Prediksi Harga Lepas E4 EV, Calon Pesaing Baru Geely EX5
24 Juni 2026, 23:00 WIB
Mayoritas mobil Cina kini menawarkan banyak teknologi terkini untuk memanjakan para konsumen di seluruh dunia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pabrikan otomotif Amerika Serikat, Ford menyorot kemajuan teknologi Cina mulai menjadi ancaman buat banyak pihak.
Mobil Cina dikenal karena teknologinya mumpuni, fitur berlimpah. Namun dijual dengan harga relatif lebih rendah dari berbagai produk yang memiliki spesifikasi serupa.
Bos Ford bahkan menyorot manufaktur otomotif Cina menjadi ancaman yang lebih berbahaya dari pabrikan Jepang di masa lampau.
Oleh karena itu merek otomotif AS perlu bersiap dan terus melakukan pengembangan untuk bersaing di pasar global.
“Mereka (pabrik mobil Cina) punya kapasitas pabrik mumpuni di sana dengan fasilitas perakitan yang cukup untuk meng-cover pasar Amerika Utara,” kata Jim Farley, CEO Ford dikutip dari Carscoops, Sabtu (01/11).
Farley yang sempat menggunakan Xiaomi SU7 sebagai kendaraan harian mengakui bahwa teknologi elektrifikasi mobil Cina memimpin di skala global.
Sebelumnya, Farley menyorot dominasi merek Jepang pada 1980. Saat itu mereka memproduksi lebih dari 11 juta unit kendaraan, membuat Presiden Ronald Reagan terapkan pembatasan ekspor Jepang ke AS.
Sekarang situasi serupa kembali dialami, namun kali ini dilakukan oleh merek mobil Cina.
“Kita menghadapi kompetisi global dengan Cina dan bukan hanya di sektor mobil listrik. Kalau kalah, tidak ada masa depan buat Ford,” ucap Farley.
Farley menambahkan bahwa mobil listrik masih akan terus mengalami pertumbuhan dan mendominasi lima persen pasar AS dan berkembang seiring berjalannya waktu.
Meskipun buat sementara, bakal ada perlambatan imbas disetop insentif pajak mobil listrik dari pemerintah AS dengan nilai 7.500 USD atau sekitar Rp 124,8 jutaan.
Sekadar informasi deretan mobil Cina yang banyak merambah pasar global di antaranya adalah BYD , Chery sampai Changan.
Banyak di antaranya fokus di pasar Asia Tenggara karena beberapa alasan. Misal ketersediaan insentif dari pihak pemerintah yang membuat harga kendaraan roda empat semakin kompetitif.
Di Indonesia ada insentif impor mobil listrik, membantu merek seperti BYD, Geely sampai Xpeng untuk menjual EV berstatus Completely Built Up (CBU) dengan banderol relatif rendah.
Hanya saja per 2026 semua penerima insentif wajib melakukan perakitan lokal sesuai dengan jumlah unit yang diimpor.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
24 Juni 2026, 23:00 WIB
24 Juni 2026, 11:00 WIB
17 Juni 2026, 11:00 WIB
16 Juni 2026, 10:00 WIB
15 Juni 2026, 15:49 WIB
Terkini
27 Juni 2026, 21:00 WIB
AHM meminta konsumen tidak perlu ragu dengan kualitas new Honda Vario Evo 160 yang diluncurkan di Indonesia
27 Juni 2026, 20:34 WIB
Sprint Race MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen berlangsung sengit, dua rider Trackhouse Aprilia naik podium
27 Juni 2026, 18:15 WIB
Mobil mewah diyakini mengalami tantangan khususnya dari segi harga jual di tengah ketidakpastian kurs
27 Juni 2026, 09:00 WIB
Mitsubishi Destinator menghadirkan pengalaman berkendara yang nyaman, aman dan efisien untuk mobilitas harian
27 Juni 2026, 07:00 WIB
Yadea Indonesia membuktikan kualitas produknya melalui agenda kunjungan Wapres ke Papua beberapa waktu lalu
26 Juni 2026, 22:57 WIB
Mitsubishi Pajero Sport tawarkan keseimbangan performa mesin dan efisiensi bahan bakar untuk keluarga
26 Juni 2026, 09:00 WIB
AHM menjelaskan kalau mereka belum memutuskan bagaimana masa depan paten Honda Ryden 160 yang mereka daftarkan
26 Juni 2026, 07:00 WIB
Francesco Bagnaia mendapatkan kontrak selama empat tahun dari Aprilia dan akan berduet dengan Bezzecchi