BYD Berniat Punya Pabrik Baterai di Subang Demi Tingkatkan TKDN
06 September 2026, 01:22 WIB
Mayoritas mobil Cina kini menawarkan banyak teknologi terkini untuk memanjakan para konsumen di seluruh dunia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pabrikan otomotif Amerika Serikat, Ford menyorot kemajuan teknologi Cina mulai menjadi ancaman buat banyak pihak.
Mobil Cina dikenal karena teknologinya mumpuni, fitur berlimpah. Namun dijual dengan harga relatif lebih rendah dari berbagai produk yang memiliki spesifikasi serupa.
Bos Ford bahkan menyorot manufaktur otomotif Cina menjadi ancaman yang lebih berbahaya dari pabrikan Jepang di masa lampau.
Oleh karena itu merek otomotif AS perlu bersiap dan terus melakukan pengembangan untuk bersaing di pasar global.
“Mereka (pabrik mobil Cina) punya kapasitas pabrik mumpuni di sana dengan fasilitas perakitan yang cukup untuk meng-cover pasar Amerika Utara,” kata Jim Farley, CEO Ford dikutip dari Carscoops, Sabtu (01/11).
Farley yang sempat menggunakan Xiaomi SU7 sebagai kendaraan harian mengakui bahwa teknologi elektrifikasi mobil Cina memimpin di skala global.
Sebelumnya, Farley menyorot dominasi merek Jepang pada 1980. Saat itu mereka memproduksi lebih dari 11 juta unit kendaraan, membuat Presiden Ronald Reagan terapkan pembatasan ekspor Jepang ke AS.
Sekarang situasi serupa kembali dialami, namun kali ini dilakukan oleh merek mobil Cina.
“Kita menghadapi kompetisi global dengan Cina dan bukan hanya di sektor mobil listrik. Kalau kalah, tidak ada masa depan buat Ford,” ucap Farley.
Farley menambahkan bahwa mobil listrik masih akan terus mengalami pertumbuhan dan mendominasi lima persen pasar AS dan berkembang seiring berjalannya waktu.
Meskipun buat sementara, bakal ada perlambatan imbas disetop insentif pajak mobil listrik dari pemerintah AS dengan nilai 7.500 USD atau sekitar Rp 124,8 jutaan.
Sekadar informasi deretan mobil Cina yang banyak merambah pasar global di antaranya adalah BYD , Chery sampai Changan.
Banyak di antaranya fokus di pasar Asia Tenggara karena beberapa alasan. Misal ketersediaan insentif dari pihak pemerintah yang membuat harga kendaraan roda empat semakin kompetitif.
Di Indonesia ada insentif impor mobil listrik, membantu merek seperti BYD, Geely sampai Xpeng untuk menjual EV berstatus Completely Built Up (CBU) dengan banderol relatif rendah.
Hanya saja per 2026 semua penerima insentif wajib melakukan perakitan lokal sesuai dengan jumlah unit yang diimpor.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 September 2026, 01:22 WIB
03 September 2026, 16:02 WIB
01 September 2026, 07:00 WIB
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Terkini
06 September 2026, 12:15 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi tempat mengekspresikan bakat, wadah berkumpul masyarakat dan komunitas
06 September 2026, 01:22 WIB
BYD terus memperkuat komitmen mereka untuk memajukan industri otomotif di Indonesia usai mendirikan pabrik
05 September 2026, 19:21 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi wadah silaturahmi dan unjuk kreativitas masyarakat dan anak-anak muda
05 September 2026, 17:00 WIB
Harga Mitsubishi Pajero terbaru terungkap, jadi gambaran banderol untuk pasar Indonesia di masa mendatang
05 September 2026, 15:00 WIB
Lexus NX, salah satu model terlaris Lexus di pasar global kini telah mendapatkan sejumlah permbaruan
05 September 2026, 14:16 WIB
Ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Batam berlangsung sampai 6 September, banyak anak muda terlibat meramaikan
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan