Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Ratusan ribu mobil diduga melakukan kecurangan saat membeli BBM subsidi di SPBU Pertamina beberapa waktu lalu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Bahan bakar minyak (BBM) subsidi masih banyak disalahgunakan. Terutama oleh para pengendara roda empat yang tidak bertanggung jawab.
Hal tersebut tentu bisa merugikan negara. Sebab Pertalite serta solar subsidi digunakan oleh orang yang tidak berhak.
Oleh sebab itu, Pertamina melakukan penertiban pemilik mobil yang melakukan kecurangan dalam pembelian BBM subsidi.
Hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pengawasan, memastikan ketepatan penyaluran serta menjaga keadilan bagi masyarakat berhak.
"Dari sisi pengawasan sistem subsidi, (Pertamina Patra Niaga) telah melakukan identifikasi fraud terhadap 394 ribu nomor kendaraan yang telah kita blokir," ungkap Mars Ega Legowo Putra, Direktur Utama Patra Niaga di Antara, Senin (17/11).
Ega mengatakan, pemblokiran nomor polisi para pelanggan karena ditemukan dugaan kecurangan ketika membeli BBM subsidi.
Namun Ega tidak merinci mengenai kecurangan yang Pertamina temukan, dalam beberapa waktu belakangan.
Hanya saja ia menyampaikan, pemblokiran dilakukan untuk mencegah agar mereka tidak melakukan pembelian BBM subsidi di kemudian hari.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga sudah melakukan pembinaan terhadap 544 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) hingga pertengahan November 2025.
Dengan berbagai upaya di atas, ia berharap pelayanan Pertamina kepada para konsumen bisa lebih baik.
Apalagi perusahaan pelat merah itu juga telah memastikan, distribusi energi hingga pelosok Indonesia melalui 231 fasilitas.
Mencakup terminal BBM, LPG serta depo pengisian pesawat udara yang beroperasi di berbagai wilayah.
Sekadar mengingatkan, dalam pembelian BBM subsidi tidak bisa sembarangan. Hanya kendaraan-kendaraan tertentu yang dapat memboyong Pertalite dan Solar.
Pemerintah telah membuat aturan tersebut dan berlaku sejak 1 Oktober 2024. Jadi masyarakat pemilik barcode yang dapat menikmati BBM subsidi.
Namun beberapa waktu lalu Indah Amperawati, Bupati Lumajang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap terduga pelaku penimbunan solar subsidi.
Kegiatan tersebut dilakukan 200 meter dari sisi selatan SPBU Desa Labruk Lor Kecamatan Lumajang. Indah mendapati ada 10 barcode yang dikuasai oleh sopir truk berinisial UP.
Pertamina pun sudah memblokir barcode serta nomor polisi yang digunakan untuk menimbul 1.000 liter solar subsidi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
02 Agustus 2026, 12:27 WIB
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Terkini
17 Agustus 2026, 07:42 WIB
Motul kembali terlibat dalam acara yang melibatkan banyak anggota komunitas kendaraan roda dua di Tanah Air
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia