10 Mobil Terlaris Juni 2026, Avanza Kembali ke Tiga Besar
20 Juli 2026, 20:33 WIB
TMMIN menjadi anak usaha Toyota pertama di kawasan Asia Tenggara yang mengekspor baterai ke pasar global
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) resmi berkolaborasi dengan CATL. Nantinya mereka akan memproduksi baterai mobil hybrid di Karawang, Jawa Barat.
Bikin tambah menarik, penampung daya tersebut tidak hanya untuk pasar domestik saja, akan tetapi turut dikapalkan ke sejumlah negara.
“TMMIN menjadi anak perusahaan Toyota pertama di Asia Tenggara yang melakukan ekspor baterai ke pasar global sebagai bagian dari kerja sama ini,” ungkap Nandi Julyanto, Presiden Direktur TMMIN di PIK 2, Tangerang beberapa waktu lalu.
Nandi menjelaskan bahwa Toyota harus mengeluarkan dana Rp 1,3 triliun, demi bisa memproduksi baterai mobil hybrid di Tanah Air.
Dengan begitu mereka bisa memenuhi kebutuhan penampung daya pada lini kendaraan roda empat ramah lingkungan Toyota.
Sebab baterai buatan Karawang itu akan ditanamkan lebih dulu ke produk-produk hibrida Toyota di Indonesia.
Sekarang setelah menggunakan baterai lokal, TKDN mobil hybrid Toyota diklaim bisa tembus 80 persen.
“Kami percaya lokalisasi merupakan perjalanan yang tidak bisa dicapai secara instan, melainkan bertahap melalui proses yang membutuhkan waktu serta kolaborasi kuat dari seluruh pemangku kepentingan,” ia melanjutkan.
Sebagai informasi, pada era elektrifikasi Toyota Indonesia terus memperluas basis produksi nasional melalui Innova Zenix HEV, Yaris Cross HEV hingga Veloz Hybrid.
Seluruh model tersebut ditopang battery pack lokal dari Karawang, hasil kolaborasi Toyota serta CATL.
Diharapkan dengan memproduksi baterai di dalam negeri, hal ini dapat memberikan dampak positif bagi negara, seperti membuka banyak lapangan pekerjaan.
Kemudian dapat memperkenalkan berbagai inovasi dalam hal produksi baterai mobil hybrid, sehingga semakin beragam teknologi yang digunakan.
Lalu mampu berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional, serta meningkatkan nilai komponen lokal.
Sebagai informasi, baterai hasil kolaborasi Toyota dan CATL akan diproduksi secara massal pada semester dua 2026.
CATL yang menjadi rekan kolaborasi Toyota adalah manufaktur asal Tiongkok yang berfokus pada produksi baterai bermaterial lithium-ion.
CATL merupakan produsen penampung daya terbesar, berada tepat di atas LG Energy Solution dengan kapasitas produksi baterai 57,1 GWh.
Di Indonesia, CATL akan menggandeng PT Aneka Tambang atau Antam bersama PT Industri Baterai Indonesia dengan nilai proyek sekitar Rp 85 triliun.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Juli 2026, 20:33 WIB
15 Juli 2026, 20:00 WIB
13 Juli 2026, 09:00 WIB
03 Juli 2026, 13:41 WIB
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Terkini
21 Juli 2026, 13:00 WIB
Helm pembalap tampil semakin istimewa dan mudah dikenali dengan penambahan livery maupun corak khusus
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Mitsubishi XForce Hybrid tidak disarankan menggunakan BBM dengan RON 90 atau setara Pertalite dari Pertamina
21 Juli 2026, 09:47 WIB
Penjualan motor listrik Honda disebut masih stagnan, adopsinya di masyarakat belum bisa dibilang maksimal
21 Juli 2026, 07:00 WIB
SUV kompak Geely Coolray masuk Indonesia secara impor, namun jumlahnya terbatas mengikuti permintaan konsumen
21 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini masih berlaku untuk memecah kebuntuan pada arus lalu lintas Ibu Kota di jam padat
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus masa berlaku dokumen berkendara
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda, simak informasi tempat dan persyaratan lengkapnya
20 Juli 2026, 22:01 WIB
Mario Aji tengah fokus menjalani masa pemulihan usai cedera, ia ingin kondisi fisiknya kembali prima di Inggris