Mobil Listrik Chery J6T CSH, SUV Boxy Beridentitas Adventure
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
Demi menguasai pasar otomotif di seluruh dunia, pendiri Chery mengaku telah menyiapkan strategi 'double T'
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Chery Group terus berkembang dalam industri otomotif. Beragam produk unggulan dihadirkan jenama asal China tersebut.
Kemudian, mereka juga meluncurkan beberapa sub-brand baru, mulai dari Freelander, Lepas, Luxed hingga Exeed.
Langkah tersebut dianggap mampu membuat mereka mendominasi pasar mobil global, terutama di tengah era elektrifikasi.
Pabrikan asal Kota Wuhu itu berhasil membukukan penjualan mobil sebanyak 2,8 juta unit. Jumlah tersebut ditorehkan sepanjang periode 2025.
Dari angka di atas, 30 persennya adalah New Energy Vehicle (NEV). Sebuah pencapaian cukup positif bagi brand asal Tiongkok.
Akan tetapi, Chery tidak mau berpuas diri begitu saja. Mereka berencana untuk meneruskan ekspansi di seluruh dunia.
Secara terang-terangan, Chery mengaku akan mengadopsi strategi gabungan dari Toyota serta Tesla.
Nantinya, mereka akan menghadirkan sebuah mobil baru dengan kualitas seperti produk Toyota, kemudian memiliki inovasi teknologi ala Tesla.
“Kami menyebut strategi ini ‘double T’, yaitu Toyota ditambah Tesla,” ungkap Yin Tongyue, Pendiri Chery di Wuhu, China, beberapa waktu lalu.
Lebih jauh disebutkan bahwa Chery menilai kemampuan inovasi jauh lebih penting daripada sekadar keuntungan jangka pendek.
Pada 2026, Chery tidak tanggung-tanggung menggelontorkan investasi sampai 30 miliar Yuan atau sekitar Rp 69 triliun. Dana tersebut digunakan untuk melakukan berbagai riset seperti baterai solid-state, energi hijau, hingga chip pintar dan AI.
Selain itu, Chery turut melakukan kolaborasi strategis, seperti menggandeng NVIDIA, Bosch, Qualcomm, CATL, sampai ByteDance.
Yin juga menegaskan bahwa Chery tengah mempertimbangkan penambahan kapasitas produksi di Barcelona, Spanyol, melalui kerja sama joint venture.
Perusahaan asal China tersebut juga membuka peluang kolaborasi dengan produsen mobil Eropa untuk berbagi fasilitas produksi.
“Kami bisa berbagi keuntungan, kami bisa berbagi model,” tegas petinggi Chery itu.
Melalui beragam strategi tersebut, Yin percaya diri Chery mampu kompetitif dalam persaingan di pasar mobil dunia.
Dengan begitu, mampu mendapatkan banyak konsumen, tidak hanya di Benua Asia saja, namun juga merambah pasar Eropa.
Oleh sebab itu, Yin berpesan kepada para pekerja Chery International untuk menghormati mitra dan mau mendengarkan masukan pengguna.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
21 Agustus 2026, 19:08 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
Terkini
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
Chery J6T CSH memiliki tampilan yang sama dengan versi listrik namun mempunyai jarak tempuh lebih jauh
23 Agustus 2026, 09:47 WIB
Omoda & Jaecoo Trimegah Bogor bisa memberikan fasilitas body and paint bagi konsumen dengan jaringan
22 Agustus 2026, 19:08 WIB
Program Cat Merdeka dari Penta Prima memberikan kesempatan pencinta otomotif memperbaharui tampilan kendaraan
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
Pihak BYD sebut Denza hanya akan mengalami penyegaran identitas logo yang memang dilakukan secara global
21 Agustus 2026, 19:08 WIB
Robot Aimoga, hasil kolaborasi dengan Chery hadirkan inovasi di pameran robot di Beijing, 19-23 Agustus 2026
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Yamaha sampai Honda terpantau tidak menaikan harga motor matic 150 cc, konsumen berkesempatan meminang unit.
21 Agustus 2026, 14:16 WIB
Changan tuai respons positif berkat Nevo Q05, kontribusinya 80 persen dari total 1.120 SPK di GIIAS 2026
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih ada di lima lokasi berbeda dan melayani perpanjangan