Toyota GR Yaris Dapat Penyegaran, Inspirasi Dari Dunia Balap
25 Mei 2026, 19:00 WIB
Sambut bahan bakar baru Pertamina yakni Pertamax Green, mobil-mobil Toyota sanggup minum bioetanol Pertamina
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Beberapa waktu lalu disampaikan bahwa Pertamina akan meluncurkan produk baru yaitu Pertamax Green. BBM tersebut adalah perpaduan antara Pertamax dengan bioetanol dan diklaim lebih ramah lingkungan.
Walau memiliki kandungan berbeda dari biasanya, Toyota sambut bahan bakar baru Pertamina tersebut. Pabrikan asal Jepang ini yakin mobil-mobil Toyota sanggup minum bioetanol Pertamina yakni Pertamax Green.
“Kalau tidak salah itu E5 jadi etanolnya 5 persen dan saya rasa tidak akan ada masalah pada mobil Toyota. Spesifikasi produk sudah cocok dengan E5, bahkan teknologi kami sudah sampai E100,” ungkap Anton Jimmy Suwandi, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) (04/07).
Sayangnya ia mengaku belum memiliki data seberapa besar dampak penggunaan bahan bakar baru terhadap kesehatan lingkungan. Namun dirinya melihat bahwa produk baru tersebut memberi kesempatan kepada pemilik kendaraan lama untuk meningkatkan kualitas udara.
“Saya setuju sekali bahwa kita tidak hanya bicara hybrid atau BEV saja tetapi juga bahan bakar yang berbeda. Jadi orang tidak harus membeli mobil baru agar bisa berkontribusi kepada lingkungan,” tambahnya kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa Pertamina akan meluncurkan produk baru yaitu Pertamax Green. Produk tersebut terbuat dari campuran Pertamax dengan bakar nabati bioetanol 5 persen (E5) serta mengandung kadar oktan 95.
Rencananya peluncuran dilakukan pada Juli 2023 dan Surabaya menjadi kota pertama yang akan mendapatkannya. Dipilihnya Ibu Kota Jawa Timur tersebut karena produsen bahan baku bioetanol lokasinya dekat yaitu di Kabupaten Mojokerto serta Malang.
Produk itu juga rencananya dijual sesuai harga pasar dan tidak menggunakan insentif dari pemerintah. Diperkirakan BBM dibanderol Rp13.500 per liter, sedikit lebih tinggi dibandingkan Pertamax yang hanya Rp12.400.
Sebagai informasi, bahan baku pembuatan bioetanol adalah molasses atau tetes tebu. Ini adalah bentuk sampingan dari produksi gula yang cukup melimpah di Jawa Timur.
Saat memproduksi gula, cairan dari tebu akan diekstrasi dan dipanaskan hingga mengkristal. Sementara Molasses adalah cairan kental berwarna hitam dengan konsistensi seperti sirup yang tertinggal saat kristalisasi cairan tebu selesai.
Pada akhirnya inilah yang dijadikan sebagai bahan baku bioetanol.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 Mei 2026, 19:00 WIB
22 Mei 2026, 19:00 WIB
17 Mei 2026, 17:00 WIB
17 Mei 2026, 14:54 WIB
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Terkini
03 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta terkini masih dipercaya untuk memecah kemacetan yang terjadi di Ibu Kota pada jam sibuk
03 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi berbeda hari ini, simak persyaratan yang harus dipenuhi
03 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir hari ini untuk mempermudah masyarakat di Kota Kembang mengurus dokumen berkendara
02 Juni 2026, 11:00 WIB
Marc Marquez memiliki peluang meraih podium pada MotoGP Hungaria 2026 jika mampu tampil konsisten dan maksimal
02 Juni 2026, 09:00 WIB
Saat penjualan masih tertinggal dari merek Jepang lain, Nissan berencana menambah portfolio produknya di RI
02 Juni 2026, 07:00 WIB
BYD Seal PHEV berpotensi jadi produk hybrid berikutnya setelah M6 DM-i, sudah terdaftar di Indonesia
02 Juni 2026, 06:10 WIB
Ganjil genap Jakarta terkini tidak hanya mengandalkan petugas namun juga dibantu oleh teknologi ETLE
02 Juni 2026, 06:00 WIB
Ada dispensasi perpanjangan di SIM keliling Jakarta hari ini, simak daftar persyaratan yang harus dipenuhi