Ribuan Chery Q Dipesan, Konsumen Kini Bisa Pantau Status Unit
22 Oktober 2026, 21:16 WIB
Demi menguasai pasar otomotif di seluruh dunia, pendiri Chery mengaku telah menyiapkan strategi 'double T'
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Chery Group terus berkembang dalam industri otomotif. Beragam produk unggulan dihadirkan jenama asal China tersebut.
Kemudian, mereka juga meluncurkan beberapa sub-brand baru, mulai dari Freelander, Lepas, Luxed hingga Exeed.
Langkah tersebut dianggap mampu membuat mereka mendominasi pasar mobil global, terutama di tengah era elektrifikasi.
Pabrikan asal Kota Wuhu itu berhasil membukukan penjualan mobil sebanyak 2,8 juta unit. Jumlah tersebut ditorehkan sepanjang periode 2025.
Dari angka di atas, 30 persennya adalah New Energy Vehicle (NEV). Sebuah pencapaian cukup positif bagi brand asal Tiongkok.
Akan tetapi, Chery tidak mau berpuas diri begitu saja. Mereka berencana untuk meneruskan ekspansi di seluruh dunia.
Secara terang-terangan, Chery mengaku akan mengadopsi strategi gabungan dari Toyota serta Tesla.
Nantinya, mereka akan menghadirkan sebuah mobil baru dengan kualitas seperti produk Toyota, kemudian memiliki inovasi teknologi ala Tesla.
“Kami menyebut strategi ini ‘double T’, yaitu Toyota ditambah Tesla,” ungkap Yin Tongyue, Pendiri Chery di Wuhu, China, beberapa waktu lalu.
Lebih jauh disebutkan bahwa Chery menilai kemampuan inovasi jauh lebih penting daripada sekadar keuntungan jangka pendek.
Pada 2026, Chery tidak tanggung-tanggung menggelontorkan investasi sampai 30 miliar Yuan atau sekitar Rp 69 triliun. Dana tersebut digunakan untuk melakukan berbagai riset seperti baterai solid-state, energi hijau, hingga chip pintar dan AI.
Selain itu, Chery turut melakukan kolaborasi strategis, seperti menggandeng NVIDIA, Bosch, Qualcomm, CATL, sampai ByteDance.
Yin juga menegaskan bahwa Chery tengah mempertimbangkan penambahan kapasitas produksi di Barcelona, Spanyol, melalui kerja sama joint venture.
Perusahaan asal China tersebut juga membuka peluang kolaborasi dengan produsen mobil Eropa untuk berbagi fasilitas produksi.
“Kami bisa berbagi keuntungan, kami bisa berbagi model,” tegas petinggi Chery itu.
Melalui beragam strategi tersebut, Yin percaya diri Chery mampu kompetitif dalam persaingan di pasar mobil dunia.
Dengan begitu, mampu mendapatkan banyak konsumen, tidak hanya di Benua Asia saja, namun juga merambah pasar Eropa.
Oleh sebab itu, Yin berpesan kepada para pekerja Chery International untuk menghormati mitra dan mau mendengarkan masukan pengguna.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 Oktober 2026, 21:16 WIB
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
20 Oktober 2026, 13:00 WIB
Terkini
22 Oktober 2026, 21:16 WIB
Track My Chery Q memberikan akses kepada konsumen untuk memantau perkembangan unit sejak tahap produksi
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
Debut di Chery Brand Night, Tiggo X7 dan all new Tiggo 7 jadi amunisi baru untuk penjualan di pasar global
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Toyota Innova Zenix Hybrid kini dilengkapi T Intouch terbaru, berbagai fungsi kendaraan dapat diakses dari HP
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027