Pabrikan Cina Mulai Gerus Dominasi Toyota dan VW di Pasar Global

Pabrikan mobil Cina berpotensi tumbuh signifikan hingga 2030 dan mengganggu dominasi Toyota dan VW di pasar global

Pabrikan Cina Mulai Gerus Dominasi Toyota dan VW di Pasar Global
Adi Hidayat

KatadataOTO – Pabrikan mobil asal Cina diperkirakan bakal semakin agresif dalam menggarap pasar otomotif global. Semakin besarnya produksi kendaraan di luar Tiongkok ditambah kuatnya segmen mereka elektifikasi dan biaya produksi menjadikannya tidak bisa dipandang sebelah mata.

Bukan tidak mungkin, peta pasar mobil dunia di masa depan bakal berubah. Bahkan bila laju perkembangan industri bertahan, maka pabrikan mobil asal Cina bisa menguasai sepertiga pasar global dalam lima tahun.

UBS, perusahaan jasa keuangan Swiss mengungkap bahwa saat ini pasar domestik memang masih menjadi tulang punggung. Namun ekspansi ke luar Cina juga semakin penting karena kini sudah menguasai 20 persen dari industri mereka.

Pabrikan Cina pun dinilai berhasil memanfaatkan keunggulan mereka di segmen elektrifikasi di tengah pabrikan Eropa mundur dari persaingan.

Toyota
Photo: Katadata

Kendala utama di sebabkan oleh melambatnya adopsi kendaraan listrik di Eropa serta adanya penerapan tarif impor terhadap EV Cina. Pertumbuhan di 2024 memang lebih lambat dari harapan tapi terus mengalami peningkatan,” ungkap Paul Gong, Analis UBS

Ia pun memperkirakan bangkitnya merek-merek Cina dapat mengurangi dominasi pemimpin industri otomotif global. Volkswagen dan Toyota yang selama ini menguasai 81 pasar di sejumlah segmen utama diperkirakan bakal menghadapi tekanan.

Bahkan mereka memperkirakan, pasar dari kedua merek tersebut bakal turun menjadi hanya 58 persen di 2030.

Tekanan juga datang dari sejumlah negara yang memberi kesempatan besar pada pabrikan kendaraan Cina untuk berinvestasi. Asia Tenggara pun menjadi salah satu kawasan penting.

Indonesia misalnya, sudah memberikan beragam kemudahan pabrikan untuk membangun pabrik. Sejumlah merek pun akhirnya berkomitmen membangun fasilitas produksi

BYD misalnya, telah membangun pabrik di Subang, Jawa Barat. Kapasitas produksi dari fasilitas tersebut pun diklaim mencapai 150.000 unit per tahun.

Angka itu jauh lebih besar ketimbang penjualan mereka di 2025 yang sebesar 44.342 unit. Sehingga kehadiran fasilitas produksi dipercaya mampu memenuhi semua permintaan para konsumen.

Penjualan BYD
Photo: BYD

Selain BYD, GAC Aion juga sudah meresmikan pabrik mereka yang berada di Purwakarta. Fasilitas tersebut didirikan dari hasil kerja sama dengan Indomobil Group.

“Pabrik akan dibangun dalam beberapa tahap. Untuk fase pertama jumlah produksi adalah sebesar 20.000 unit dan ke depan bisa meningkat jadi 50.000 unit per tahun,” ungkap Wei Haigang, President of GAC Internasional disela-sela peresmian beberapa waktu lalu.


Terkini

mobil
BYD Haka Auto

Bukan Insentif, Haka Auto Sebut yang Dibutuhkan Pasar EV

Haka Auto menilai bahwa insentif sudah bukan sesuatu yang dibutuhkan untuk mengembangkan pasar Ev di Tanah Air

mobil
Honda City Hatchback

Honda City Hatchback Resmi Tidak Lagi Diproduksi, Diduga Jadi Hybrid

Honda City Hatchback sudah tak disuplai ke diler-diler, PT HPM sebut mulai ada perubahan minat konsumen

news
BPKB elektronik

Warga Depok dan Bekasi Bayar Pajak Kendaraan Tak Perlu Bawa BPKB

Kemudahaan ini diharapkan bisa mendorong ketaatan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor mereka

news
SIM keliling Bandung

Catat Lokasi SIM Keliling Bandung 4 Maret 2026, Awas Salah Jadwal

Untuk mengurus dokumen berkendara bisa melalui banyak cara, seperti dengan mendatangi SIM keliling Bandung

news
SIM Keliling Jakarta

SIM Keliling Jakarta Ada di 5 Tempat Hari Ini 4 Maret 2026

Alternatif buat melayani perpanjangan di samping Satpas, SIM keliling Jakarta disebar di lima lokasi berbeda

mobil
Honda Super One

Honda Super One Diduga Terdaftar di RI, Nilai Jualnya Rp 257 Juta

Mobil listrik Honda Super One diyakini kuat jadi EV teranyar dari PT HPM yang masuk Indonesia tahun ini

mobil
Harga Mobil Listrik Maret 2026

Harga Mobil Listrik Maret 2026, Stabil Mulai Rp 100 Jutaan

Belum ada penyesuaian harga mobil listrik, ada pendatang baru seperti MG S5 EV dengan banderol Rp 300 jutaan

mobil
Mobil Listrik

Orang Indonesia Disebut Mulai Memandang Positif Hadirnya EV

Meskipun angka kepemilikannya masih 18 persen, konsumen Indonesia melihat EV sebagai sesuatu yang positif