BYD Perkuat Layanan Purna Jual Teknologi DM
06 Agustus 2026, 07:00 WIB
Mayoritas mobil Cina kini menawarkan banyak teknologi terkini untuk memanjakan para konsumen di seluruh dunia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pabrikan otomotif Amerika Serikat, Ford menyorot kemajuan teknologi Cina mulai menjadi ancaman buat banyak pihak.
Mobil Cina dikenal karena teknologinya mumpuni, fitur berlimpah. Namun dijual dengan harga relatif lebih rendah dari berbagai produk yang memiliki spesifikasi serupa.
Bos Ford bahkan menyorot manufaktur otomotif Cina menjadi ancaman yang lebih berbahaya dari pabrikan Jepang di masa lampau.
Oleh karena itu merek otomotif AS perlu bersiap dan terus melakukan pengembangan untuk bersaing di pasar global.
“Mereka (pabrik mobil Cina) punya kapasitas pabrik mumpuni di sana dengan fasilitas perakitan yang cukup untuk meng-cover pasar Amerika Utara,” kata Jim Farley, CEO Ford dikutip dari Carscoops, Sabtu (01/11).
Farley yang sempat menggunakan Xiaomi SU7 sebagai kendaraan harian mengakui bahwa teknologi elektrifikasi mobil Cina memimpin di skala global.
Sebelumnya, Farley menyorot dominasi merek Jepang pada 1980. Saat itu mereka memproduksi lebih dari 11 juta unit kendaraan, membuat Presiden Ronald Reagan terapkan pembatasan ekspor Jepang ke AS.
Sekarang situasi serupa kembali dialami, namun kali ini dilakukan oleh merek mobil Cina.
“Kita menghadapi kompetisi global dengan Cina dan bukan hanya di sektor mobil listrik. Kalau kalah, tidak ada masa depan buat Ford,” ucap Farley.
Farley menambahkan bahwa mobil listrik masih akan terus mengalami pertumbuhan dan mendominasi lima persen pasar AS dan berkembang seiring berjalannya waktu.
Meskipun buat sementara, bakal ada perlambatan imbas disetop insentif pajak mobil listrik dari pemerintah AS dengan nilai 7.500 USD atau sekitar Rp 124,8 jutaan.
Sekadar informasi deretan mobil Cina yang banyak merambah pasar global di antaranya adalah BYD , Chery sampai Changan.
Banyak di antaranya fokus di pasar Asia Tenggara karena beberapa alasan. Misal ketersediaan insentif dari pihak pemerintah yang membuat harga kendaraan roda empat semakin kompetitif.
Di Indonesia ada insentif impor mobil listrik, membantu merek seperti BYD, Geely sampai Xpeng untuk menjual EV berstatus Completely Built Up (CBU) dengan banderol relatif rendah.
Hanya saja per 2026 semua penerima insentif wajib melakukan perakitan lokal sesuai dengan jumlah unit yang diimpor.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Agustus 2026, 07:00 WIB
05 Agustus 2026, 19:00 WIB
03 Agustus 2026, 11:00 WIB
30 Juli 2026, 07:00 WIB
23 Juli 2026, 18:32 WIB
Terkini
13 Agustus 2026, 09:00 WIB
Kontes modifikasi BlackAuto Battle 2026 memasuki seri kedua dan menyambangi kota Solo, Jawa Tengah pekan lalu
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
AISI melaporkan pada Juli 2026 terjadi kenaikan hingga 23 persen untuk distribusi motor baru di pasar domestik
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah dalam pengurusan dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku SIM A dan C dengan syarat belum lewat tenggat waktu
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mencegah kebuntuan pada jalan protokol terutama jam sibuk
12 Agustus 2026, 21:12 WIB
Astra Financial menyatakan bahwa target selama GIIAS 2026 terlampaui melalui pembiayaan kendaraan ACC dan TAF
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
iGreen+ meresmikan SPKLU Ultra Fast Charging ke-17 untuk memudahkan para pengguna mobil listrik di Indonesia
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit