BYD Jadi Merek Mobil Cina Terlaris di 2025, Jual 44 Ribu Unit
12 Januari 2026, 15:00 WIB
Pabrikan mobil Cina berpotensi tumbuh signifikan hingga 2030 dan mengganggu dominasi Toyota dan VW di pasar global
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pabrikan mobil asal Cina diperkirakan bakal semakin agresif dalam menggarap pasar otomotif global. Semakin besarnya produksi kendaraan di luar Tiongkok ditambah kuatnya segmen mereka elektifikasi dan biaya produksi menjadikannya tidak bisa dipandang sebelah mata.
Bukan tidak mungkin, peta pasar mobil dunia di masa depan bakal berubah. Bahkan bila laju perkembangan industri bertahan, maka pabrikan mobil asal Cina bisa menguasai sepertiga pasar global dalam lima tahun.
UBS, perusahaan jasa keuangan Swiss mengungkap bahwa saat ini pasar domestik memang masih menjadi tulang punggung. Namun ekspansi ke luar Cina juga semakin penting karena kini sudah menguasai 20 persen dari industri mereka.
Pabrikan Cina pun dinilai berhasil memanfaatkan keunggulan mereka di segmen elektrifikasi di tengah pabrikan Eropa mundur dari persaingan.
Kendala utama di sebabkan oleh melambatnya adopsi kendaraan listrik di Eropa serta adanya penerapan tarif impor terhadap EV Cina. Pertumbuhan di 2024 memang lebih lambat dari harapan tapi terus mengalami peningkatan,” ungkap Paul Gong, Analis UBS
Ia pun memperkirakan bangkitnya merek-merek Cina dapat mengurangi dominasi pemimpin industri otomotif global. Volkswagen dan Toyota yang selama ini menguasai 81 pasar di sejumlah segmen utama diperkirakan bakal menghadapi tekanan.
Bahkan mereka memperkirakan, pasar dari kedua merek tersebut bakal turun menjadi hanya 58 persen di 2030.
Tekanan juga datang dari sejumlah negara yang memberi kesempatan besar pada pabrikan kendaraan Cina untuk berinvestasi. Asia Tenggara pun menjadi salah satu kawasan penting.
Indonesia misalnya, sudah memberikan beragam kemudahan pabrikan untuk membangun pabrik. Sejumlah merek pun akhirnya berkomitmen membangun fasilitas produksi
BYD misalnya, telah membangun pabrik di Subang, Jawa Barat. Kapasitas produksi dari fasilitas tersebut pun diklaim mencapai 150.000 unit per tahun.
Angka itu jauh lebih besar ketimbang penjualan mereka di 2025 yang sebesar 44.342 unit. Sehingga kehadiran fasilitas produksi dipercaya mampu memenuhi semua permintaan para konsumen.
Selain BYD, GAC Aion juga sudah meresmikan pabrik mereka yang berada di Purwakarta. Fasilitas tersebut didirikan dari hasil kerja sama dengan Indomobil Group.
“Pabrik akan dibangun dalam beberapa tahap. Untuk fase pertama jumlah produksi adalah sebesar 20.000 unit dan ke depan bisa meningkat jadi 50.000 unit per tahun,” ungkap Wei Haigang, President of GAC Internasional disela-sela peresmian beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Januari 2026, 15:00 WIB
11 Januari 2026, 13:00 WIB
10 Januari 2026, 09:30 WIB
09 Januari 2026, 17:00 WIB
09 Januari 2026, 15:00 WIB
Terkini
13 Januari 2026, 19:42 WIB
Karena diyakini masih akan berstatus impor utuh tanpa insentif, harga BYD Atto 1 diprediksi melonjak di 2026
13 Januari 2026, 17:00 WIB
Mobil EREV iCar V27 diproduksi di negara asalnya yakni Cina sebelum kemudian ditawarkan ke pasar global
13 Januari 2026, 16:00 WIB
Pemutihan pajak kendaraan kembali digelar untuk memudahkan dan meringankan beban pemilik motor dan mobil
13 Januari 2026, 15:37 WIB
Saat ini Ducati masih fokus untuk mempersiapkan peluncuran tim MotoGP 2026 serta motor Marquez dan Bagnaia
13 Januari 2026, 14:04 WIB
Penjualan VinFast mengalami kenaikan pesat di akhir tahun, secara retail berhasil tembus di atas 7.000 unit
13 Januari 2026, 13:00 WIB
Sebuah Chery J6 mendapat modifikasi yang sederhana namun tetap fungsional, jadi bisa digunakan kemana saja
13 Januari 2026, 12:00 WIB
Bahlil optimis bisa mengurangi impor BBM khususnya solar setelah beroperasinya kilang baru di Balikpapan
13 Januari 2026, 11:00 WIB
Hyundai Staria Electric resmi meluncur dengan beragam keunggulan untuk pelanggan yang ingin kenyamanan lebih