Bukan Insentif, Haka Auto Sebut yang Dibutuhkan Pasar EV
04 Maret 2026, 11:00 WIB
Pabrikan mobil Cina berpotensi tumbuh signifikan hingga 2030 dan mengganggu dominasi Toyota dan VW di pasar global
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pabrikan mobil asal Cina diperkirakan bakal semakin agresif dalam menggarap pasar otomotif global. Semakin besarnya produksi kendaraan di luar Tiongkok ditambah kuatnya segmen mereka elektifikasi dan biaya produksi menjadikannya tidak bisa dipandang sebelah mata.
Bukan tidak mungkin, peta pasar mobil dunia di masa depan bakal berubah. Bahkan bila laju perkembangan industri bertahan, maka pabrikan mobil asal Cina bisa menguasai sepertiga pasar global dalam lima tahun.
UBS, perusahaan jasa keuangan Swiss mengungkap bahwa saat ini pasar domestik memang masih menjadi tulang punggung. Namun ekspansi ke luar Cina juga semakin penting karena kini sudah menguasai 20 persen dari industri mereka.
Pabrikan Cina pun dinilai berhasil memanfaatkan keunggulan mereka di segmen elektrifikasi di tengah pabrikan Eropa mundur dari persaingan.
Kendala utama di sebabkan oleh melambatnya adopsi kendaraan listrik di Eropa serta adanya penerapan tarif impor terhadap EV Cina. Pertumbuhan di 2024 memang lebih lambat dari harapan tapi terus mengalami peningkatan,” ungkap Paul Gong, Analis UBS
Ia pun memperkirakan bangkitnya merek-merek Cina dapat mengurangi dominasi pemimpin industri otomotif global. Volkswagen dan Toyota yang selama ini menguasai 81 pasar di sejumlah segmen utama diperkirakan bakal menghadapi tekanan.
Bahkan mereka memperkirakan, pasar dari kedua merek tersebut bakal turun menjadi hanya 58 persen di 2030.
Tekanan juga datang dari sejumlah negara yang memberi kesempatan besar pada pabrikan kendaraan Cina untuk berinvestasi. Asia Tenggara pun menjadi salah satu kawasan penting.
Indonesia misalnya, sudah memberikan beragam kemudahan pabrikan untuk membangun pabrik. Sejumlah merek pun akhirnya berkomitmen membangun fasilitas produksi
BYD misalnya, telah membangun pabrik di Subang, Jawa Barat. Kapasitas produksi dari fasilitas tersebut pun diklaim mencapai 150.000 unit per tahun.
Angka itu jauh lebih besar ketimbang penjualan mereka di 2025 yang sebesar 44.342 unit. Sehingga kehadiran fasilitas produksi dipercaya mampu memenuhi semua permintaan para konsumen.
Selain BYD, GAC Aion juga sudah meresmikan pabrik mereka yang berada di Purwakarta. Fasilitas tersebut didirikan dari hasil kerja sama dengan Indomobil Group.
“Pabrik akan dibangun dalam beberapa tahap. Untuk fase pertama jumlah produksi adalah sebesar 20.000 unit dan ke depan bisa meningkat jadi 50.000 unit per tahun,” ungkap Wei Haigang, President of GAC Internasional disela-sela peresmian beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 Maret 2026, 11:00 WIB
01 Maret 2026, 14:00 WIB
27 Februari 2026, 20:00 WIB
27 Februari 2026, 07:00 WIB
26 Februari 2026, 17:00 WIB
Terkini
04 Maret 2026, 11:00 WIB
Haka Auto menilai bahwa insentif sudah bukan sesuatu yang dibutuhkan untuk mengembangkan pasar Ev di Tanah Air
04 Maret 2026, 10:00 WIB
Honda City Hatchback sudah tak disuplai ke diler-diler, PT HPM sebut mulai ada perubahan minat konsumen
04 Maret 2026, 08:06 WIB
Kemudahaan ini diharapkan bisa mendorong ketaatan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor mereka
04 Maret 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara bisa melalui banyak cara, seperti dengan mendatangi SIM keliling Bandung
04 Maret 2026, 06:00 WIB
Alternatif buat melayani perpanjangan di samping Satpas, SIM keliling Jakarta disebar di lima lokasi berbeda
03 Maret 2026, 18:00 WIB
Mobil listrik Honda Super One diyakini kuat jadi EV teranyar dari PT HPM yang masuk Indonesia tahun ini
03 Maret 2026, 17:00 WIB
Belum ada penyesuaian harga mobil listrik, ada pendatang baru seperti MG S5 EV dengan banderol Rp 300 jutaan
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Meskipun angka kepemilikannya masih 18 persen, konsumen Indonesia melihat EV sebagai sesuatu yang positif