iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Industri baterai lithium terpengaruh dari kinerja penjualan mobil listrik di Cina yang diproyeksi akan turun
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Jelang pergantian tahun, industri otomotif langsung dihadapi dengan berbagai tantangan. Seperti contoh pada permintaan baterai lithium.
Disebutkan bahwa, penjualan penampung daya tersebut diprediksi bakal merosot tajam pada awal 2026.
“Menjelang 2026, permintaan baterai akan turun drastis mulai akhir tahun ini,” ungkap Cui Dongshu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang Cina di Reuters, Selasa (30/12).
Menurut Dongshu, ada beberapa penyebab kenapa permintaan baterai lithium dapat merosot. Seperti turunnya penjualan mobil listrik di pasar domestik.
Sehingga hal tersebut sangat berpengaruh ke industri penampung daya. Dampaknya dapat mengganggu jalannya bisnis baterai lithium.
“Para produsen baterai harus mengurangi produksi dan beristirahat sejenak untuk mengatasi fluktuasi tersebut,” lanjut dia.
Lebih jauh dikatakan, situasi di atas bakal membawa banyak efek. Seperti kerugian pada pabrik-pabrik baterai lithium di cina.
Termasuk yang akan dialami oleh Contemporary Amperex Technology (CATL). Kemudian juga menerpa Eve Energy.
Di sisi lain Dongshu mengungkapkan bahwa, penjualan Electric Vehicle (EV) di Tiongkok diprediksi akan turun sampai 30 persen di awal 2026.
Mengingat insentif pembelian mobil listrik, sedang dihapus secara bertahap oleh masing-masing pemerintah provinsi.
Kemudian pasar kendaraan listrik niaga juga diproyeksikan bakal terganggu. Sebab banyak masyarakat berbondong-bondong beli EV di Desember 2025 untuk memanfaatkan celah waktu agar tetap mendapatkan subsidi.
Akan tetapi penurunan hanya terjadi di pasar domestik saja. Sedangkan untuk ekspor justru menunjukkan peningkatan.
Seperti diberitakan KatadataOTO sebelumnya, konsumen mobil listrik harus bersiap mengeluarkan dana lebih pada 2026. Pasalnya harga bahan baku baterai lithium bakal naik.
“Kenaikan harga karena meningkatnya biaya bahan baku hulu dan lonjakan permintaan yang didorong oleh konvergensi transisi energi global,” bunyi laporan Carnewschina.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat