Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Strategi membanting harga mobil listrik di Cina diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil listrik di Cina menunjukkan kemajuan pesat. Setidaknya dalam beberapa tahun terakhir.
Akan tetapi, pasar Electric Vehicle (EV) di Tiongkok diprediksi bakal menemui titik baliknya.
Sebab banyak pihak memperkirakan, penjualan mobil listrik di Cina bakal mengalami pelambatan.
Bahkan disebut terjadi penurunannya cukup besar, menyentuh angka lima persen pada 2026.
Situasi yang dihadapi para pabrikan pun diprediksi kian sulit. Sebab mereka tetap menerapkan perang harga guna menggaet banyak konsumen.
Menurut laporan Carscoops pada Rabu (31/12), perang harga memang sukses membuat banderol EV semakin terjangkau.
Namun turut membawa dampak negatif, seperti para perusahaan tidak mampu menghasilkan keuntungan.
Ditambah dengan investasi cukup besar dalam hal penelitian dan pengembangan, membuat sangat sedikit pabrikan yang berhasil meraih keuntungan.
"Ini akan menjadi ujian bertahan hidup dengan produsen mobil yang memiliki keuntungan menjadi pemenangnya," ungkap Yin Ran, Angel Investor.
Disebut-sebut hanya sedikit produsen dapat melewati badai ini. Seperti BYD, Seres sampai Li Auto.
Untuk produsen EV yang sisanya, wajib mencari strategi lain guna menggenjot penjualan di tahun depan.
"Sementara pemain yang tidak mempunyai keuntungan akan segera kehabisan dana," lanjut dia.
Sedangkan menurut hasil riset AlixPartners, hanya sekitar 10 persen merek mobil listrik Cina yang mendapat keuntungan dalam beberapa tahun mendatang.
Tentu ini harus menjadi perhatian serius, mengingat jurang kebangkrutan sudah di depan mata.
Jika hal tersebut sampai terjadi, maka bakal membawa dampak besar bagi industri otomotif di Tiongkok serta dunia.
Di sisi lain, strategi membanting banderol kendaraan roda empat setrum tetap menjadi andalan para pabrikan asal Tiongkok.
"Perang harga akan terus berlanjut, selama bertahun-tahun," ucap Paul Gon, Kepala Riset Otomotif Cina di UBS.
Melihat fakta di atas, strategi ini tidak bisa terus-terusan diterapkan. Sebab banyak dampak negatif akan dirasakan oleh pabrikan.
Keuntungan yang didapatkan akan semakin tipis, membuat mereka kesulitan mempertahankan bisnisnya.
Harus ada strategi lain untuk memasarkan sebuah produk. Jangan melulu mengorbankan keuntungan demi mendapatkan banyak konsumen.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
01 September 2026, 07:00 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Terkini
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan
12 September 2026, 21:09 WIB
Marquez melanjutkan tren positif, usai meraih kemenangan dengan mudah di sprint race MotoGP San Marino 2026
12 September 2026, 11:00 WIB
Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja
12 September 2026, 09:00 WIB
Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti
12 September 2026, 08:14 WIB
Menurut data AISI pada Agustus 2026, Honda sampai Yamaha hanya mendistribusikan 596.461 motor baru saja
11 September 2026, 19:00 WIB
Daimler Commercial Vehicles Indonesia ramaikan IEE Series 2026 sekaligus memperkenalkan presiden direktur baru
11 September 2026, 18:03 WIB
Lepas resmi membuka diler baru di Semarang untuk mendekatkan diri dengan calon konsumen di Jawa Tengah
11 September 2026, 16:01 WIB
Mulai pulih signifikan, penjualan mobil periode Agustus 2026 tembus 83 ribu unit atau tertinggi tahun ini