Prediksi Mobil Baru yang Masuk Indonesia di 2026: Bagian 2
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Nissan dikabarkan dekati Tesla setelah gagal merger dengan Honda untuk menyelamatkan perusahaan di masa depan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Setelah gagal melakukan merger dengan Honda, beredar isu bahwa Nissan akan mendekati Tesla. Bahkan sejumlah petinggi negara dikabarkan bakal terlibat untuk mendukung langkah tersebut.
Dilansir dari Reuters, investasi Tesla dapat menjadi langkah strategis karena pabrikan mobil listrik tersebut bisa mengakuisisi pabrik Nissan di Amerika Serikat. Hal ini bisa membantu mereka untuk
Namun, beberapa analis meragukan minat Tesla untuk mengakuisisi pabrik-pabrik di AS. Pasalnya kebutuhan mereka berbeda dengan fasilitas produksi kendaraan konvensional.
Terlebih kapasitas produksi mereka sebenarnya sudah cukup besar dan tahun lalu mereka justru mengalami penurunan produksi. Sehingga akuisisi pabrik bukanlah sesuatu yang penting bagi mereka.
“Salah satu senjata Tesla adalah pabriknya telah dirancang dan dioptimalkan buat memproduksi kendaraan mereka,” ungkap Matt Britzman, pengamat dari Hargreaves Lansdown, dilansir Reuters (24/02).
Sementara itu Foxconn, perusahaan teknologi asal Taiwan yang sebelumnya disebut-sebut akan bekerjasama dengan Nissan pun tampaknya mulai berganti haluan. Pasalnya mereka justru dikabarkan tengah mendekati Honda untuk mengembangkan mobil listrik.
Sebelumnya diberitakan bahwa Nissan sempat hendak melakukan merger dengan Honda namun kesepakatan itu akhirnya batal.
Hal ini karena Honda mengusulkan perubahan struktur dari pembentukan perusahaan induk bersama dan menunjuk mayoritas direktur serta CEO berdasarkan pengalihan saham.
Honda mengungkap bahwa uraian tersebut sudah disampaikan dalam Nota Kesepahaman. Sehingga dalam strukturnya mereka akan menjadi perusahaan induk dan Nissan sebagai anak perusahaan.
Namun Nissan ingin agar mereka membentuk perusahaan induk bersama dan masing-masing pihak memiliki hak bicara yang sama.
Ketidaksepakatan itu pun membuat kedua perusahaan memutuskan untuk menghentikan diskusi serta mengakhiri Nota Kesepahaman.
Situasi tentu semakin tidak menguntungkan Nissan karena saat ini mereka tengah dalam kondisi keuangan yang buruk. Pabrikan asal Jepang tersebut bahkan merumahkan ribuan pegawainya dan menunda meluncurkan produk baru agar perusahaan tetap berjalan.
Bila situasi terus berlangsung dalam waktu panjang maka bukan tidak mungkin perusahaan terancam bangkrut di masa depan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Desember 2025, 18:00 WIB
31 Desember 2025, 13:00 WIB
28 Desember 2025, 13:00 WIB
27 Desember 2025, 09:00 WIB
27 Desember 2025, 07:00 WIB
Terkini
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat
31 Desember 2025, 16:00 WIB
Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Strategi membanting harga mobil listrik di Cina diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang
31 Desember 2025, 14:00 WIB
SUV baru BYD diyakini berkonfigurasi 7-seater, mengisi kelas di atas Atto 3 yang sudah dijual saat ini
31 Desember 2025, 13:00 WIB
BYD Atto 1 baru debut jelang akhir 2025 namun catatkan wholesales mobil baru tertinggi yakni 17 ribu unit
31 Desember 2025, 12:00 WIB
Pemprov DKI Jakarta akan menempatkan beberapa panggung dalam menyambut perayaan malam tahun baru 2026
31 Desember 2025, 12:00 WIB
Aismoli menuturkan kalau pasar motor listrik tetap menunjukan pertumbuhan secara bertahap dan moderat