Toyota Pastikan Innova Reborn Bensin Sudah Tak Lagi Dijual
02 Desember 2025, 12:00 WIB
Toyota menilai implementasi bensin dengan etanol 10 persen harus dimulai dari kota besar, ini alasannya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Wacana pemerintah mewajibkan kandungan etanol 10 persen pada bahan bakar minyak di Indonesia bakal segera diterapkan.
Rencana tersebut mulai dibicarakan pasca sejumlah perusahaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) batal menggunakan base fuel dari Pertamina karena kandungan etanolnya.
Namun BBM dengan campuran etanol 10 persen atau E10 tetap memiliki pro dan kontranya sendiri.
Misalnya perubahan atau penyesuaian harga bensin campuran etanol, meskipun dinilai tidak akan signifikan.
Tidak sekadar bahan bakar, perlu diperhatikan tidak semua mobil kompatibel dalam menggunakan E10 terkhusus kendaraan lawas berumur di atas 10 tahun.
Oleh karena itu Toyota sebagai salah satu manufaktur kendaraan roda empat di dalam negeri menyarankan implementasi itu bisa dimulai di kota besar dan wilayah tertentu.
“Di kota-kota besar sudah harus mulai, misalnya daerah Pondok Indah (pengguna kendaraan) sudah harus pakai etanol,” kata Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Kamis (09/10).
Kota besar jadi sasaran utama sebab penduduknya banyak lalu memiliki kendaraan dengan spesifikasi sesuai. Dari sisi finansial juga diyakini lebih baik.
Sehingga mampu untuk mengakomodir kendaraan maupun bahan bakar yang sesuai, dalam hal ini etanol.
Sementara bahan bakar bersubsidi ataupun bensin RON 90 seperti Pertalite ditempatkan di area yang memang membutuhkan.
“Daerah-daerah yang sudah bagus, Produk Domestik Bruto-nya (PDB) jutaan harus mulai ada stasiun hidrogen, etanol 85. Pasti mobil-mobilnya menyesuaikan,” tegas Bob.
Terlepas dari hal-hal tersebut, Toyota menyebutkan lini kendaraannya kompatibel dengan spesifikasi bahan bakar E10 ke atas.
Pihak Toyota menegaskan hal itu dilakukan untuk mengikuti roadmap energi seperti dicanangkan pemerintah.
Salah satu inovasi dari Toyota yakni Kijang Innova Zenix Flexy Fuel, bahkan diklaim bisa meminum bahan bakar bensin campuran etanol sampai 85 persen.
Jadi lini kendaraan pabrikan asal Jepang itu disebut siap mengikuti regulasi baru yang akan diterapkan pemerintah di masa mendatang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Desember 2025, 12:00 WIB
02 Desember 2025, 07:00 WIB
01 Desember 2025, 10:25 WIB
01 Desember 2025, 07:00 WIB
30 November 2025, 13:00 WIB
Terkini
02 Desember 2025, 19:13 WIB
Menperin menilai insentif untuk industri otomotif pada 2026 sangat penting, sebab dapat membawa dampak positif
02 Desember 2025, 18:00 WIB
Indonesia International Motor Show atau IIMS 2026 akan dijadikan sebagai tempat debut dari iCar di Tanah Air
02 Desember 2025, 17:00 WIB
Mobil listrik nasional Malaysia, Perodua QV-E resmi debut dengan skema sewa baterai seharga Rp 300 jutaan
02 Desember 2025, 16:00 WIB
Baru meluncur, pengiriman skutik all new Honda Vario 125 sudah dimulai sehingga konsumen tak perlu inden
02 Desember 2025, 15:16 WIB
Kondisi ekonomi belum pulih sepenuhnya tetapi membaik, Daihatsu ungkap persyaratan kredit mulai melonggar
02 Desember 2025, 14:00 WIB
Insentif mobil listrik impor berakhir tahun ini, VinFast fokus rakit lokal di 2026 dan berencana ekspor
02 Desember 2025, 13:00 WIB
Chery telah mempertimbangkan beberapa skenario untuk bisa memiliki pabrik di Indonesia agar produksi bisa optimal
02 Desember 2025, 12:00 WIB
Versi diesel Toyota Kijang Innova Reborn mendapatkan pembaruan, varian bensinnya absen dari laman resmi