10 Merek Mobil Terlaris September 2026: BYD Berjaya
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
TMMIN menjadi anak usaha Toyota pertama di kawasan Asia Tenggara yang mengekspor baterai ke pasar global
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) resmi berkolaborasi dengan CATL. Nantinya mereka akan memproduksi baterai mobil hybrid di Karawang, Jawa Barat.
Bikin tambah menarik, penampung daya tersebut tidak hanya untuk pasar domestik saja, akan tetapi turut dikapalkan ke sejumlah negara.
“TMMIN menjadi anak perusahaan Toyota pertama di Asia Tenggara yang melakukan ekspor baterai ke pasar global sebagai bagian dari kerja sama ini,” ungkap Nandi Julyanto, Presiden Direktur TMMIN di PIK 2, Tangerang beberapa waktu lalu.
Nandi menjelaskan bahwa Toyota harus mengeluarkan dana Rp 1,3 triliun, demi bisa memproduksi baterai mobil hybrid di Tanah Air.
Dengan begitu mereka bisa memenuhi kebutuhan penampung daya pada lini kendaraan roda empat ramah lingkungan Toyota.
Sebab baterai buatan Karawang itu akan ditanamkan lebih dulu ke produk-produk hibrida Toyota di Indonesia.
Sekarang setelah menggunakan baterai lokal, TKDN mobil hybrid Toyota diklaim bisa tembus 80 persen.
“Kami percaya lokalisasi merupakan perjalanan yang tidak bisa dicapai secara instan, melainkan bertahap melalui proses yang membutuhkan waktu serta kolaborasi kuat dari seluruh pemangku kepentingan,” ia melanjutkan.
Sebagai informasi, pada era elektrifikasi Toyota Indonesia terus memperluas basis produksi nasional melalui Innova Zenix HEV, Yaris Cross HEV hingga Veloz Hybrid.
Seluruh model tersebut ditopang battery pack lokal dari Karawang, hasil kolaborasi Toyota serta CATL.
Diharapkan dengan memproduksi baterai di dalam negeri, hal ini dapat memberikan dampak positif bagi negara, seperti membuka banyak lapangan pekerjaan.
Kemudian dapat memperkenalkan berbagai inovasi dalam hal produksi baterai mobil hybrid, sehingga semakin beragam teknologi yang digunakan.
Lalu mampu berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional, serta meningkatkan nilai komponen lokal.
Sebagai informasi, baterai hasil kolaborasi Toyota dan CATL akan diproduksi secara massal pada semester dua 2026.
CATL yang menjadi rekan kolaborasi Toyota adalah manufaktur asal Tiongkok yang berfokus pada produksi baterai bermaterial lithium-ion.
CATL merupakan produsen penampung daya terbesar, berada tepat di atas LG Energy Solution dengan kapasitas produksi baterai 57,1 GWh.
Di Indonesia, CATL akan menggandeng PT Aneka Tambang atau Antam bersama PT Industri Baterai Indonesia dengan nilai proyek sekitar Rp 85 triliun.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
23 September 2026, 17:49 WIB
21 September 2026, 15:43 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan