Penjualan Mobil Hybrid Naik, Menko Airlangga Kasih Isyarat
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pabrikan mobil Cina berpotensi tumbuh signifikan hingga 2030 dan mengganggu dominasi Toyota dan VW di pasar global
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pabrikan mobil asal Cina diperkirakan bakal semakin agresif dalam menggarap pasar otomotif global. Semakin besarnya produksi kendaraan di luar Tiongkok ditambah kuatnya segmen mereka elektifikasi dan biaya produksi menjadikannya tidak bisa dipandang sebelah mata.
Bukan tidak mungkin, peta pasar mobil dunia di masa depan bakal berubah. Bahkan bila laju perkembangan industri bertahan, maka pabrikan mobil asal Cina bisa menguasai sepertiga pasar global dalam lima tahun.
UBS, perusahaan jasa keuangan Swiss mengungkap bahwa saat ini pasar domestik memang masih menjadi tulang punggung. Namun ekspansi ke luar Cina juga semakin penting karena kini sudah menguasai 20 persen dari industri mereka.
Pabrikan Cina pun dinilai berhasil memanfaatkan keunggulan mereka di segmen elektrifikasi di tengah pabrikan Eropa mundur dari persaingan.
Kendala utama di sebabkan oleh melambatnya adopsi kendaraan listrik di Eropa serta adanya penerapan tarif impor terhadap EV Cina. Pertumbuhan di 2024 memang lebih lambat dari harapan tapi terus mengalami peningkatan,” ungkap Paul Gong, Analis UBS
Ia pun memperkirakan bangkitnya merek-merek Cina dapat mengurangi dominasi pemimpin industri otomotif global. Volkswagen dan Toyota yang selama ini menguasai 81 pasar di sejumlah segmen utama diperkirakan bakal menghadapi tekanan.
Bahkan mereka memperkirakan, pasar dari kedua merek tersebut bakal turun menjadi hanya 58 persen di 2030.
Tekanan juga datang dari sejumlah negara yang memberi kesempatan besar pada pabrikan kendaraan Cina untuk berinvestasi. Asia Tenggara pun menjadi salah satu kawasan penting.
Indonesia misalnya, sudah memberikan beragam kemudahan pabrikan untuk membangun pabrik. Sejumlah merek pun akhirnya berkomitmen membangun fasilitas produksi
BYD misalnya, telah membangun pabrik di Subang, Jawa Barat. Kapasitas produksi dari fasilitas tersebut pun diklaim mencapai 150.000 unit per tahun.
Angka itu jauh lebih besar ketimbang penjualan mereka di 2025 yang sebesar 44.342 unit. Sehingga kehadiran fasilitas produksi dipercaya mampu memenuhi semua permintaan para konsumen.
Selain BYD, GAC Aion juga sudah meresmikan pabrik mereka yang berada di Purwakarta. Fasilitas tersebut didirikan dari hasil kerja sama dengan Indomobil Group.
“Pabrik akan dibangun dalam beberapa tahap. Untuk fase pertama jumlah produksi adalah sebesar 20.000 unit dan ke depan bisa meningkat jadi 50.000 unit per tahun,” ungkap Wei Haigang, President of GAC Internasional disela-sela peresmian beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
18 Agustus 2026, 14:00 WIB
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Terkini
01 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid akan menjadi salah satu daya tarik dalam acara Kumpul Sahabat yang digelar di Batam
01 September 2026, 07:00 WIB
Robot Mobo buatan AiMoga berbabis Embodied Intelligence dan diperkenalkan dalam ajang atau pameran WRC 2026
01 September 2026, 06:00 WIB
Fasilitas SIM keliling Jakarta berada di lima lokasi berbeda setiap hari, simak informasi biaya dan syaratnya
01 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi terbaik ketika Anda ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
01 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta tetap diandalkan pemerintah Ibu Kota untuk setidaknya mencegah kebuntuan di jam sibuk
31 Agustus 2026, 21:00 WIB
Indonesia Autovaganza 2026 tempat berkumpulnya komunitas para pencinta otomotif sekaligus bersilaturahmi
31 Agustus 2026, 19:00 WIB
Hyundai Stargazer Cartenz dan Cartenz X mendapatkan penyesuaian harga, beri dampak positif ke penjualan
31 Agustus 2026, 17:18 WIB
Pertamina Enduro menggelar nonton bareng komunitas otomotif serta ojol dalam gelaran MotoGP Aragon 2026