIIAS 2026 berhasil menarik perhatian dengan kehadiran sejumlah model dan merek baru