BYD Punya Sub Merek Baru, Tawarkan Mobil buat Armada Taksi
12 Januari 2026, 16:00 WIB
Express akan menggunakan Citroen E-C3 sebagai armada taksi untuk memenuhi kebutuhan para konsumen di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penggunaan mobil listrik kini semakin masif. Terutama dalam dunia transportasi umum yang ada di Indonesia.
Terkini dilakukan oleh Express Transindo Utama. Mereka berkolaborasi dengan Indomobil National Distributor, selaku agen pemegang merek Citroen Indonesia.
Express sekarang mengandalkan mobil listrik Citroen E-C3 All Electric, sebagai armada taksi mereka guna memenuhi kebutuhan para konsumen.
Kerja sama kedua pihak merupakan langkah strategis dua perusahaan, dalam mendorong efisiensi operasional.
Kemudian mempercepat adopsi Electric Vehicle (EV), di sektor transportasi umum. Sehingga dapat menghadirkan pengalaman berbeda kepada para konsumen.
“Itu tadi kembali, karena (mobil ini) adalah listrik, irit dan dari Prancis nyaman sekali,” ungkap Johannes B.E. Triatmojo, Direktur Utama PT Express Transindo Utama di GJAW 2025.
Johannes mengatakan bahwa, mereka lebih mementingkan kebutuhan penumpang maupun pengemudi. Sehingga Express memilih Citroen sebagai mitra strategis.
Sebagai informasi, pada tahap awal Express tidak terlalu banyak mengoperasikan taksi listrik. Hanya berkisar 30 unit Citroen E-C3 All Electric saja.
Namun jumlah tersebut akan bertambah seiring berjalannya waktu. Menyesuaikan kebutuhan sampai permintaan para konsumen di Tanah Air.
Patut diketahui, Citroen E-C3 All Electric dibekali dengan motor berpenggerak berdaya 57 ps atau 56,2 hp. Sementara torsi puncak menyentuh 143 Nm.
Tidak lupa dipadukan baterai berkapasitas 29,2 kWh. Mampu menawarkan daya jelajah sampai 320 km dalam satu kali pengecasan.
“Kita sudah kerja sama dengan penyedia charger, saat ini sudah ada empat operator,” ia melanjutkan.
Di sisi lain Tan Kim Piauw, CEO Citroen Indonesia menilai kolaborasi bersama Express sejalan dengan visi global mereka.
Menjadikan mobil listrik asal Benua Biru itu, sebagai bagian dari keseharian masyarakat maupun dunia usaha.
“Kerja sama ini konteksnya bukan taksi tradisional. Jadi pak Johannes sudah jelaskan, kolaborasi ini akan digunakan sebagai taksi online,” ucap Tan Kim Piauw.
Dia pun berharap kemitraan dengan Express bisa membawa dampak positif. Seperti meningkatnya pengguna EV dalam dunia transportasi umum.
Sehingga mampu menekan angka emisi gas buang di Tanah Air. Lalu mengurangi penggunaan bahan bakar minyak berbahan dasar fosil.
Sekadar mengingatkan, Express Group sekarang tengah berusaha buat bangkit, setelah sempat menghentikan layanan konvensional pascapandemi.
Beberapa waktu lalu mereka juga turut menggunakan mobil listrik sebagai armada taksi, seperti mengoperasikan BYD M6. Kini Express mencoba peruntungan dengan Citroen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Januari 2026, 16:00 WIB
12 Januari 2026, 14:00 WIB
12 Januari 2026, 13:00 WIB
11 Januari 2026, 17:00 WIB
10 Januari 2026, 07:00 WIB
Terkini
12 Januari 2026, 18:00 WIB
Aprilia disebut telah melakukan banyak kemajuan, sehingga bisa membuat Bezzecchi tampil kompetitif di MotoGP
12 Januari 2026, 17:00 WIB
Terpantau sejak Agustus 2025, Honda City Hatchback sudah tak lagi disuplai ke diler dan stoknya mulai kosong
12 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD memisahkan model-model yang akan ditawarkan sebagai mobil penumpang dan komersial untuk armada taksi
12 Januari 2026, 15:00 WIB
BYD, Wuling dan Chery menjadi tiga besar merek mobil Cina dengan penjualan retail terbanyak tahun lalu
12 Januari 2026, 14:00 WIB
Pasar mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada 2026 karena beberapa faktor, seperti penghentian subsidi
12 Januari 2026, 13:00 WIB
Setiap kendaraan yang mengaspal di jalanan Singapura, termasuk Honda Super One wajib mempunyai dokumen COE
12 Januari 2026, 12:00 WIB
Suzuki bakal terus meningkatkan jumlah ekspor mereka di 2026 meski beberapa negara mengeluarkan kebijakan baru
12 Januari 2026, 11:00 WIB
Pemerintah bakal lakukan rekayasa lalu lintas saat pembongkaran tiang monorel yang dilakukan saat malam hari