Penjualan Merek Mobil Mewah Juli 2026, Kompak Turun
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Pabrikan mobil Cina berpotensi tumbuh signifikan hingga 2030 dan mengganggu dominasi Toyota dan VW di pasar global
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pabrikan mobil asal Cina diperkirakan bakal semakin agresif dalam menggarap pasar otomotif global. Semakin besarnya produksi kendaraan di luar Tiongkok ditambah kuatnya segmen mereka elektifikasi dan biaya produksi menjadikannya tidak bisa dipandang sebelah mata.
Bukan tidak mungkin, peta pasar mobil dunia di masa depan bakal berubah. Bahkan bila laju perkembangan industri bertahan, maka pabrikan mobil asal Cina bisa menguasai sepertiga pasar global dalam lima tahun.
UBS, perusahaan jasa keuangan Swiss mengungkap bahwa saat ini pasar domestik memang masih menjadi tulang punggung. Namun ekspansi ke luar Cina juga semakin penting karena kini sudah menguasai 20 persen dari industri mereka.
Pabrikan Cina pun dinilai berhasil memanfaatkan keunggulan mereka di segmen elektrifikasi di tengah pabrikan Eropa mundur dari persaingan.
Kendala utama di sebabkan oleh melambatnya adopsi kendaraan listrik di Eropa serta adanya penerapan tarif impor terhadap EV Cina. Pertumbuhan di 2024 memang lebih lambat dari harapan tapi terus mengalami peningkatan,” ungkap Paul Gong, Analis UBS
Ia pun memperkirakan bangkitnya merek-merek Cina dapat mengurangi dominasi pemimpin industri otomotif global. Volkswagen dan Toyota yang selama ini menguasai 81 pasar di sejumlah segmen utama diperkirakan bakal menghadapi tekanan.
Bahkan mereka memperkirakan, pasar dari kedua merek tersebut bakal turun menjadi hanya 58 persen di 2030.
Tekanan juga datang dari sejumlah negara yang memberi kesempatan besar pada pabrikan kendaraan Cina untuk berinvestasi. Asia Tenggara pun menjadi salah satu kawasan penting.
Indonesia misalnya, sudah memberikan beragam kemudahan pabrikan untuk membangun pabrik. Sejumlah merek pun akhirnya berkomitmen membangun fasilitas produksi
BYD misalnya, telah membangun pabrik di Subang, Jawa Barat. Kapasitas produksi dari fasilitas tersebut pun diklaim mencapai 150.000 unit per tahun.
Angka itu jauh lebih besar ketimbang penjualan mereka di 2025 yang sebesar 44.342 unit. Sehingga kehadiran fasilitas produksi dipercaya mampu memenuhi semua permintaan para konsumen.
Selain BYD, GAC Aion juga sudah meresmikan pabrik mereka yang berada di Purwakarta. Fasilitas tersebut didirikan dari hasil kerja sama dengan Indomobil Group.
“Pabrik akan dibangun dalam beberapa tahap. Untuk fase pertama jumlah produksi adalah sebesar 20.000 unit dan ke depan bisa meningkat jadi 50.000 unit per tahun,” ungkap Wei Haigang, President of GAC Internasional disela-sela peresmian beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda