Kemenperin Yakin Penjualan Mobil 2026 Tembus 1 Juta Unit
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil elektrifikasi Toyota 2023 naik signifikan bila dibandingkan dengan penjualan tahun sebelumnya
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penjualan mobil elektrifikasi Toyota 2023 naik signifikan dibandingkan pencapaiannya di 2022. Tercatat mereka berhasil melepas sedikitnya 37.738 unit xEV jauh meninggalkan pencapaian di tahun sebelumnya yang hanya 4.436 unit.
Pencapaian Toyota tersebut juga berhasil membuatnya menguasai 52,8 persen wholesales kendaraan elektrifikasi nasional yang mencapai 71.510 unit.
Meski demikian pencapaian tersebut masih didominasi oleh Hybrid Electric Vehicle yang terjual 36.911 unit. Kemudian untuk Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) adalah 110 unit Battery Electric Vehicle menyumbang sebesar 715 unit.
Toyota Kijang Innova Zenix menjadi tulang punggung dengan perolehan sebesar 27.750 unit disusul oleh Yaris Cross hybrid sebanyak 5.476 unit. Sedangkan peringkat ketiga diisi oleh Corola Cross hybrid 1.216 unit.
Sementara untuk total penjualan kendaraan listrik Toyota bZ4X masih menjadi andalan dengan perolehan sebesar 479 unit.
Peningkatan tidak hanya terjadi pada kendaraan listrik. Pasalnya pabrikan asal Jepang tersebut berhasil mencatatkan angka wholesales sebesar 339.292 unit atau naik dibanding pencapaian tahun sebelumnya yang cuma 332.443 unit.
Market share Toyota juga mengalami peningkatan menjadi 33,7 persen dari sebelumnya cuma 31,7 persen.
Tingginya angka penjualan mobil elektrifikasi tersebut pun membuat Toyota berencana untuk memperkuat line upnya. Mereka bahkan sudah memastikan bakal meluncurkan satu kendaraan hybrid lagi di Indonesia.
“Akan ada model hybrid baru di tahun ini. Tapi modelnya apa, nanti saja tunggu dulu,” ungkap Hendry Tanoto, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM).
Toyota optimis bahwa pemerintah akan memberikan insentif terhadap kendaraan hybrid. Pasalnya model tersebut cukup ramah lingkungan dan 40 persen lebih hemat bahan bakar dibandingkan teknologi konvensional.
“Kami terus berdiskusi dengan semua pihak khususnya pemerintah. Harapannya tidak hanya BEV tetapi juga hybrid dan PHEV mendapat support dari pemerintah agar bisa diterima masyarakat,” ungkap Anton Jimmi Suwandy selaku Marketing Director PT TAM.
Ia pun mencontohkan Thailand yang memberi insentif pada mobil hybrid berhasil membuat perkembangan kendaraan elektrifikasi meningkat. Sehingga bukan tidak mungkin Indonesia bisa menirunya.
“Toyota Yaris Cross Hybrid di Thailand itu harganya sama dengan yang bensin. Jadi akhirnya mereka merasa tidak perlu menjual lagi mobil konvensional, hybrid saja 100 persen,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 Juli 2026, 22:43 WIB
28 Juni 2026, 09:00 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
Terkini
02 Agustus 2026, 15:29 WIB
Memanfaatkan GIIAS 2026, Audi Indonesia Luncurkan A8L dan Q5 Sportback Midnight menyasar segmen premium
02 Agustus 2026, 14:00 WIB
Jajaran kendaraan Volvo Dipamerkan di GIIAS 2026 Mulai Dari Plug-in Hybrid, EV Hingga Mild Hybrid dan EX90
02 Agustus 2026, 13:00 WIB
Selain luncurkan Ora 5, GWM juga lengkapi jajaran SUV lewat Tank 300 Sand Beige dan Tank 500 Black Warrior
02 Agustus 2026, 12:27 WIB
Buat kendaraan diesel, perawatan berkala berperan penting untuk membuat kinerja mesin optimal dan efisien
02 Agustus 2026, 10:42 WIB
Mini Indonesia coba menggoda para pencinta otomotif di GIIAS 2026 dengan menghadirkan dua seri terbatas
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pertamina menghadirkan berbagai kegiatan agar masyarakat mengenal ekosistem digital mereka di GIIAS 2026
02 Agustus 2026, 08:00 WIB
DFSK E5 Plus ditawarkan dengan harga lebih murah Rp 20 juta untuk pembelian selama pameran otomotif GIIAS 2026
02 Agustus 2026, 07:00 WIB
Farizon Super Van diklaim mendapatkan sambutan positif, bahkan dipercaya jadi armada berbagai pelaku industri