Tantangan Nikel Indonesia Untuk Mencapai Hilirisasi
16 April 2026, 07:56 WIB
Express akan menggunakan Citroen E-C3 sebagai armada taksi untuk memenuhi kebutuhan para konsumen di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penggunaan mobil listrik kini semakin masif. Terutama dalam dunia transportasi umum yang ada di Indonesia.
Terkini dilakukan oleh Express Transindo Utama. Mereka berkolaborasi dengan Indomobil National Distributor, selaku agen pemegang merek Citroen Indonesia.
Express sekarang mengandalkan mobil listrik Citroen E-C3 All Electric, sebagai armada taksi mereka guna memenuhi kebutuhan para konsumen.
Kerja sama kedua pihak merupakan langkah strategis dua perusahaan, dalam mendorong efisiensi operasional.
Kemudian mempercepat adopsi Electric Vehicle (EV), di sektor transportasi umum. Sehingga dapat menghadirkan pengalaman berbeda kepada para konsumen.
“Itu tadi kembali, karena (mobil ini) adalah listrik, irit dan dari Prancis nyaman sekali,” ungkap Johannes B.E. Triatmojo, Direktur Utama PT Express Transindo Utama di GJAW 2025.
Johannes mengatakan bahwa, mereka lebih mementingkan kebutuhan penumpang maupun pengemudi. Sehingga Express memilih Citroen sebagai mitra strategis.
Sebagai informasi, pada tahap awal Express tidak terlalu banyak mengoperasikan taksi listrik. Hanya berkisar 30 unit Citroen E-C3 All Electric saja.
Namun jumlah tersebut akan bertambah seiring berjalannya waktu. Menyesuaikan kebutuhan sampai permintaan para konsumen di Tanah Air.
Patut diketahui, Citroen E-C3 All Electric dibekali dengan motor berpenggerak berdaya 57 ps atau 56,2 hp. Sementara torsi puncak menyentuh 143 Nm.
Tidak lupa dipadukan baterai berkapasitas 29,2 kWh. Mampu menawarkan daya jelajah sampai 320 km dalam satu kali pengecasan.
“Kita sudah kerja sama dengan penyedia charger, saat ini sudah ada empat operator,” ia melanjutkan.
Di sisi lain Tan Kim Piauw, CEO Citroen Indonesia menilai kolaborasi bersama Express sejalan dengan visi global mereka.
Menjadikan mobil listrik asal Benua Biru itu, sebagai bagian dari keseharian masyarakat maupun dunia usaha.
“Kerja sama ini konteksnya bukan taksi tradisional. Jadi pak Johannes sudah jelaskan, kolaborasi ini akan digunakan sebagai taksi online,” ucap Tan Kim Piauw.
Dia pun berharap kemitraan dengan Express bisa membawa dampak positif. Seperti meningkatnya pengguna EV dalam dunia transportasi umum.
Sehingga mampu menekan angka emisi gas buang di Tanah Air. Lalu mengurangi penggunaan bahan bakar minyak berbahan dasar fosil.
Sekadar mengingatkan, Express Group sekarang tengah berusaha buat bangkit, setelah sempat menghentikan layanan konvensional pascapandemi.
Beberapa waktu lalu mereka juga turut menggunakan mobil listrik sebagai armada taksi, seperti mengoperasikan BYD M6. Kini Express mencoba peruntungan dengan Citroen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 April 2026, 07:56 WIB
14 April 2026, 16:40 WIB
14 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 19:00 WIB
13 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
16 April 2026, 23:19 WIB
Melalui gelaran Toyota Eco Youth, pelajar diajak mengidentifikasi dan mencari solusi permasalahan lingkungan
16 April 2026, 16:15 WIB
Di tengah penurunan, BYD jadi salah satu merek mobil terlaris yang catatkan tren positif penjualan Maret 2026
16 April 2026, 11:00 WIB
Pameran Busworld SEA 2026 bakal dihadiri sejumlah karoseri ternama, siap gaet pengusaha transportasi
16 April 2026, 09:00 WIB
Ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan konsumen kendaraan niaga sebelum beralih ke truk listrik
16 April 2026, 07:56 WIB
Produksi nikel asal Indonesia untuk kendaraan listrik khususnya sudah mencapai 70 persen kebutuhan pasar global
16 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah untuk atasi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi
16 April 2026, 06:00 WIB
Hari ini pengendara di Kota Kembang bisa mendatangai salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi
16 April 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara dengan mudah, Anda dapat memanfaatkan SIM keliling Jakarta hari ini