Jetour T2 i-DM Segera Masuk Indonesia, Menambah Opsi Mobil PHEV
06 Juni 2026, 19:00 WIB
TMMIN menjadi anak usaha Toyota pertama di kawasan Asia Tenggara yang mengekspor baterai ke pasar global
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) resmi berkolaborasi dengan CATL. Nantinya mereka akan memproduksi baterai mobil hybrid di Karawang, Jawa Barat.
Bikin tambah menarik, penampung daya tersebut tidak hanya untuk pasar domestik saja, akan tetapi turut dikapalkan ke sejumlah negara.
“TMMIN menjadi anak perusahaan Toyota pertama di Asia Tenggara yang melakukan ekspor baterai ke pasar global sebagai bagian dari kerja sama ini,” ungkap Nandi Julyanto, Presiden Direktur TMMIN di PIK 2, Tangerang beberapa waktu lalu.
Nandi menjelaskan bahwa Toyota harus mengeluarkan dana Rp 1,3 triliun, demi bisa memproduksi baterai mobil hybrid di Tanah Air.
Dengan begitu mereka bisa memenuhi kebutuhan penampung daya pada lini kendaraan roda empat ramah lingkungan Toyota.
Sebab baterai buatan Karawang itu akan ditanamkan lebih dulu ke produk-produk hibrida Toyota di Indonesia.
Sekarang setelah menggunakan baterai lokal, TKDN mobil hybrid Toyota diklaim bisa tembus 80 persen.
“Kami percaya lokalisasi merupakan perjalanan yang tidak bisa dicapai secara instan, melainkan bertahap melalui proses yang membutuhkan waktu serta kolaborasi kuat dari seluruh pemangku kepentingan,” ia melanjutkan.
Sebagai informasi, pada era elektrifikasi Toyota Indonesia terus memperluas basis produksi nasional melalui Innova Zenix HEV, Yaris Cross HEV hingga Veloz Hybrid.
Seluruh model tersebut ditopang battery pack lokal dari Karawang, hasil kolaborasi Toyota serta CATL.
Diharapkan dengan memproduksi baterai di dalam negeri, hal ini dapat memberikan dampak positif bagi negara, seperti membuka banyak lapangan pekerjaan.
Kemudian dapat memperkenalkan berbagai inovasi dalam hal produksi baterai mobil hybrid, sehingga semakin beragam teknologi yang digunakan.
Lalu mampu berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional, serta meningkatkan nilai komponen lokal.
Sebagai informasi, baterai hasil kolaborasi Toyota dan CATL akan diproduksi secara massal pada semester dua 2026.
CATL yang menjadi rekan kolaborasi Toyota adalah manufaktur asal Tiongkok yang berfokus pada produksi baterai bermaterial lithium-ion.
CATL merupakan produsen penampung daya terbesar, berada tepat di atas LG Energy Solution dengan kapasitas produksi baterai 57,1 GWh.
Di Indonesia, CATL akan menggandeng PT Aneka Tambang atau Antam bersama PT Industri Baterai Indonesia dengan nilai proyek sekitar Rp 85 triliun.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
06 Juni 2026, 19:00 WIB
05 Juni 2026, 14:06 WIB
05 Juni 2026, 09:00 WIB
04 Juni 2026, 19:34 WIB
03 Juni 2026, 20:37 WIB
Terkini
06 Juni 2026, 20:34 WIB
Marc Marquez finish dengan memukau di Sprint Race MotoGP Hungaria 2026, naik podium bersama Pedro Acosta
06 Juni 2026, 19:00 WIB
Ranggy menjelaskan bahwa Jetour T2 i-DM akan dipasarkan kepada konsumen di Tanah Air pada semester kedua 2026
06 Juni 2026, 18:08 WIB
PT Pertamina Lubricants bagikan 2.500 oli gratis untuk guru di DKI Jakarta, lengkap dengan servis tanpa biaya
06 Juni 2026, 08:54 WIB
Tampilan desain eksterior Hyundai Ioniq yang dirancang untuk pasar Tiongkok terlihat unik dan futuristik
05 Juni 2026, 19:00 WIB
Martin menuturkan bahwa Marc Marquez menjadi salah satu pembalap yang harus dikalahkan di MotoGP Hungaria 2026
05 Juni 2026, 17:00 WIB
Harga Honda Super One di Jepang adalah Rp 300 jutaan, di Indonesia banderolnya diyakini tidak berbeda jauh
05 Juni 2026, 14:06 WIB
Harga mobil baru berpotensi meningkat dalam waktu dekat jika terus menerus tertekan karena rupiah melemah
05 Juni 2026, 09:00 WIB
GR Garage Auto2000 perkenalkan skuad untuk ambil bagian dalam ajang Kejurnas Mandalika Festival of Speed 2026