Gaikindo Segera Tentukan Target Penjualan Mobil baru untuk 2026
05 Januari 2026, 09:00 WIB
Penjualan mobil elektrifikasi Toyota 2023 naik signifikan bila dibandingkan dengan penjualan tahun sebelumnya
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penjualan mobil elektrifikasi Toyota 2023 naik signifikan dibandingkan pencapaiannya di 2022. Tercatat mereka berhasil melepas sedikitnya 37.738 unit xEV jauh meninggalkan pencapaian di tahun sebelumnya yang hanya 4.436 unit.
Pencapaian Toyota tersebut juga berhasil membuatnya menguasai 52,8 persen wholesales kendaraan elektrifikasi nasional yang mencapai 71.510 unit.
Meski demikian pencapaian tersebut masih didominasi oleh Hybrid Electric Vehicle yang terjual 36.911 unit. Kemudian untuk Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) adalah 110 unit Battery Electric Vehicle menyumbang sebesar 715 unit.
Toyota Kijang Innova Zenix menjadi tulang punggung dengan perolehan sebesar 27.750 unit disusul oleh Yaris Cross hybrid sebanyak 5.476 unit. Sedangkan peringkat ketiga diisi oleh Corola Cross hybrid 1.216 unit.
Sementara untuk total penjualan kendaraan listrik Toyota bZ4X masih menjadi andalan dengan perolehan sebesar 479 unit.
Peningkatan tidak hanya terjadi pada kendaraan listrik. Pasalnya pabrikan asal Jepang tersebut berhasil mencatatkan angka wholesales sebesar 339.292 unit atau naik dibanding pencapaian tahun sebelumnya yang cuma 332.443 unit.
Market share Toyota juga mengalami peningkatan menjadi 33,7 persen dari sebelumnya cuma 31,7 persen.
Tingginya angka penjualan mobil elektrifikasi tersebut pun membuat Toyota berencana untuk memperkuat line upnya. Mereka bahkan sudah memastikan bakal meluncurkan satu kendaraan hybrid lagi di Indonesia.
“Akan ada model hybrid baru di tahun ini. Tapi modelnya apa, nanti saja tunggu dulu,” ungkap Hendry Tanoto, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM).
Toyota optimis bahwa pemerintah akan memberikan insentif terhadap kendaraan hybrid. Pasalnya model tersebut cukup ramah lingkungan dan 40 persen lebih hemat bahan bakar dibandingkan teknologi konvensional.
“Kami terus berdiskusi dengan semua pihak khususnya pemerintah. Harapannya tidak hanya BEV tetapi juga hybrid dan PHEV mendapat support dari pemerintah agar bisa diterima masyarakat,” ungkap Anton Jimmi Suwandy selaku Marketing Director PT TAM.
Ia pun mencontohkan Thailand yang memberi insentif pada mobil hybrid berhasil membuat perkembangan kendaraan elektrifikasi meningkat. Sehingga bukan tidak mungkin Indonesia bisa menirunya.
“Toyota Yaris Cross Hybrid di Thailand itu harganya sama dengan yang bensin. Jadi akhirnya mereka merasa tidak perlu menjual lagi mobil konvensional, hybrid saja 100 persen,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 Januari 2026, 09:00 WIB
03 Januari 2026, 19:00 WIB
02 Januari 2026, 07:00 WIB
18 Desember 2025, 16:00 WIB
17 Desember 2025, 15:00 WIB
Terkini
05 Januari 2026, 09:00 WIB
Gakindo berharap penjualan pasar mobil baru di dalam negeri bisa segera bangkit, terutama untuk periode 2026
05 Januari 2026, 08:00 WIB
Julian Johan berhasil selesaikan SS 1 Rally Dakar 2026 setelah melintasi perjalanan 365 km yang penuh tantangan
05 Januari 2026, 07:00 WIB
Biaya pembuatan dan perpanjang SIM di Indonesia masih belum mengalami perubahan apapun dari pemerintah
05 Januari 2026, 06:00 WIB
Demi melayani kebutuhan masyarakat, kepolisian menghadirkan dua lokasi SIM keliling Bandung pada hari ini
05 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali digelar hari ini untuk mengantisipasi macet setelah warga Ibu Kota kembali beraktivitas
05 Januari 2026, 06:00 WIB
Ada lima lokasi fasilitas SIM keliling Jakarta yang beroperasi hari ini, pemohon perlu bawa dokumen pelengkap
04 Januari 2026, 19:00 WIB
Nama Toyota kembali ke grid F1, divisi motorsports Toyota Gazoo Racing jalin kerja sama dengan tim Haas
04 Januari 2026, 17:00 WIB
Aliran modifikasi proper diperkirakan bakal mendominasi di 2026 karena mempertahankan fungsi utama kendaraan