VinFast Komitmen Produksi Lokal Model-Model EV Tersubsidi
30 Desember 2025, 16:00 WIB
Kebakaran mobil listrik di Korea Selatan sebabkan masyarakat panik dan jual kendaraannya di sejumlah platform
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kepercayaan masyarakat Korea Selatan terhadap kendaraan listrik sedang diuji setelah terbakarnya Mercedes-Benz EQE beberapa waktu lalu. Hal ini terlihat dari banyaknya pemilik yang menjualnya di berbagai platform.
Tak tanggung-tanggung, ada ratusan Mercedes-Benz EQE yang dijual di sebuah platform jual beli setelah kejadian kebakaran. Padahal mobil terbilang masih baru sehingga fenomena tersebut cukup unik.
Selain itu, jumlah mobil listrik bekas yang dijual secara online pun dikabarkan meningkat signifikan. Sebuah platform jual beli mengaku jumlah unit mengalami peningkatan stok hingga 184 persen di pekan pertama Agustus 2024 dibanding periode sebelumnya
Harga jual kembali kendaraan listrik pun dikabarkan mengalami penurunan signifikan. Sebelum insiden terjadi, Mercedes-Benz EQE bekas dijual antara 60-70 juta Won atau sekitar Rp 699 juta hingga Rp 815,5 juta.
Sekarang untuk model EQE 300 lansiran 2023 hanya dijual 59 juta Won atau sekitar Rp 687,4 juta. Padahal unit baru ditawarkan 92 juta won, setara Rp 1,071 miliar.
Situasi ini mempengaruhi industri otomotif Korea Selatan secara keseluruhan hingga pemerintah melakukan pertemuan darurat dengan para produsen kendaraan listrik. Dalam rapat tersebut disepakati beberapa hal termasuk memastikan pabrikan otomotif menyampaikan merek baterai yang dipakai.
Agar pasar otomotif tidak menurun maka sejumlah pabrikan otomotif pun melakukan beragam promo. Hyundai misalnya memberikan diskon hingga 5 juta Won atau Rp 58,2 juta pada Kona Electric.
Selain itu mereka juga memberi potongan harga 10 persen pada Ioniq 5. Sedangkan Genesis, diskonnya adalah 5 persen untuk semua model.
Langkah serupa juga dirasakan pabrikan Eropa seperti BMW karena menawarkan diskon 12 persen untuk i7 dan 1X. Sedangkan Audi memangkas hampir 30 persen pada seluruh jajaran Electric Vehicle mereka.
Meski ada promo menarik keraguan konsumen masih tetap ada. Bahkan beberapa diler melaporkan sudah ada pelanggan membatalkan pesanan setelah adanya isu potensi peraturan baru yang membatasi penggunaan mobil listrik khususnya di lokasi parkir bawah tanah.
Hal ini tentunya menjadi sebuah tantangan nyata untuk dipikirkan oleh banyak pihak sebelum kekhawatiran semakin meluas.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Desember 2025, 16:00 WIB
30 Desember 2025, 13:00 WIB
29 Desember 2025, 19:00 WIB
29 Desember 2025, 15:00 WIB
29 Desember 2025, 14:13 WIB
Terkini
30 Desember 2025, 19:00 WIB
Pelarangan door handle elektrik bergaya flush atau hidden pada mobil Cina bakal merevolusi desain kendaraan
30 Desember 2025, 18:00 WIB
Di 2025 angka penjualan mobil Cina diprediksi tembus 27 juta unit, sementara pabrikan Jepang 25 juta unit
30 Desember 2025, 17:18 WIB
Francesco Bagnaia diminta untuk bisa kembali berjuang di barisan terdepan ketika mengarungi MotoGP 2026
30 Desember 2025, 16:00 WIB
VinFast Indonesia mengatakan bahwa mereka siap memenuhi kewajibannya atas insentif CBU yang telah didapatkan
30 Desember 2025, 15:00 WIB
Ucok harus mengeluarkan dana hampir Rp 1 miliaran untuk memodifikasi Yamaha Xmax berkelir dominan biru
30 Desember 2025, 14:00 WIB
Menurut data Kemenhub, motor listrik yang telah mengantongi SRUT di 2025 baru 55.059 unit atau turun 28,6 persen
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Industri baterai lithium terpengaruh dari kinerja penjualan mobil listrik di Cina yang diproyeksi akan turun
30 Desember 2025, 12:00 WIB
Sejumlah model mobil yang disuntik mati oleh pabrikan kemudian diganti produk lain, berikut daftarnya