Mobil Listrik Chery J6T CSH, SUV Boxy Beridentitas Adventure
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
Industri baterai lithium terpengaruh dari kinerja penjualan mobil listrik di Cina yang diproyeksi akan turun
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Jelang pergantian tahun, industri otomotif langsung dihadapi dengan berbagai tantangan. Seperti contoh pada permintaan baterai lithium.
Disebutkan bahwa, penjualan penampung daya tersebut diprediksi bakal merosot tajam pada awal 2026.
“Menjelang 2026, permintaan baterai akan turun drastis mulai akhir tahun ini,” ungkap Cui Dongshu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang Cina di Reuters, Selasa (30/12).
Menurut Dongshu, ada beberapa penyebab kenapa permintaan baterai lithium dapat merosot. Seperti turunnya penjualan mobil listrik di pasar domestik.
Sehingga hal tersebut sangat berpengaruh ke industri penampung daya. Dampaknya dapat mengganggu jalannya bisnis baterai lithium.
“Para produsen baterai harus mengurangi produksi dan beristirahat sejenak untuk mengatasi fluktuasi tersebut,” lanjut dia.
Lebih jauh dikatakan, situasi di atas bakal membawa banyak efek. Seperti kerugian pada pabrik-pabrik baterai lithium di cina.
Termasuk yang akan dialami oleh Contemporary Amperex Technology (CATL). Kemudian juga menerpa Eve Energy.
Di sisi lain Dongshu mengungkapkan bahwa, penjualan Electric Vehicle (EV) di Tiongkok diprediksi akan turun sampai 30 persen di awal 2026.
Mengingat insentif pembelian mobil listrik, sedang dihapus secara bertahap oleh masing-masing pemerintah provinsi.
Kemudian pasar kendaraan listrik niaga juga diproyeksikan bakal terganggu. Sebab banyak masyarakat berbondong-bondong beli EV di Desember 2025 untuk memanfaatkan celah waktu agar tetap mendapatkan subsidi.
Akan tetapi penurunan hanya terjadi di pasar domestik saja. Sedangkan untuk ekspor justru menunjukkan peningkatan.
Seperti diberitakan KatadataOTO sebelumnya, konsumen mobil listrik harus bersiap mengeluarkan dana lebih pada 2026. Pasalnya harga bahan baku baterai lithium bakal naik.
“Kenaikan harga karena meningkatnya biaya bahan baku hulu dan lonjakan permintaan yang didorong oleh konvergensi transisi energi global,” bunyi laporan Carnewschina.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Terkini
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna
24 Agustus 2026, 18:22 WIB
Avatr 07L siap menjadi rival setara buat Denza, tawarkan kendaraan premium ramah lingkungan di Indonesia
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pergeseran minat pelaku usaha menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, sudah mulai terlihat
24 Agustus 2026, 06:20 WIB
Untuk bisa nyaman menggunakan kendaraan pribadi di Ibu Kota, Ikuti aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini