10 Merek Mobil Terlaris September 2026: BYD Berjaya
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
Sambut bahan bakar baru Pertamina yakni Pertamax Green, mobil-mobil Toyota sanggup minum bioetanol Pertamina
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Beberapa waktu lalu disampaikan bahwa Pertamina akan meluncurkan produk baru yaitu Pertamax Green. BBM tersebut adalah perpaduan antara Pertamax dengan bioetanol dan diklaim lebih ramah lingkungan.
Walau memiliki kandungan berbeda dari biasanya, Toyota sambut bahan bakar baru Pertamina tersebut. Pabrikan asal Jepang ini yakin mobil-mobil Toyota sanggup minum bioetanol Pertamina yakni Pertamax Green.
“Kalau tidak salah itu E5 jadi etanolnya 5 persen dan saya rasa tidak akan ada masalah pada mobil Toyota. Spesifikasi produk sudah cocok dengan E5, bahkan teknologi kami sudah sampai E100,” ungkap Anton Jimmy Suwandi, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) (04/07).
Sayangnya ia mengaku belum memiliki data seberapa besar dampak penggunaan bahan bakar baru terhadap kesehatan lingkungan. Namun dirinya melihat bahwa produk baru tersebut memberi kesempatan kepada pemilik kendaraan lama untuk meningkatkan kualitas udara.
“Saya setuju sekali bahwa kita tidak hanya bicara hybrid atau BEV saja tetapi juga bahan bakar yang berbeda. Jadi orang tidak harus membeli mobil baru agar bisa berkontribusi kepada lingkungan,” tambahnya kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa Pertamina akan meluncurkan produk baru yaitu Pertamax Green. Produk tersebut terbuat dari campuran Pertamax dengan bakar nabati bioetanol 5 persen (E5) serta mengandung kadar oktan 95.
Rencananya peluncuran dilakukan pada Juli 2023 dan Surabaya menjadi kota pertama yang akan mendapatkannya. Dipilihnya Ibu Kota Jawa Timur tersebut karena produsen bahan baku bioetanol lokasinya dekat yaitu di Kabupaten Mojokerto serta Malang.
Produk itu juga rencananya dijual sesuai harga pasar dan tidak menggunakan insentif dari pemerintah. Diperkirakan BBM dibanderol Rp13.500 per liter, sedikit lebih tinggi dibandingkan Pertamax yang hanya Rp12.400.
Sebagai informasi, bahan baku pembuatan bioetanol adalah molasses atau tetes tebu. Ini adalah bentuk sampingan dari produksi gula yang cukup melimpah di Jawa Timur.
Saat memproduksi gula, cairan dari tebu akan diekstrasi dan dipanaskan hingga mengkristal. Sementara Molasses adalah cairan kental berwarna hitam dengan konsistensi seperti sirup yang tertinggal saat kristalisasi cairan tebu selesai.
Pada akhirnya inilah yang dijadikan sebagai bahan baku bioetanol.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
23 September 2026, 17:49 WIB
21 September 2026, 15:43 WIB
02 September 2026, 15:00 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi