BYD Linghui Resmi Debut, Ada Empat Model Baru Khusus Taksi
02 Februari 2026, 19:00 WIB
Walau memiliki banyak keunggulan namun kendaraan otonom masih memiliki banyak masalah yang harus diselesaikan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Sebuah video yang menampilkan kendaraan otonom dari Waymo tak berfungsi saat pemadaman listrik di San Francisco beredar luas. Beberapa mobil menyalakan lampu darurat dan berhenti begitu saja karena tidak bisa melintasi persimpangan akibat lampu lalu lintas mati.
Namun ada juga yang berhenti di tengah persimpangan hingga menghalangi kendaraan lain. Situasi ini membuat jalanan menjadi sangat macet dibanding hari-hari biasanya.
Pemadaman disebabkan oleh kebakaran pada gardu listrik milik Pacific Gas and Electric Co. Situasi tersebut berdampak pada 130 ribu rumah dan perusahaan, termasuk Waymo.
Perusahaan jasa transportasi tersebut mengoperasikan ratusan taksi otonom di San Francisco. Mereka pun langsung menghentikan layanannya pada malam kejadian dan baru melanjutkannya kembali keesokan harinya.
Masalah ini menimbulkan kekhawatiran baru terkait keberadaan taksi otonom yang sebelumnya belum terpikirkan. Kendaraan yang berhenti di tengah jalan tentu menimbulkan kecemasan bagi penumpang.
Meski demikian, Waymo mengungkapkan bahwa seluruh kendaraannya dirancang untuk memperlakukan lampu lalu lintas yang mati sebagai persimpangan empat arah. Namun skala pemadaman listrik menciptakan kondisi ekstrem.
“Kegagalan infrastruktur utilitas sangat berdampak namun kami berkomitmen memastikan teknologi dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lalu lintas, termasuk dalam kejadian beberapa waktu lalu,” ungkap juru bicara Waymo, dilansir Fortune.
Mereka juga menyatakan terus berkoordinasi dengan sejumlah pejabat terkait masalah ini. Bahkan, perusahaan mengungkapkan sebagian besar unit sudah kembali normal sebelum kembali ke depo atau dihentikan.
Meski demikian Philip Koopman, profesor dari Universitas Carnegie Mellon sekaligus ahli keselamatan kendaraan otonom, memiliki pendapat sendiri. Menurutnya, situasi tersebut cukup mengkhawatirkan dan harus ada solusi pasti.
Pasalnya, kendaraan otonom umumnya diprogram untuk berhenti jika mengalami kendala dan meminta bantuan jarak jauh. Sementara itu, kejadian pemadaman listrik menunjukkan adanya kegagalan manajemen operasional, bukan perangkat pada mobil.
Perusahaan dinilai tidak memiliki kemampuan untuk menangani begitu banyak taksi robot yang membutuhkan bantuan secara bersamaan. Ia menilai Waymo seharusnya bisa menangguhkan layanan lebih awal tanpa harus menunggu terjadinya masalah di jalan.
“Bagaimana jika ini adalah gempa bumi? Akan ada ribuan taksi otonom menghalangi jalan,” tegasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 Februari 2026, 19:00 WIB
13 Januari 2026, 14:04 WIB
12 Januari 2026, 16:00 WIB
02 Januari 2026, 18:46 WIB
29 November 2025, 06:07 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan