Daihatsu Tingkatkan Layanan, Resmikan Diler Baru di Jawa Timur
05 Oktober 2026, 21:00 WIB
Nissan dikabarkan dekati Tesla setelah gagal merger dengan Honda untuk menyelamatkan perusahaan di masa depan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Setelah gagal melakukan merger dengan Honda, beredar isu bahwa Nissan akan mendekati Tesla. Bahkan sejumlah petinggi negara dikabarkan bakal terlibat untuk mendukung langkah tersebut.
Dilansir dari Reuters, investasi Tesla dapat menjadi langkah strategis karena pabrikan mobil listrik tersebut bisa mengakuisisi pabrik Nissan di Amerika Serikat. Hal ini bisa membantu mereka untuk
Namun, beberapa analis meragukan minat Tesla untuk mengakuisisi pabrik-pabrik di AS. Pasalnya kebutuhan mereka berbeda dengan fasilitas produksi kendaraan konvensional.
Terlebih kapasitas produksi mereka sebenarnya sudah cukup besar dan tahun lalu mereka justru mengalami penurunan produksi. Sehingga akuisisi pabrik bukanlah sesuatu yang penting bagi mereka.
“Salah satu senjata Tesla adalah pabriknya telah dirancang dan dioptimalkan buat memproduksi kendaraan mereka,” ungkap Matt Britzman, pengamat dari Hargreaves Lansdown, dilansir Reuters (24/02).
Sementara itu Foxconn, perusahaan teknologi asal Taiwan yang sebelumnya disebut-sebut akan bekerjasama dengan Nissan pun tampaknya mulai berganti haluan. Pasalnya mereka justru dikabarkan tengah mendekati Honda untuk mengembangkan mobil listrik.
Sebelumnya diberitakan bahwa Nissan sempat hendak melakukan merger dengan Honda namun kesepakatan itu akhirnya batal.
Hal ini karena Honda mengusulkan perubahan struktur dari pembentukan perusahaan induk bersama dan menunjuk mayoritas direktur serta CEO berdasarkan pengalihan saham.
Honda mengungkap bahwa uraian tersebut sudah disampaikan dalam Nota Kesepahaman. Sehingga dalam strukturnya mereka akan menjadi perusahaan induk dan Nissan sebagai anak perusahaan.
Namun Nissan ingin agar mereka membentuk perusahaan induk bersama dan masing-masing pihak memiliki hak bicara yang sama.
Ketidaksepakatan itu pun membuat kedua perusahaan memutuskan untuk menghentikan diskusi serta mengakhiri Nota Kesepahaman.
Situasi tentu semakin tidak menguntungkan Nissan karena saat ini mereka tengah dalam kondisi keuangan yang buruk. Pabrikan asal Jepang tersebut bahkan merumahkan ribuan pegawainya dan menunda meluncurkan produk baru agar perusahaan tetap berjalan.
Bila situasi terus berlangsung dalam waktu panjang maka bukan tidak mungkin perusahaan terancam bangkrut di masa depan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
05 Oktober 2026, 21:00 WIB
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
22 September 2026, 20:01 WIB
11 September 2026, 16:01 WIB
08 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi