Daftar Harga BBM Jelang Lebaran 2025, Ada yang Turun
30 Maret 2025, 12:00 WIB
Harga Pertamax campuran bioetanol atau akan disebut sebagai Pertamax Green adalah Rp13.500 per liter
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Kabar kemunculan BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis baru semakin santer. Bahkan sudah bocor nama dan banderol untuk mendapatkannya.
BBM anyar tersebut adalah Pertamax Green. Produk ini terbuat dari campuran Pertamax dengan bakar nabati bioetanol 5 persen (E5).
Pertamax Green nantinya mengandung kadar oktan 95. Jumlahnya setara Pertamax Plus yang penjualannya dihentikan pada 2016.
Pahala Nugraha Mansury, Wakil Menteri BUMN mengatakan kalau pemerintah akan luncurkan Pertamax campuran bioetanol pada minggu ketiga Juli 2023.
Masyarakat bisa mendapatkannya di 10 SPBU di Surabaya, Jawa Timur. Kemudian bakal menyebar secara bertahap ke SPBU di DKI Jakarta.
“Harga Pertamax campuran bioetanol mungkin sekitar Rp13.500. Uji coba penjualan sudah dilakukan di Jawa Timur," ungkap Pahala di Katadata, Rabu (7/5).
Pahala juga mengatakan alasan pemilihan kota Pahlawan karena lokasi yang dekat dengan produsen bahan baku bioetanol di Kabupaten Mojokerto dan Malang.
Sebab sifat bioetanol cepat busuk karena terbuat dari material tumbuh-tumbuhan. Jadi diwajibkan penyalurannya harus dekat serta terjangkau dari lokasi pabrik.
Di sisi lain Fadjar Djoko Santoso, Juru Bicara Pertamina menuturkan bahwa proses produksi BBM Pertamax campuran bioetanol sudah menyamai harga keekonomian produk. Perhitungan ini berbeda dengan program B35 yang masih perlu subsidi
Perseroan juga belum memikirkan rencana mengajukan insentif untuk fasilitas pengadaan tempat penyimpanan, pipa penyalur hingga operasional kilang. Seperti halnya pada program campuran Solar dengan biodiesel dari fatty acid methyl ester atau FAME minyak kelapa sawit sebesar Rp110 per liter.
“Secara keekonomian dari BBM nya sendiri yaitu Pertamax sudah BBM non subsidi, lain halnya Solar yang masih bersubsidi,” kata Fadjar.
Sementara menurut Nicke WIdyawati, Direktur Pertamina peluncuran Pertamax Green guna mengurangi ketergantungan impor minyak sambil mewujudkan kemandirian energi domestik.
Rencana perusahaan pelat merah meluncurkan bioetanol akan menambah portofolio produk bahan bakar nabati yang ditawarkan oleh Pertamina. Sebab sebelumnya mereka telah mengedarkan BBM dengan campuran minyak nabati dalam program B35.
Sebagai informasi, bahan baku pembuatan bioetanol adalah molasses atau tetes tebu yang merupakan produk sampingan dari produksi gula.
Saat memproduksi gula, cairan dari tebu akan diekstraksi dan dipanaskan hingga menjadi kristal. Molasses adalah cairan kental berwarna hitam dengan konsistensi seperti sirup yang tertinggal saat kristalisasi cairan tebu selesai.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Maret 2025, 12:00 WIB
06 Maret 2025, 14:00 WIB
06 Maret 2025, 12:36 WIB
27 Februari 2025, 13:00 WIB
27 Februari 2025, 07:00 WIB
Terkini
01 April 2025, 18:19 WIB
Mengawali April 2025, harga BBM di seluruh SPBU milik swasta mengalami penurunan dengan jumlah bervariasi
01 April 2025, 15:00 WIB
Kepolisian memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 terjadi di akhir pekan, masyarakat diminta waspada
01 April 2025, 13:00 WIB
Dengan berbagai pertimbangan AHM memprediksi penjualan motor baru Honda akan meningkat pada kuartal pertama
01 April 2025, 11:00 WIB
Hyundai Stargazer facelift diduga terdaftar di RI dengan nama varian Carten, berpeluang meluncur tahun ini
01 April 2025, 08:00 WIB
Pihak kepolisian dapat menerapkan one way di Puncak Bogor secara situasional, berikut rincian aturannya
01 April 2025, 06:43 WIB
Ganjil genap Jakarta ditiadakan selama libur Lebaran 2025 sehingga masyarakat bisa bebas beraktivitas
31 Maret 2025, 16:17 WIB
Hybrid BYD Shark semakin dekat ke Indonesia, debut di Thailand dengan harga di kisaran Rp 800 jutaan
31 Maret 2025, 12:03 WIB
200 peserta mengikuti program mudik gratis bareng Diton 2025 dengan berbagai kota tujuan seperti ke Semarang