BBM Shell Bakal Bisa Dibeli Lagi, Pertamina Sudah Kirim Pasokan
06 Desember 2025, 11:00 WIB
Ratusan ribu mobil diduga melakukan kecurangan saat membeli BBM subsidi di SPBU Pertamina beberapa waktu lalu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Bahan bakar minyak (BBM) subsidi masih banyak disalahgunakan. Terutama oleh para pengendara roda empat yang tidak bertanggung jawab.
Hal tersebut tentu bisa merugikan negara. Sebab Pertalite serta solar subsidi digunakan oleh orang yang tidak berhak.
Oleh sebab itu, Pertamina melakukan penertiban pemilik mobil yang melakukan kecurangan dalam pembelian BBM subsidi.
Hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pengawasan, memastikan ketepatan penyaluran serta menjaga keadilan bagi masyarakat berhak.
"Dari sisi pengawasan sistem subsidi, (Pertamina Patra Niaga) telah melakukan identifikasi fraud terhadap 394 ribu nomor kendaraan yang telah kita blokir," ungkap Mars Ega Legowo Putra, Direktur Utama Patra Niaga di Antara, Senin (17/11).
Ega mengatakan, pemblokiran nomor polisi para pelanggan karena ditemukan dugaan kecurangan ketika membeli BBM subsidi.
Namun Ega tidak merinci mengenai kecurangan yang Pertamina temukan, dalam beberapa waktu belakangan.
Hanya saja ia menyampaikan, pemblokiran dilakukan untuk mencegah agar mereka tidak melakukan pembelian BBM subsidi di kemudian hari.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga sudah melakukan pembinaan terhadap 544 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) hingga pertengahan November 2025.
Dengan berbagai upaya di atas, ia berharap pelayanan Pertamina kepada para konsumen bisa lebih baik.
Apalagi perusahaan pelat merah itu juga telah memastikan, distribusi energi hingga pelosok Indonesia melalui 231 fasilitas.
Mencakup terminal BBM, LPG serta depo pengisian pesawat udara yang beroperasi di berbagai wilayah.
Sekadar mengingatkan, dalam pembelian BBM subsidi tidak bisa sembarangan. Hanya kendaraan-kendaraan tertentu yang dapat memboyong Pertalite dan Solar.
Pemerintah telah membuat aturan tersebut dan berlaku sejak 1 Oktober 2024. Jadi masyarakat pemilik barcode yang dapat menikmati BBM subsidi.
Namun beberapa waktu lalu Indah Amperawati, Bupati Lumajang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap terduga pelaku penimbunan solar subsidi.
Kegiatan tersebut dilakukan 200 meter dari sisi selatan SPBU Desa Labruk Lor Kecamatan Lumajang. Indah mendapati ada 10 barcode yang dikuasai oleh sopir truk berinisial UP.
Pertamina pun sudah memblokir barcode serta nomor polisi yang digunakan untuk menimbul 1.000 liter solar subsidi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Desember 2025, 11:00 WIB
04 Desember 2025, 20:00 WIB
01 Desember 2025, 10:25 WIB
01 Desember 2025, 07:00 WIB
26 November 2025, 22:30 WIB
Terkini
08 Desember 2025, 11:00 WIB
Mobil listrik Stelato S9T berpotensi jadi station wagon EV pertama di Indonesia, ini desain dan spesifikasinya
08 Desember 2025, 10:00 WIB
Toyota perkenalkan Lexus LFA Concept, gambaran calon mobil listrik sports bertenaga listrik di masa depan
08 Desember 2025, 09:00 WIB
Bila dibandingkan dengan Oktober 2025, wholesales motor baru di November terkoreksi sampai 11,31 persen
08 Desember 2025, 08:00 WIB
Biaya perjalanan ke bandara Soekarno-Hatta bakal lebih tinggi karena tarif tol Sedyatmo akan disesuaikan
08 Desember 2025, 07:00 WIB
Jalur Puncak II dinilai memiliki potensi bahaya yang cukup tinggi saat libur Natal dan tahun baru 2026
08 Desember 2025, 06:00 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara, Anda bisa menyambangi SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini
08 Desember 2025, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi bisa dilakukan di fasilitas SIM keliling Jakarta hari ini
08 Desember 2025, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta dinilai masih efektif dalam mengurangi kemacetan lalu lintas yang ada di Ibu Kota