BYD Gerah Desain Mobil Mereka Selalu Ditiru Kompetitor
02 Januari 2026, 16:00 WIB
Pengunjung GJAW 2025 wajib memperhitungkan beberapa hal sebelum memutuskan membeli mobil listrik di sana
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – GJAW 2025 bakal menyuguhkan banyak produk baru. Mulai dari mobil listrik serta kendaraan bermesin bensin bisa dimiliki para pengunjung.
Apalagi banyak pabrikan yang menawarkan Electric Vehicle (EV) mereka dengan harga sangat kompetitif, paling murah mulai Rp 100 jutaan
Tentu kondisi seperti itu sangat menguntungkan masyarakat yang datang langsung ke GJAW 2025. Sebab bisa membawa pulang mobil listrik murah.
Meski begitu pengunjung diimbau agar tidak tergoda, dengan harga kendaraan roda empat setrum terjangkau. Ada beberapa hal yang harus diperhitungkan.
“Pahami teknologi baterainya, karena ini memengaruhi harga, jarak tempuh dan biaya jangka panjang,” ungkap Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Josua menjelaskan bahwa, mobil listrik dengan penampung daya LFP cenderung ditawarkan dengan harga lebih terjangkau. Lalu cenderung mendominasi pasar EV di Tanah Air.
Kemudian untuk kendaraan roda empat setrum berbaterai NMC, umumnya menawarkan kinerja lebih tinggi juga biaya cukup mahal.
“Pilih sesuai pola pakai harian dan ketersediaan pengisian di rumah atau kantor. Pastikan juga syarat garansi baterai, cakupan komponen bertegangan tinggi serta biaya penggantian di luar garansi,” lanjut Josua.
Sementara dari sisi anggaran bulanan, siapkan pula pengaman untuk misalnya naik biaya hidup, kebutuhan keluarga baru atau peralihan pekerjaan bisa tiba-tiba memperkuat arus kas.
Simulasikan tiga kondisi, mulai dari penghasilan turun 10 persen, pengeluaran rutin naik 10 persen dan biaya kepemilikan mobil meningkat lima persen.
“Cicilan tetap harus lolos ketiga skenario ini. Bila tidak lolos, turunkan spesifikasi atau tunda keputusan sampai cadangan kas lebih kuat,” ia menambahkan.
Selanjutnya bila Anda tetap ingin membeli mobil listrik di GJAW 2025, disarankan manfaatkan peta persaingan dan jaringan layanan dalam memilih merek.
Menurut Josua, persaingan antar pabrikan sekarang lebih ramai dengan pendatang baru. Sebagian menawarkan fitur maupun harga agresif.
Namun di tengah persaingan tersebut, tidak diimbangi dengan jaringan bengkel resmi serta suku cadang yang belum tentu merata.
“Merek yang pangsa pasarnya stabil dan jaringan layanan luas, umumnya lebih aman untuk nilai jual kembali serta waktu henti yang lebih singkat bila terjadi perbaikan,” kata Josua.
Ia mengatakan kalau selama di GJAW 2025 konsumen bisa menilai kesiapan purna jual dari ketersediaan suku cadang, kejelasan garansi sampai transparansi biaya servis berkala.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Januari 2026, 16:00 WIB
02 Januari 2026, 15:00 WIB
02 Januari 2026, 13:38 WIB
02 Januari 2026, 12:00 WIB
02 Januari 2026, 09:00 WIB
Terkini
04 Januari 2026, 19:00 WIB
Nama Toyota kembali ke grid F1, divisi motorsports Toyota Gazoo Racing jalin kerja sama dengan tim Haas
04 Januari 2026, 17:00 WIB
Aliran modifikasi proper diperkirakan bakal mendominasi di 2026 karena mempertahankan fungsi utama kendaraan
04 Januari 2026, 13:00 WIB
Bearing roda depan yang mengalami kerusakan, dapat membahayakan pemilik ketika digunakan di jalan raya
04 Januari 2026, 11:00 WIB
Pramac Yamaha menjadi yang pertama dalam memperkenalkan motor balap dan seragam Toprak untuk MotoGP 2026
04 Januari 2026, 09:00 WIB
Mulai besok tarif tol Sedyatmo dari dan menuju Bandara Sokarno Hatta akan naik sehingga masyarakat harus menyesuaikan
04 Januari 2026, 07:00 WIB
Toyota Veloz Hybrid mendapatkan tanggapan positif dari konsumen, terpesan ribuan unit dalam waktu singkat
03 Januari 2026, 19:00 WIB
Penjualan mobil dan adopsi NEV didorong melalui pemberian subsidi tukar tambah, berikut skema insentifnya
03 Januari 2026, 17:00 WIB
Dikta Wicaksono memiliki koleksi kendaraan yang cukup menarik digarasinya mulai dari mobil hingga motor klasik