Resmi Dijual, Harga Chery Q EV Masih Rahasia
19 Mei 2026, 15:42 WIB
Demi menguasai pasar otomotif di seluruh dunia, pendiri Chery mengaku telah menyiapkan strategi 'double T'
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Chery Group terus berkembang dalam industri otomotif. Beragam produk unggulan dihadirkan jenama asal China tersebut.
Kemudian, mereka juga meluncurkan beberapa sub-brand baru, mulai dari Freelander, Lepas, Luxed hingga Exeed.
Langkah tersebut dianggap mampu membuat mereka mendominasi pasar mobil global, terutama di tengah era elektrifikasi.
Pabrikan asal Kota Wuhu itu berhasil membukukan penjualan mobil sebanyak 2,8 juta unit. Jumlah tersebut ditorehkan sepanjang periode 2025.
Dari angka di atas, 30 persennya adalah New Energy Vehicle (NEV). Sebuah pencapaian cukup positif bagi brand asal Tiongkok.
Akan tetapi, Chery tidak mau berpuas diri begitu saja. Mereka berencana untuk meneruskan ekspansi di seluruh dunia.
Secara terang-terangan, Chery mengaku akan mengadopsi strategi gabungan dari Toyota serta Tesla.
Nantinya, mereka akan menghadirkan sebuah mobil baru dengan kualitas seperti produk Toyota, kemudian memiliki inovasi teknologi ala Tesla.
“Kami menyebut strategi ini ‘double T’, yaitu Toyota ditambah Tesla,” ungkap Yin Tongyue, Pendiri Chery di Wuhu, China, beberapa waktu lalu.
Lebih jauh disebutkan bahwa Chery menilai kemampuan inovasi jauh lebih penting daripada sekadar keuntungan jangka pendek.
Pada 2026, Chery tidak tanggung-tanggung menggelontorkan investasi sampai 30 miliar Yuan atau sekitar Rp 69 triliun. Dana tersebut digunakan untuk melakukan berbagai riset seperti baterai solid-state, energi hijau, hingga chip pintar dan AI.
Selain itu, Chery turut melakukan kolaborasi strategis, seperti menggandeng NVIDIA, Bosch, Qualcomm, CATL, sampai ByteDance.
Yin juga menegaskan bahwa Chery tengah mempertimbangkan penambahan kapasitas produksi di Barcelona, Spanyol, melalui kerja sama joint venture.
Perusahaan asal China tersebut juga membuka peluang kolaborasi dengan produsen mobil Eropa untuk berbagi fasilitas produksi.
“Kami bisa berbagi keuntungan, kami bisa berbagi model,” tegas petinggi Chery itu.
Melalui beragam strategi tersebut, Yin percaya diri Chery mampu kompetitif dalam persaingan di pasar mobil dunia.
Dengan begitu, mampu mendapatkan banyak konsumen, tidak hanya di Benua Asia saja, namun juga merambah pasar Eropa.
Oleh sebab itu, Yin berpesan kepada para pekerja Chery International untuk menghormati mitra dan mau mendengarkan masukan pengguna.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
19 Mei 2026, 15:42 WIB
17 Mei 2026, 17:00 WIB
17 Mei 2026, 14:54 WIB
17 Mei 2026, 11:17 WIB
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Terkini
19 Mei 2026, 21:00 WIB
Volvo EX90 meramaikan segmen SUV premium di Indonesia, jadi opsi di samping mobil listrik BMW iX dan Kia EV9
19 Mei 2026, 19:36 WIB
Jika Anda sedang berniat untuk membeli kendaraan roda dua, ada baiknya melihat harga motor matic murah dahulu
19 Mei 2026, 17:00 WIB
Varian PHEV dari BYD M6 mulai diperkenalkan ke konsumen, meskipun harga dan spesifikasinya masih gelap
19 Mei 2026, 15:42 WIB
Mobil listrik Chery Q hadir meramaikan pasar otomotif RI, tawarkan spesifikasi dan fitur keselamatan mumpuni
19 Mei 2026, 13:29 WIB
Harga BBM non subsidi yang terus meroket tajam membuat banyak konsumen yang beralih ke kendaraan hybrid
19 Mei 2026, 12:02 WIB
Veda Ega Pratama menilai hasil di Moto3 Catalunya 2026 sebagai pengalaman berharga untuk terus berkembang
19 Mei 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini 19 Mei 2026 kembali dimulai sejak pagi hingga pukul 10.00 WIB, perhatikan titiknya
19 Mei 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini