Harga BBM Pertamina Juli 2026, Solar dan Pertamax Turbo Turun
01 Juli 2026, 16:32 WIB
Harga Pertamax campuran bioetanol atau akan disebut sebagai Pertamax Green adalah Rp13.500 per liter
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Kabar kemunculan BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis baru semakin santer. Bahkan sudah bocor nama dan banderol untuk mendapatkannya.
BBM anyar tersebut adalah Pertamax Green. Produk ini terbuat dari campuran Pertamax dengan bakar nabati bioetanol 5 persen (E5).
Pertamax Green nantinya mengandung kadar oktan 95. Jumlahnya setara Pertamax Plus yang penjualannya dihentikan pada 2016.
Pahala Nugraha Mansury, Wakil Menteri BUMN mengatakan kalau pemerintah akan luncurkan Pertamax campuran bioetanol pada minggu ketiga Juli 2023.
Masyarakat bisa mendapatkannya di 10 SPBU di Surabaya, Jawa Timur. Kemudian bakal menyebar secara bertahap ke SPBU di DKI Jakarta.
“Harga Pertamax campuran bioetanol mungkin sekitar Rp13.500. Uji coba penjualan sudah dilakukan di Jawa Timur," ungkap Pahala di Katadata, Rabu (7/5).
Pahala juga mengatakan alasan pemilihan kota Pahlawan karena lokasi yang dekat dengan produsen bahan baku bioetanol di Kabupaten Mojokerto dan Malang.
Sebab sifat bioetanol cepat busuk karena terbuat dari material tumbuh-tumbuhan. Jadi diwajibkan penyalurannya harus dekat serta terjangkau dari lokasi pabrik.
Di sisi lain Fadjar Djoko Santoso, Juru Bicara Pertamina menuturkan bahwa proses produksi BBM Pertamax campuran bioetanol sudah menyamai harga keekonomian produk. Perhitungan ini berbeda dengan program B35 yang masih perlu subsidi
Perseroan juga belum memikirkan rencana mengajukan insentif untuk fasilitas pengadaan tempat penyimpanan, pipa penyalur hingga operasional kilang. Seperti halnya pada program campuran Solar dengan biodiesel dari fatty acid methyl ester atau FAME minyak kelapa sawit sebesar Rp110 per liter.
“Secara keekonomian dari BBM nya sendiri yaitu Pertamax sudah BBM non subsidi, lain halnya Solar yang masih bersubsidi,” kata Fadjar.
Sementara menurut Nicke WIdyawati, Direktur Pertamina peluncuran Pertamax Green guna mengurangi ketergantungan impor minyak sambil mewujudkan kemandirian energi domestik.
Rencana perusahaan pelat merah meluncurkan bioetanol akan menambah portofolio produk bahan bakar nabati yang ditawarkan oleh Pertamina. Sebab sebelumnya mereka telah mengedarkan BBM dengan campuran minyak nabati dalam program B35.
Sebagai informasi, bahan baku pembuatan bioetanol adalah molasses atau tetes tebu yang merupakan produk sampingan dari produksi gula.
Saat memproduksi gula, cairan dari tebu akan diekstraksi dan dipanaskan hingga menjadi kristal. Molasses adalah cairan kental berwarna hitam dengan konsistensi seperti sirup yang tertinggal saat kristalisasi cairan tebu selesai.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Juli 2026, 16:32 WIB
12 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 07:00 WIB
01 Juni 2026, 13:20 WIB
01 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
02 September 2026, 07:00 WIB
Toyota Celica Sport berpeluang menawarkan lebih banyak keunggulan dari rival terdekatnya, Honda Prelude
02 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini sudah beroperasi melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
02 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di fasilitas SIM keliling Jakarta. simak lokasi dan biayanya
02 September 2026, 06:00 WIB
Agar perjalanan menuju Ibu Kota lancar hari ini (02/09), simak jadwal dan titik lokasi Ganjil Genap Jakarta
01 September 2026, 20:11 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI baru-baru ini diketahui membeli MPV bertenaga listrik Xpeng X9
01 September 2026, 20:09 WIB
Baik Pertamina, Shell hingga Vivo kompak menaikan harga BBM jenis diesel mereka dengan besaran bervariasi
01 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid akan menjadi salah satu daya tarik dalam acara Kumpul Sahabat yang digelar di Batam
01 September 2026, 07:00 WIB
Robot Mobo buatan AiMoga berbabis Embodied Intelligence dan diperkenalkan dalam ajang atau pameran WRC 2026