Cara Diler Honda Mudahkan Akses Servis Motor buat Konsumen
29 September 2026, 09:00 WIB
Nissan dan Honda resmi batalkan rencana merger sehingga kehilangan kesempatan untuk menjadi pabrikan terbesar ketiga dunia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Isu batalnya merger Nissan dan Honda akhirnya menjadi kenyataan. Kedua perusahaan tersebut sepakat untuk tidak melanjutkan rencana penggabungan perusahaan sehingga kehilangan potensi menjadi pabrikan kendaraan terbesar ketiga di dunia.
Sejak penandatanganan Nota Kesepahaman pada 23 Desember 2024, para petinggi perusahaan termasuk para CEO telah membahas terkait merger sembari memperhitungkan beragam hal. Mulai dari tujuan integrasi bisnis, strategi hingga struktur manajemen pascaintegrasi.
Dengan mempertimbangkan pentingnya integrasi bisnis, kedua perusahaan telah berkonsultasi ke berbagai pemangku kepentingan.
Selama diskusi berbagai opsi dipertimbangkan terkait struktur integrasi bisnis. Honda mengusulkan perubahan struktur dari pembentukan perusahaan induk bersama dan menunjuk mayoritas direktur serta CEO berdasarkan pengalihan saham.
Dalam keterangan resmi Honda, uraian tersebut sudah disampaikan dalam Nota Kesepahaman. Sehingga dalam strukturnya mereka akan menjadi perusahaan induk dan Nissan sebagai anak perusahaan.
Namun pernyataan berbeda disampaikan oleh Nissan. Dilansir dari Carscoops, perusahaan menyebut mereka serta Honda bakal membentuk perusahaan induk bersama dan masing-masing pihak memiliki hak bicara yang sama.
Perubahan tersebut tentu tidak menguntungkan buat Nissan meski situasi mereka saat ini sedang dalam tekanan.
Ketidaksepakatan itu pun membuat kedua perusahaan memutuskan untuk menghentikan diskusi serta mengakhiri Nota Kesepahaman. Mereka memprioritaskan kecepatan pengambilan keputusan dan pelaksanaan langkah-langkah manajemen dalam lingkungan pasar yang semakin tidak stabil menuju era elektrifikasi.
Meski merger telah batal tetapi kedua perusahaan tetap berkomitmen melanjutkan kerja sama terkait pengembangan kendaraan listrik. Dengan ini diharapkan kolaborasi yang sudah dilakukan sejak Agustus 2024 bisa terus berjalan.
Hal ini penting karena pabrikan China sudah semakin gencar dalam mengembangkan kendaraan listrik. Sehingga kerja sama tetap harus berjalan guna mengejar ketertinggalan.
Batalnya merger pun sebenarnya bukan berarti kiamat buat Nissan. Pasal mereka sudah mulai aktif mencari mitra lain yang bisa berkolaborasi dengan setara.
Salah satunya adalah perusahaan teknologi Foxconn yang sebenarnya sudah sempat tertarik buat bekerjasama. Namun hingga berita ini dibuat, kedua perusahaan belum memberi pernyataan terkait isu tersebut.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 September 2026, 09:00 WIB
24 September 2026, 18:41 WIB
22 September 2026, 13:00 WIB
18 September 2026, 16:50 WIB
12 September 2026, 08:14 WIB
Terkini
30 September 2026, 07:00 WIB
IMX 2026 kembali akan berlangsung pada 9-11 Oktober dan diramaikan dengan mobil-mobil modifikasi ikonik
30 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta diputuskan masih lanjut sampai akhir tahun, setelah sempat ditinjau beberapa pihak
30 September 2026, 06:00 WIB
Di akhir bulan September, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk melayani masyarakat di Kota Kembang
30 September 2026, 06:00 WIB
Ada lima lokasi fasilitas SIM keliling Jakarta yang tersedia hari ini, simak tempat dan jam operasionalnya
29 September 2026, 21:26 WIB
Spacer pada mobil membantu memperbaiki proporsi ban dengan fender, namun pemilik perlu mengenali risikonya
29 September 2026, 16:17 WIB
Thailand jadi negara pertama di ASEAN yang akan menjual Mitsubishi Pajero terbaru, ini kisaran harganya
29 September 2026, 14:39 WIB
Mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia, wajib meningkatkan TKDN sampai 80 persen pada 2030 mendatang
29 September 2026, 09:00 WIB
Diler motor Honda siapkan aplikasi dengan fitur Booking Servis, mudahkan pelanggan saat servis kendaraan