Biaya Pertamax Full Tank buat MPV, Innova Zenix Rp 800 Ribuan
12 Juni 2026, 15:00 WIB
Demi menguasai pasar otomotif di seluruh dunia, pendiri Chery mengaku telah menyiapkan strategi 'double T'
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Chery Group terus berkembang dalam industri otomotif. Beragam produk unggulan dihadirkan jenama asal China tersebut.
Kemudian, mereka juga meluncurkan beberapa sub-brand baru, mulai dari Freelander, Lepas, Luxed hingga Exeed.
Langkah tersebut dianggap mampu membuat mereka mendominasi pasar mobil global, terutama di tengah era elektrifikasi.
Pabrikan asal Kota Wuhu itu berhasil membukukan penjualan mobil sebanyak 2,8 juta unit. Jumlah tersebut ditorehkan sepanjang periode 2025.
Dari angka di atas, 30 persennya adalah New Energy Vehicle (NEV). Sebuah pencapaian cukup positif bagi brand asal Tiongkok.
Akan tetapi, Chery tidak mau berpuas diri begitu saja. Mereka berencana untuk meneruskan ekspansi di seluruh dunia.
Secara terang-terangan, Chery mengaku akan mengadopsi strategi gabungan dari Toyota serta Tesla.
Nantinya, mereka akan menghadirkan sebuah mobil baru dengan kualitas seperti produk Toyota, kemudian memiliki inovasi teknologi ala Tesla.
“Kami menyebut strategi ini ‘double T’, yaitu Toyota ditambah Tesla,” ungkap Yin Tongyue, Pendiri Chery di Wuhu, China, beberapa waktu lalu.
Lebih jauh disebutkan bahwa Chery menilai kemampuan inovasi jauh lebih penting daripada sekadar keuntungan jangka pendek.
Pada 2026, Chery tidak tanggung-tanggung menggelontorkan investasi sampai 30 miliar Yuan atau sekitar Rp 69 triliun. Dana tersebut digunakan untuk melakukan berbagai riset seperti baterai solid-state, energi hijau, hingga chip pintar dan AI.
Selain itu, Chery turut melakukan kolaborasi strategis, seperti menggandeng NVIDIA, Bosch, Qualcomm, CATL, sampai ByteDance.
Yin juga menegaskan bahwa Chery tengah mempertimbangkan penambahan kapasitas produksi di Barcelona, Spanyol, melalui kerja sama joint venture.
Perusahaan asal China tersebut juga membuka peluang kolaborasi dengan produsen mobil Eropa untuk berbagi fasilitas produksi.
“Kami bisa berbagi keuntungan, kami bisa berbagi model,” tegas petinggi Chery itu.
Melalui beragam strategi tersebut, Yin percaya diri Chery mampu kompetitif dalam persaingan di pasar mobil dunia.
Dengan begitu, mampu mendapatkan banyak konsumen, tidak hanya di Benua Asia saja, namun juga merambah pasar Eropa.
Oleh sebab itu, Yin berpesan kepada para pekerja Chery International untuk menghormati mitra dan mau mendengarkan masukan pengguna.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
05 Juni 2026, 14:06 WIB
05 Juni 2026, 09:00 WIB
04 Juni 2026, 19:34 WIB
Terkini
15 Juni 2026, 21:29 WIB
Marquez memiliki peluang besar untuk melanjutkan tren positif serta meraih kemenangan di MotoGP Ceko 2026
15 Juni 2026, 20:04 WIB
Sejumlah merek mobil mewah mencatatkan kenaikan penjualan sepanjang Mei 2026, berikut daftar lengkapnya
15 Juni 2026, 15:49 WIB
Kehadiran BYD M6 Dual Mode di pasar MPV Tanah Air bisa menjadi pilihan baru khususnya di segmen elektrifikasi
15 Juni 2026, 11:02 WIB
AHRT berhassil menggondol tiga podium pada balapan FIM ARRC 2026 yang kali ini bertempat di Motegi, Jepang
15 Juni 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur Tahun Baru Hijriyah, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk melayani para pengendara
15 Juni 2026, 06:00 WIB
Aturan rutin di jam kerja bernama Ganjil genap Jakarta kembali berlaku meskipun pada Selasa kembali libur
15 Juni 2026, 06:00 WIB
Beroperasi di lima lokasi terbatas, berikut informasi lengkap terkait fasilitas SIM keliling Jakarta hari ini
14 Juni 2026, 20:00 WIB
BYD Dolphin PHEV merupakan salah satu strategi BYD menembus pasar Eropa, tawarkan alternatif EV yang menarik