Nissan Adopsi Sistem Pabrikan Cina Dalam Kembangkan Skyline
16 Juni 2026, 10:00 WIB
Chery berusaha untuk menghadirkan berbagai produk unggulan agar sesuai dengan kebutuhan konsumen di Tanah Air
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Chery terus menunjukkan keseriusannya di Indonesia. Mereka tidak hanya menghadirkan banyak sub-brand ke Tanah Air.
Namun jenama asal Cina tersebut, berencana untuk mendirikan beberapa fasilitas untuk melakukan pengembangan di dalam negeri.
“Saya rasa dalam waktu dekat kami akan mendirikan independent R&D Center di Indonesia,” ungkap Zhang Guibing, President of Chery International di Wuhu, Cina beberapa waktu lalu.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat membuat mereka kian agresif, terutama dalam persaingan di industri otomotif.
Selain itu, mereka dapat menghadirkan kendaraan roda empat sesuai dengan karakter serta kebutuhan konsumen di Tanah Air.
Termasuk untuk sub-brand di bawah Chery, mulai dari Lepas maupun iCar yang baru saja merambah pasar otomotif nasional.
“Jadi kami bergerak cepat dari R&D, manufaktur hingga operation,” dia melanjutkan.
Bos Chery Group ini menegaskan, penguatan dari sisi riset sangat penting. Sehingga mereka bisa kompetitif di pasar Indonesia.
Kemudian kehadiran pusat R&D Chery juga diharapkan dapat mempercepat adaptasi teknologi, sekaligus mendukung peningkatan kandungan lokal pada kendaraan yang diproduksi.
“Saya pikir dengan cara ini, secara umum kita yakin mampu memenuhi segala ketentuan atau kebijakan yang diterapkan pemerintah Indonesia,” tegas Zhang Guibing.
Sebagai informasi, Chery memang sebelumnya sudah mengumumkan akan membangun 26 pusat R&D di berbagai negara.
Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing di kancah otomotif global. Jadi mereka mampu berkompetisi dengan pabrikan lain.
Sampai sekarang, produk Chery telah dipasarkan di lebih dari 120 negara dan wilayah dengan 16 pabrik perakitan (KD factories) di seluruh dunia.
Jaringan inovasi global Chery saat ini sudah mencakup delapan pusat R&D utama, dengan lebih dari 30.000 personel penelitian maupun pengembangan serta 28 chief scientist.
Di sisi lain, pabrikan asal Kota Wuhu itu berhasil membukukan penjualan mobil sebanyak 2,8 juta unit. Jumlah tersebut ditorehkan sepanjang periode 2025.
Dari angka di atas, 30 persennya adalah New Energy Vehicle (NEV), sebuah pencapaian cukup positif bagi brand asal Tiongkok.
Akan tetapi, Chery tidak mau berpuas diri begitu saja. Mereka berencana untuk meneruskan ekspansi di seluruh dunia.
Secara terang-terangan, Chery mengaku akan mengadopsi strategi gabungan dari Toyota serta Tesla.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Juni 2026, 10:00 WIB
03 Juni 2026, 11:05 WIB
31 Mei 2026, 19:57 WIB
29 Mei 2026, 21:12 WIB
29 Mei 2026, 07:00 WIB
Terkini
18 Juni 2026, 11:00 WIB
Ducati Corse mendelegasikan Marc Marquez untuk menjalankan pengujian di Sirkuit Brno sebelum seri Ceko
18 Juni 2026, 09:00 WIB
Geely EX2 hadir menawarkan fitur yang komplit sebagai mobil listrik kompak, sehingga relevan bagi aktivitas
18 Juni 2026, 07:00 WIB
Implementasi Biodiesel B50 dinilai bisa menghemat devisa negara sampai Rp 157 triliun sepanjang tahun ini
18 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersedia di lima tempat berbeda sekitar Ibukota, simak informasi lengkapnya di sini
18 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta tetap menjadi andalan dalam memecah kebuntuan lalu lintas terutama di jam sibuk
18 Juni 2026, 06:00 WIB
Buat Anda yang ingin mendatangi SIM keliling Bandung hari ini, wajib memperhatikan jadwal maupun lokasinya
17 Juni 2026, 18:37 WIB
Pada Juni 2026 beberapa pabrikan melakukan penyesuaian harga motor matic murah, seperti dialami oleh Yamaha
17 Juni 2026, 11:00 WIB
Jaecoo menjadi merek mobil Cina dengan penjualan retail terlaris sepanjang Mei 2026, berada di atas BYD