Cara Mencari Kaca Film Untuk Mobil Listrik, Tak Boleh Asal Pilih
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Kandungan etanol pada bahan bakar murni bukannya tanpa alasan, Pertamina memberikan penjelasan berikut
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Belum lama ini, seluruh badan usaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta batal membeli bahan bakar minyak atau BBM murni milik PT Pertamina (Persero).
Salah satu alasan yang mendasari keputusan tersebut adalah ditemukannya kandungan etanol pada base fuel dari Pertamina.
Meskipun secara regulasi kandungan etanol pada BBM tetap diperbolehkan, hal itu tidak sesuai dengan spesifikasi BBM SPBU swasta.
Menanggapi hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan terkait kandungan etanol pada BBM yang ditolak oleh SPBU swasta.
“Penggunaan etanol dalam BBM bukanlah hal baru melainkan praktik yang sudah mapan secara global,” kata Roberth MV Dumatubun, Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga seperti dikutip dari Antara, Minggu (05/10).
Lebih lanjut disebutkan bahwa penggunaan etanol pada BBM sebenarnya bukanlah hal baru. Bahkan sudah diterapkan secara internasional untuk membantu menekan emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara.
Menurut Roberth, etanol pada BBM mengurangi emisi gas buang kendaraan. Kemudian terbukti menjadi standar di berbagai negara termasuk Amerika Serikat.
Kandungan etanol pada BBM berasal dari material tumbuhan misalnya tebu ataupun jagung. Ini diklaim lebih ramah lingkungan ketimbang bahan bakar fosil murni.
Penggunaan etanol juga disebut menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil murni. Kemudian mendukung peningkatan perekonomian masyarakat karena memanfaatkan bahan baku pertanian.
Di negara lain seperti Brasil, pencampuran etanol telah diatur dalam Renewable Energy Directive atau RED II dengan persentase blending 10 persen atau E10.
E10 telah menjadi standar di negara-negara Eropa termasuk Prancis, Jerman dan Inggris. Sedangkan di Asia yakni India program E20 tengah didorong agar terealisasi optimal per 2030.
“Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam menurunkan emisi karbon sesuai target Net Zero Emission 2060,” tegas dia.
Sebagai informasi, sebelumnya SPBU swasta Vivo dikabarkan batal membeli base fuel Pertamina imbas ditemukannya kandungan etanol sekitar 3,5 persen berdasarkan hasil uji lab bahan bakar impor tersebut.
Kesepakatan terdahulu, Vivo akan membeli BBM murni Pertamina dengan jumlah 40 ribu barel dari total 100 ribu barel yang telah diimpor.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
02 Agustus 2026, 12:27 WIB
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
03 Juli 2026, 15:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
BMW iX3 Neue Klasse bakal menjadi lead car di acara Maybank Marathon Bali pada 21-23 Agustus mendatang
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia untuk menggoda para orang berkantong tebal dan pencinta kecepatan