Tanpa Insentif, Pabrikan Cina Bakal Fokus Jualan Mobil Hybrid
23 Februari 2026, 09:00 WIB
Express akan menggunakan Citroen E-C3 sebagai armada taksi untuk memenuhi kebutuhan para konsumen di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penggunaan mobil listrik kini semakin masif. Terutama dalam dunia transportasi umum yang ada di Indonesia.
Terkini dilakukan oleh Express Transindo Utama. Mereka berkolaborasi dengan Indomobil National Distributor, selaku agen pemegang merek Citroen Indonesia.
Express sekarang mengandalkan mobil listrik Citroen E-C3 All Electric, sebagai armada taksi mereka guna memenuhi kebutuhan para konsumen.
Kerja sama kedua pihak merupakan langkah strategis dua perusahaan, dalam mendorong efisiensi operasional.
Kemudian mempercepat adopsi Electric Vehicle (EV), di sektor transportasi umum. Sehingga dapat menghadirkan pengalaman berbeda kepada para konsumen.
“Itu tadi kembali, karena (mobil ini) adalah listrik, irit dan dari Prancis nyaman sekali,” ungkap Johannes B.E. Triatmojo, Direktur Utama PT Express Transindo Utama di GJAW 2025.
Johannes mengatakan bahwa, mereka lebih mementingkan kebutuhan penumpang maupun pengemudi. Sehingga Express memilih Citroen sebagai mitra strategis.
Sebagai informasi, pada tahap awal Express tidak terlalu banyak mengoperasikan taksi listrik. Hanya berkisar 30 unit Citroen E-C3 All Electric saja.
Namun jumlah tersebut akan bertambah seiring berjalannya waktu. Menyesuaikan kebutuhan sampai permintaan para konsumen di Tanah Air.
Patut diketahui, Citroen E-C3 All Electric dibekali dengan motor berpenggerak berdaya 57 ps atau 56,2 hp. Sementara torsi puncak menyentuh 143 Nm.
Tidak lupa dipadukan baterai berkapasitas 29,2 kWh. Mampu menawarkan daya jelajah sampai 320 km dalam satu kali pengecasan.
“Kita sudah kerja sama dengan penyedia charger, saat ini sudah ada empat operator,” ia melanjutkan.
Di sisi lain Tan Kim Piauw, CEO Citroen Indonesia menilai kolaborasi bersama Express sejalan dengan visi global mereka.
Menjadikan mobil listrik asal Benua Biru itu, sebagai bagian dari keseharian masyarakat maupun dunia usaha.
“Kerja sama ini konteksnya bukan taksi tradisional. Jadi pak Johannes sudah jelaskan, kolaborasi ini akan digunakan sebagai taksi online,” ucap Tan Kim Piauw.
Dia pun berharap kemitraan dengan Express bisa membawa dampak positif. Seperti meningkatnya pengguna EV dalam dunia transportasi umum.
Sehingga mampu menekan angka emisi gas buang di Tanah Air. Lalu mengurangi penggunaan bahan bakar minyak berbahan dasar fosil.
Sekadar mengingatkan, Express Group sekarang tengah berusaha buat bangkit, setelah sempat menghentikan layanan konvensional pascapandemi.
Beberapa waktu lalu mereka juga turut menggunakan mobil listrik sebagai armada taksi, seperti mengoperasikan BYD M6. Kini Express mencoba peruntungan dengan Citroen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Februari 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 15:00 WIB
19 Februari 2026, 09:00 WIB
19 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
28 Februari 2026, 19:59 WIB
Insentif memiliki peran penting mendongkrak angka penjualan berbagai produsen EV, tidak terkecuali BYD
28 Februari 2026, 15:54 WIB
Pedro Acosta meraih kemenangan dramatis atas Marc Marquez dalam ajang sprint race MotoGP Thailand 2026
28 Februari 2026, 13:00 WIB
Mitsubishi Indonesia siap meningkatkan produksi L300 jika mendapat pemesanan untuk program Kopdes Merah Putih
28 Februari 2026, 11:00 WIB
Presiden Direktur Hino Indonesia diganti untuk memberi penyegaran dengan strategi baru yang lebih optimal
28 Februari 2026, 09:28 WIB
Aldi Satya Mahendra akan terus menorehkan prestasi bagi skuad Yamaha Racing Indonesia sepanjang musim ini
27 Februari 2026, 20:00 WIB
Meskipun peminatnya terbilang lebih sedikit, Vios Hybrid hadir buat memperluas jangkauan pasar Toyota
27 Februari 2026, 18:00 WIB
Zeekr kembali ke RI di bawah naungan Geely Auto Indonesia dan bakal segera dirakit lokal di masa mendatang
27 Februari 2026, 16:06 WIB
Isuzu berhasil mempertahankan kinerja mereka sepanjang tahun lalu meski banyak rintangan yang menghadang